Stabilitas..id — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkuat komitmen literasi keuangan dan kepedulian sosial melalui kolaborasi dengan program Kick Andy Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara (BINUS) Alam Sutera, Kamis (26/2/2026).
Selain memberikan edukasi perencanaan keuangan kepada ratusan mahasiswa, AAJI juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp734,85 juta untuk pemulihan pascabencana di Sumatra.
Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat, menyatakan bahwa pengembangan generasi muda merupakan pilar penting dalam keberlanjutan industri asuransi jiwa. Komitmen ini diwujudkan salah satunya melalui pemberian Beasiswa Harry Diah bagi mahasiswa yang melakukan riset mengenai manajemen risiko dan asuransi.
BERITA TERKAIT
“AAJI berkomitmen pada pengembangan generasi muda melalui Beasiswa Harry Diah. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1 hingga S3 yang mengangkat tema industri asuransi jiwa dan perlindungan keuangan dalam tugas akhir mereka,” ujar Emira di Tangerang, Kamis (26/2/2026).
Apresiasi Riset Mahasiswa
Dalam kesempatan tersebut, AAJI memberikan apresiasi kepada tiga perguruan tinggi dengan jumlah penerima Beasiswa Harry Diah terbanyak, yaitu IPB University, Universitas Indonesia, dan STMA Trisakti. Langkah ini diharapkan dapat mendorong minat akademisi untuk terus meningkatkan literasi asuransi jiwa di Indonesia.
Kepala Departemen Literasi dan Edukasi AAJI, Cicilia Nina, menambahkan bahwa perencanaan keuangan harus menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. “Kesiapan finansial membantu individu lebih siap menghadapi risiko tak terduga, termasuk dampak ekonomi dari bencana alam, sehingga proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” jelas Cicilia.
Solidaritas untuk Sumatra
Tak hanya fokus pada edukasi, AAJI bersama 15 perusahaan anggota melalui program Industry Social Responsibility (ISR) “Kebaikan Berkelanjutan” berhasil menghimpun bantuan total sebesar Rp734.850.000. Bantuan ini difokuskan pada pemulihan pascabencana yang berkelanjutan di wilayah Sumatra.
Emira menjelaskan bahwa bantuan tersebut dialokasikan untuk kebutuhan krusial seperti:
- Sekolah Alam Darurat: Sebagai sarana belajar sekaligus trauma healing bagi anak-anak.
- Bantuan Nutrisi: Pemberian asupan berbasis real food untuk ibu dan anak.
- Fasilitas Sanitasi: Penyediaan toilet portable, septic tank, tandon air, hingga jaringan perpipaan dan filter air bersih.
“Pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan menyeluruh. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga bangkit untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih sehat,” pungkas Emira.
Melalui rangkaian kegiatan ini, AAJI menegaskan semangat “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna” sebagai landasan industri asuransi jiwa dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia. ***
















