• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Juni 8, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

2012, BI Rate Bisa Ditutup 5,75 Persen

oleh Sandy Romualdus
11 Januari 2012 - 00:00
5
Dilihat
2012, BI Rate Bisa Ditutup 5,75 Persen
0
Bagikan
5
Dilihat

Jakarta – Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 0,25 persen menjadi 5,75 persen pada kuartal I 2012. Di posisi terseut BI rate akan bertahan hingga awal tahun mendatang.

"Kami perkirakan setelah menerungkan ke level 5,75 persen BI akan menjaga BI rate di level tersebut sampai akhir tahun,” ujar Fauzi Ichsan dalam seminar ekonomi tahunan Standard Chartered Bank di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (11/1).

Menurut Fauzi, untuk mengurangi dampak perlambatan ekonomi dunia, BI memangkas BI Rate sebanyak 75 basis poin ke posisi 6 persen pada kuartal IV 2011. Angka tersebut merupakan level BI rate terendah dalam sejarah Indonesia. Akan tetapi Fauzi berpendapat untuk tahun ini BI tidak akan lagi memangkas suku bunga acuan tersebut secara agresif seperti akhir 201.

BERITA TERKAIT

Langkah Raymond/Joaquin di Final BWF Super 1000 Perkuat Optimisme Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

BNI Raih Predikat Best Companies to Work for in Asia untuk Ketiga Kalinya

BNI-PBSI Cetak Generasi Baru Juara, Raymond/Joaquin Melaju ke Final Indonesia Open 2026

Pasar Global Tembus US$6,8 Triliun, BRI (BBRI) Pacu Kredit UMKM Sektor Wellness

Standard Charted sendiri memperkirakan BI tidak lagi memangkas BI rate secara agresif seperti yang dilakukan pada kuartal keempat tahun. Ia pula memperkirakan BI tidak akan agresif mengurangi ketentuan cadangan (GWM) perbankan yang saat ini diatur 10,5 persen dari DPK rupiah.

Sementara, Ekonom Standard Chartered Indonesia Eric Alexander Sugandi menambahkan BI baru akan menaikkan BI rate pada kuartal I 2013 pada saat partai politik mulai berkampanye. "Dalam jangka panjang di Kuartal I 2013 naik karena mendekati pemilu, Parpol akan spending," ujarnya,

Eric memprediksikan penurunan BI rate menjadi 5,75 persen akan dilakukan BI pada bulan Maret mendatang. Namun demikian, menurutnya bisa saja mengalami penundaan apabila muncul kekhawatiran pemerintah dan BI terhadap naiknya inflasi akibat pembatasan BBM subsidi dan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

"BI rate kan tetap di bulan Januari sampai Febuari. Kemungkinan naik pada bulan Maret. Tapi jika pemerintah khawatir dengan naiknya BBM kemungkinan akan postponed (ditunda)," ujar Eric di kesempatan yang sama.

Sementara terkait inflasi, Eric memprediksikan inflasi tahun ini akan lebih tinggi dibanding inflasi tahun 2011 yang sebesar 3,79 persen, yakni berada pada level 5 persen, dengan memperhitungkan imbas dari pembatasan subsidi BBM dan kenaikan TDL. "Yang belum diperhitungkan kalau hujan berkepanjangan dan panen terganggu," jelasnya.

Dikatakan Eric, rencana pemberlakuan pembatasan subsidi BBM dan kenaikan TDL akan memiliki dua efek terhadap inflasi. Pada efek putaran pertama, Eric menuturkan pengaruh keduanya akan berimbas pada kenaikan inflasi sebesar 0,6-0.7 persen.

Pada putaran pertama, yang akan langsung mendapat imbas adalah sektor transportasi. Sementara itu efek putaran kedua dari penerapan kebijakan itu bisa mengakibatkan inflasi naik lebih tinggi lagi. "Bisa lebih tingg kalau secodary effectnya masuk. Jadi first round yang kena sektor transportasi dulu. Second round akan kena ke sektor-sektor lain yang berhubungan dengan transportasi.

Eric juga mengingatkan perlu diperhatikan harga pangan, pasalnya harga pangan mentah dan volatile food memberi kontribusi 36 persen pada inflasi inti. Apalagi, penerapan BBM subsidi diperkirakan akan dilakukan pada April mendatang. Dengan asumsi pada bulan tersebut ada panen raya.

"Restriksi BBM bersubsidi perlu diingat juga itu diberlakukan di bulan april, asumsinya karena bulan april terjadi panen raya dari Maret sampai April," katanya.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

BI Rate Diperkirakan Tetap 6 Persen

Selanjutnya

Yang Lokal, Yang Bergairah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Langkah Raymond/Joaquin di Final BWF Super 1000 Perkuat Optimisme Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

Langkah Raymond/Joaquin di Final BWF Super 1000 Perkuat Optimisme Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

oleh Sandy Romualdus
7 Juni 2026 - 22:26

Stabilitas.id - 2Langkah Raymond/Joaquin di Final BWF Super 1000 Perkuat Optimisme Regenerasi Bulu Tangkis IndonesiaProses pembinaan atlet muda Indonesia yang...

BNI Raih Predikat Best Companies to Work for in Asia untuk Ketiga Kalinya

BNI Raih Predikat Best Companies to Work for in Asia untuk Ketiga Kalinya

oleh Sandy Romualdus
7 Juni 2026 - 12:26

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali membuktikan konsistensinya dalam membangun lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan...

BNI-PBSI Cetak Generasi Baru Juara, Raymond/Joaquin Melaju ke Final Indonesia Open 2026

BNI-PBSI Cetak Generasi Baru Juara, Raymond/Joaquin Melaju ke Final Indonesia Open 2026

oleh Sandy Romualdus
7 Juni 2026 - 12:23

Stabilitas.id - Komitmen jangka panjang dalam membangun prestasi olahraga nasional kembali menunjukkan hasil nyata. Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond...

Pasar Global Tembus US$6,8 Triliun, BRI (BBRI) Pacu Kredit UMKM Sektor Wellness

Pasar Global Tembus US$6,8 Triliun, BRI (BBRI) Pacu Kredit UMKM Sektor Wellness

oleh Stella Gracia
7 Juni 2026 - 12:21

Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membidik potensi pertumbuhan masif dari sektor industri wellness (kebugaran) dan beauty...

Rumah Impian Anti Ribet, BTN Gandeng Pinhome Hadirkan KPR Digital

Rumah Impian Anti Ribet, BTN Gandeng Pinhome Hadirkan KPR Digital

oleh Sandy Romualdus
5 Juni 2026 - 13:51

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan platform properti digital terintegrasi, PT Properti...

Direktur Utama BRI Sebut Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah

Direktur Utama BRI Sebut Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah

oleh Stella Gracia
5 Juni 2026 - 10:30

Stabilitas.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau biasa disebut artificial intelligence (AI) mendorong industri perbankan memasuki fase transformasi baru. Layanan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Langkah Raymond/Joaquin di Final BWF Super 1000 Perkuat Optimisme Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia

BNI Raih Predikat Best Companies to Work for in Asia untuk Ketiga Kalinya

BNI-PBSI Cetak Generasi Baru Juara, Raymond/Joaquin Melaju ke Final Indonesia Open 2026

Pasar Global Tembus US$6,8 Triliun, BRI (BBRI) Pacu Kredit UMKM Sektor Wellness

Buntut Aduan Konsumen, OJK Instruksikan Solusiku Setop Sementara Penagihan Bermasalah

Rapor Sektor Keuangan Mei 2026: Pasar Saham Konsolidasi, Intermediasi Perbankan Tetap Solid

Rumah Impian Anti Ribet, BTN Gandeng Pinhome Hadirkan KPR Digital

Direktur Utama BRI Sebut Adopsi Kecerdasan Buatan Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah

Kasus Investasi Bodong Mantan Pegawai Bank, OJK Buka Posko Pengaduan di Purwokerto

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Bank akan Fokus Konsolidasi Internal

Bank akan Fokus Konsolidasi Internal

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance