PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sukses menyalurkan KUR sebesar Rp17,77 triliun hingga Mei 2026 dengan porsi sektor produksi mendominasi sebesar 63,54%.
Stabilitas.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terus memperkuat taji sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi arus bawah. Hingga 31 Mei 2026, bank berlogo pita emas ini mencatatkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp17,77 triliun.
Pembiayaan berbunga rendah tersebut tercatat telah mengalir ke 135.829 pelaku usaha produktif di seluruh penjuru Indonesia. Angka realisasi ini setara dengan 43,34% dari total pagu target penyaluran KUR yang dipatok Bank Mandiri untuk sepanjang tahun 2026.
SVP Micro Development & Agent Banking Bank Mandiri, Bayu Trisno Arief Setiawan, mengungkapkan bahwa ekspansi kredit mikro ini berjalan beriringan dengan manajemen risiko yang ketat. Hal ini tecermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang sukses dipertahankan di level sehat, yakni di kisaran 1%.
BERITA TERKAIT
“Pencapaian ini menunjukkan keunggulan yang berkelanjutan dalam model bisnis mikro Bank Mandiri yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan pembiayaan, tetapi juga menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berdaya tahan,” ujar Bayu dalam keterangan resminya, Senin (6/7).
Pertanian Jadi Kontributor Utama
Demi menciptakan efek multiplikasi (multiplier effect) yang luas terhadap perekonomian daerah, Bank Mandiri mengarahkan mayoritas dana KUR ke sektor produksi. Porsinya mencapai 63,54% atau setara Rp11,29 triliun, sementara sektor non-produksi menyerap 36,46% atau Rp6,48 triliun.
Berikut adalah peta rincian penyaluran KUR Bank Mandiri di sektor produktif hingga akhir Mei 2026:
| Sektor Produksi UMKM | Nilai Penyaluran Pasokan Modal | Pangsa Pasar (Share) terhadap Total KUR |
| Pertanian |
Rp5,82 triliun |
32,77% |
| Jasa Produksi |
Rp3,86 triliun |
21,72% |
| Industri Pengolahan |
Rp1,35 triliun |
7,60% |
| Perikanan |
Rp249 miliar |
1,41% |
Selain menggenjot sektor di atas, BMRI turut andil mendukung Program Tiga Juta Rumah milik pemerintah. Dari sisi demand, Bank Mandiri telah menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp493,10 miliar kepada 1.764 debitur. Fasilitas ini dikhususkan bagi UMKM yang memerlukan modal untuk pembelian, pembangunan, maupun renovasi tempat usaha.
Ekosistem Closed-Loop
Secara historis sejak program KUR digulirkan pertama kali pada 2008 hingga Mei 2026, akumulasi kucuran KUR Bank Mandiri telah menembus Rp321,01 triliun yang didistribusikan kepada 3,72 juta debitur.
Untuk menjaga konsistensi dan kualitas pembiayaan ke depan, Bank Mandiri mengandalkan strategi pendekatan closed-loop ecosystem. Langkah ini menghubungkan pelaku UMKM secara terintegrasi dengan nasabah wholesale, sentra produksi, distributor, hingga penyerap komoditas (off-taker) dalam satu rantai nilai.
Di samping itu, penetrasi layanan keuangan modern terus diperluas melalui pemanfaatan kanal digital, optimalisasi jaringan Mandiri Agen di pelosok daerah, serta pemberian program edukasi literasi finansial secara berkala agar pelaku usaha lokal dapat naik kelas secara berkelanjutan. ***

















