BRI akselerasi transformasi BRIvolution Reignite di ekosistem Danantara. Aset BRI Group capai Rp 2.250 triliun dan laba Q1 tembus Rp 15,5 triliun.
Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus menggenjot akselerasi program transformasi bertajuk BRIvolution Reignite. Langkah ini dirancang untuk memperkuat daya saing perseroan sekaligus mengoptimalkan nilai tambah (value creation) bagi perekonomian nasional di bawah ekosistem Danantara Indonesia.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi terintegrasi yang bertumpu pada dua pilar utama. Pertama, Transform the Funding Franchise untuk memperkuat pendanaan berbasis dana murah (CASA) dan transaction banking. Kedua, Revamp Existing Core and Build New Core guna memperkokoh bisnis inti kredit mikro serta membangun consumer banking sebagai mesin pertumbuhan baru.
“BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan,” ujar Hery dalam keterangan resminya, Kamis (30/7).
BERITA TERKAIT
Inisiatif transformasi tersebut berdampak positif pada kinerja keuangan perseroan. Pada Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp 2.250 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat naik 13,7% YoY menjadi Rp 1.562 triliun, dengan raihan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 15,5 triliun.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 1.555,1 triliun (+9,4% YoY). Penguatan struktur dana murah ini sukses menekan biaya dana (cost of fund) BRI dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026.
Pertumbuhan fundamental tersebut memperluas ruang intermediasi BRI dalam menyokong program pemerintah. Hingga akhir Juni 2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 103,81 triliun kepada 2 juta pelaku UMKM. Sektor pertanian mendominasi dengan 869.285 debitur (42,68%), disusul sektor perdagangan sebanyak 647.440 debitur (32,34%).
Selain itu, BRI turut mengakselerasi Program 3 Juta Rumah. Per Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI mencapai Rp 18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur, di mana 97% di antaranya disalurkan via skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan realisasi 19.075 unit. Adapun untuk pembiayaan penyediaan hunian, Kredit Program Perumahan (KPP) BRI telah tersalurkan Rp 10,7 triliun per 19 Juli 2026 (89% dari target Rp 12 triliun).
Pada kesempatan terpisah, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi BUMN difokuskan untuk membangun keberlanjutan jangka panjang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Yang membedakan sebetulnya seorang CEO dengan seorang manajer itu adalah komitmennya terhadap keberlanjutan daripada sebuah perusahaan,” pungkas Dony. ***

















