• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Maret 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Affiliate Marketing Jadi Motor Baru Influencer E-Commerce di Asia Tenggara

oleh Stella Gracia
22 Juli 2025 - 16:41
31
Dilihat
Affiliate Marketing Jadi Motor Baru Influencer E-Commerce di Asia Tenggara
0
Bagikan
31
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Lanskap influencer marketing di Asia Tenggara memasuki babak baru. Pemasaran afiliasi (affiliate marketing) kini mencuat sebagai pendorong utama pertumbuhan e-commerce berbasis kreator, di tengah pergeseran preferensi konsumen terhadap konten yang lebih otentik dan relevan.

Hal tersebut terungkap dalam laporan riset tahunan edisi ketiga bertajuk E-commerce Influencer Marketing in Southeast Asia yang dirilis oleh impact.com, platform kemitraan commerce global, bersama dengan Cube, penyedia intelijen pasar e-commerce. Laporan ini mengkaji evolusi hubungan antara brand, kreator, dan platform digital di enam pasar utama Asia Tenggara: Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Riset ini memotret lebih dari 2.400 konsumen, kreator, dan pelaku industri, serta menyajikan data mendalam tentang bagaimana kemitraan afiliasi menjelma menjadi strategi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan, menggantikan model influencer tradisional yang selama ini bergantung pada reach dan eksposur semata.

BERITA TERKAIT

Tak Perlu Tunggu Gajian, Blibli Hadirkan Promo Tengah Bulan Cuan Januari 2026

Laporan Penipuan Capai Rp6,1 Triliun, Blibli Tegaskan Komitmen Perbarui Standar ISO Keamanan

Riset Adjust: Instalasi Aplikasi Belanja di APAC Naik 13% di H1/2025, AI Jadi Kunci Strategi Pertumbuhan

Rayakan HUT ke-14 Blibli Lewat Festival #NoBlablaDiBlibli, Promo Tiap Hari – SurPRIZE Diskon Tanpa Basa-Basi

Afiliasi dan Otentisitas Gantikan Popularitas Semu

Dalam lanskap yang makin kompetitif dan jenuh, kepercayaan konsumen terhadap mega influencer menunjukkan penurunan signifikan. Hanya 59% responden menyatakan masih terpengaruh oleh influencer dengan lebih dari 1 juta pengikut—turun 7% dari tahun sebelumnya.

Sebaliknya, micro dan nano influencer dinilai lebih autentik dan relatable, membuat persepsi keaslian mereka tetap terjaga di tengah menurunnya efektivitas endorsement berskala besar.

“Konsumen saat ini lebih tertarik pada konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan relevan dengan kebutuhan mereka,” ujar Adam Furness, Managing Director APAC impact.com dalam siaran pers, dikutip Selasa (22/7).

“Affiliate marketing memungkinkan kolaborasi yang lebih bermakna antara brand dan kreator, dengan dampak langsung terhadap keputusan pembelian.”

Key Opinion Sellers (KOS) dan Peran Marketplace

Riset ini juga menyoroti munculnya Key Opinion Sellers (KOS) sebagai segmen baru di ranah kreator e-commerce. Fenomena ini paling kentara di TikTok Shop, di mana 9 dari 10 kreator teratas di Thailand merupakan KOS yang aktif menjual langsung ke audiens mereka.

Marketplace seperti Shopee, Lazada, dan TikTok Shop pun memperkuat peran mereka dalam ekosistem afiliasi. Komisi penjualan berkisar antara 4% hingga 13%, dengan kategori kecantikan dan fesyen menjadi magnet utama bagi konsumen dan kreator.

Sebanyak 83% responden mengaku pernah melakukan pembelian melalui tautan afiliasi, dengan 62% membeli produk kecantikan dan 54% membeli produk fesyen.

Konsumen Butuh Relevansi, Brand Butuh Hasil

Data juga menunjukkan perubahan motivasi interaksi konsumen terhadap konten influencer. Jika sebelumnya dominan untuk hiburan, kini ada pergeseran ke arah edukasi: 77% mencari hiburan, sementara 64% ingin mempelajari hal baru dari konten yang mereka konsumsi.

Konten berformat shoppable menjadi semakin efektif dalam mendorong konversi. Tautan langsung dari kreator (31%) dan promosi di platform marketplace (30%) terbukti lebih memicu pembelian dibanding unggahan brand konvensional.

Implikasi Strategis bagi Brand

Laporan ini menyajikan beberapa temuan penting bagi brand yang ingin menyusun ulang strategi influencer mereka:

  • Transisi dari reach ke impact: Model influencer tradisional berbasis impresi kini perlu digantikan dengan pendekatan berbasis kinerja dan kemitraan jangka panjang.
  • Fokus pada kreator autentik dan komunitas kecil: Koneksi emosional dan relevansi konten menjadi aset baru dalam membangun loyalitas konsumen.
  • Optimalisasi platform marketplace: Marketplace bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga arena strategis untuk membangun afiliasi berbasis kinerja.

“Tren yang kami amati menunjukkan bahwa affiliate marketing bukan sekadar pelengkap, tapi telah menjadi fondasi dalam strategi pemasaran digital yang scalable dan measurable,” tegas Adam Furness.

Seiring dengan meningkatnya tekanan untuk membuktikan ROI dari setiap anggaran pemasaran, temuan ini menjadi panduan penting bagi brand dalam menavigasi dinamika ekonomi kreator yang terus berkembang di Asia Tenggara. Laporan lengkap E-commerce Influencer Marketing in Southeast Asia 2025 tersedia melalui situs resmi impact.com. ***

Tags: #E-CommerceAffiliate Marketingaffiliate marketing Asia Tenggarae-commerce influencer marketinginfluencer e-commerce Southeast Asia 2025mega influencer vs micro influencerriset impact.com Cube 2025strategi pemasaran afiliasi
 
 
 
 
Sebelumnya

Agus H. Widodo, Nahkoda Baru Asbanda 2025–2029: Siap Perkuat Sinergi dan Transformasi BPD

Selanjutnya

OJK Terbitkan Aturan PKK Sektor IAKD, Perkuat Tata Kelola dan Integritas di Industri Keuangan Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

oleh Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 11:16

Stabilitas.id – Harga emas domestik terus merangkak naik di tengah kombinasi panasnya tensi geopolitik global dan peningkatan permintaan musiman menjelang...

Pasar Properti 2026: Rumah Tipe Kecil Dominasi Pertumbuhan, Tren Sewa di Jakarta Menguat

Pasar Properti 2026: Rumah Tipe Kecil Dominasi Pertumbuhan, Tren Sewa di Jakarta Menguat

oleh Sandy Romualdus
11 Maret 2026 - 16:48

Stabilitas.id — Pasar residensial nasional menunjukkan kondisi yang relatif stabil di penghujung tahun 2025. Data terbaru dari Pinhome Home Sell...

Sinergi SMGR-Taiheiyo: Incar Pasar Soil Stabilization, Intip Prospeknya!

Sinergi SMGR-Taiheiyo: Incar Pasar Soil Stabilization, Intip Prospeknya!

oleh Sandy Romualdus
10 Maret 2026 - 19:44

Stabilitas.id – Emiten semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG, resmi memperluas gurita bisnisnya ke sektor...

Modal Asing Banjiri KFLN Indonesia, Posisi Investasi Internasional Tetap Resilien di 18,8% PDB

Modal Asing Banjiri KFLN Indonesia, Posisi Investasi Internasional Tetap Resilien di 18,8% PDB

oleh Sandy Romualdus
10 Maret 2026 - 13:57

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada akhir triwulan IV 2025 mencatatkan kewajiban neto sebesar...

Optimisme Meningkat, Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 Tembus 127,0

Masyarakat RI Makin Pede: Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Naik ke Level 118,5

oleh Stella Gracia
10 Maret 2026 - 13:49

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Februari 2026 tetap berada di level optimis. Berdasarkan...

Sasar 511 Pemda, BI dan Satgas P2DD Luncurkan KATALIS untuk Akselerasi Digitalisasi Daerah

Sasar 511 Pemda, BI dan Satgas P2DD Luncurkan KATALIS untuk Akselerasi Digitalisasi Daerah

oleh Stella Gracia
10 Maret 2026 - 13:43

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) resmi menginisiasi program KATALIS P2DD...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Industri Asuransi Jiwa Bukukan Pendapatan Rp238 Triliun, AAJI Fokus Benahi Klaim Kesehatan

Sinergi Satu Tahun Danantara, BNI Pertebal Dukungan Investasi SDM dan Akses Pendidikan

Ramadan 2026: Danamon Optimistis Transaksi QRIS Tumbuh Dua Digit di Tengah Mobilitas Mudik

Jelang Lebaran, BSN dan Insan Pers Salurkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat

CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital OCTO Selama Libur Idulfitri dan Nyepi 2026

LPS Siapkan Skenario Penjaminan Polis Mulai 2027, Asosiasi Dukung Penuh

Eskalasi Geopolitik dan Momentum Ramadan Dongkrak Harga Emas HRTA ke Rp2,89 Juta per Gram

BRI Siapkan 175 Bus Gratis bagi Pemudik Lebaran 2026, Pastikan Mudik Lancar dan Aman

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
OJK Terbitkan Aturan PKK Sektor IAKD, Perkuat Tata Kelola dan Integritas di Industri Keuangan Digital

OJK Terbitkan Aturan PKK Sektor IAKD, Perkuat Tata Kelola dan Integritas di Industri Keuangan Digital

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance