• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Aset Capai Rp1.699 Triliun: OJK Kejar Target Rasio Dana Pensiun 60 Persen terhadap PDB

by Sandy Romualdus
29 September 2026 - 13:45
13
VIEWS
Aset Capai Rp1.699 Triliun: OJK Kejar Target Rasio Dana Pensiun 60 Persen terhadap PDB
0
SHARES
13
VIEWS

OJK membidik rasio aset dana pensiun tembus 60 persen PDB pada 2045 guna memperkecil pension gap dan memperdalam pasar keuangan nasional.

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat penguatan ekosistem dana pensiun nasional guna memperkecil jurang proteksi hari tua (pension gap) serta mendorong pendalaman pasar modal.

  • Baca juga: Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat menutup Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026 di Jakarta, Jumat (25/9/2026). OJK menargetkan rasio aset industri pensiun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melonjak hingga 60 persen pada 2045.

Hingga Juli 2026, total aset dana pensiun di Indonesia menembus Rp1.699,99 triliun atau tumbuh 6,70 persen secara tahunan. Jumlah kepesertaannya tercatat mencapai 30,67 juta orang.

BERITA TERKAIT

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

Mitigasi Dampak Bencana NTT : OJK Beri Relaksasi Kredit Tiga Tahun bagi Debitur di 8 Kabupaten

Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

Bendung Gadai Ilegal di Daerah: OJK Beri Lampu Hijau Izin Nasional Gadai Mulia dan Solusi Gadai

Kendati tumbuh positif, rasio aset dana pensiun terhadap PDB pada 2025 baru menyentuh 8,22 persen. OJK mematok target kenaikan rasio menjadi 11,2 persen pada 2029 dan 60 persen pada 2045.

Tantangan struktural masih membayangi industri ini. Tingkat inklusi dana pensiun nasional baru sebesar 5,10 persen dengan literasi 22,21 persen. Selain itu, tingkat penggantian penghasilan (replacement ratio) pekerja pensiun di Indonesia masih rendah di kisaran 15–20 persen, jauh di bawah standar ideal 40 persen.

  • Baca juga: Mitigasi Dampak Bencana NTT : OJK Beri Relaksasi Kredit Tiga Tahun bagi Debitur di 8 Kabupaten

Friderica menegaskan bahwa perencanaan pensiun harus dimulai sejak awal karier.

“Jadi kalau kita bicara tentang persiapan pensiun, bukan nanti menjelang-menjelang, tetapi justru dari first day seseorang itu bekerja, sudah harus bisa memikirkan tentang retirement plan-nya seperti apa,” ujar Friderica.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menambahkan bahwa dana pensiun memiliki peran ganda. Selain melindungi hari tua, dana pensiun berfungsi sebagai penyedia likuiditas jangka panjang bagi pasar keuangan.

“Terkait dengan kolaborasi, tentunya pengembangan dan pendalaman pasar industri dana pensiun tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri. Kita harus berkolaborasi,” kata Ogi.

OJK memetakan empat kendala utama kepesertaan, yakni literasi, daya beli (affordability), aksesibilitas, dan kepercayaan (trust). Otoritas kini fokus memperluas kanal digital untuk menjaring pekerja mandiri dan informal.

  • Baca juga: Luncurkan Roadmap 2026–2030: OJK Dorong Bank Masuk Era ‘Universal Banking’ dan Uji Risiko Iklim

“Dengan lebih banyak peserta, kontribusi yang lebih besar, dan akses yang lebih luas, kita berharap dana pensiun memberikan pool uang jangka panjang yang lebih besar dan stabil,” pungkas Ogi. ***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: Dana PensiunFriderica Widyasari DewiIPFS 2026Ogi Prastomiyonoojk
 
 
 
 
 
Previous Post

Kewajiban Ijarah Macet: Peringkat Utang Sukuk PT Pos Terjun Bebas ke Level D

Next Post

Minyak Tembus US$125 per Barel: Destry Damayanti Kunci Arah Moneter BI Lebih ‘Pro-Stability’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 15:46

Bakti BCA berkolaborasi dengan kelompok disabilitas memproduksi 1.800 tas tenun Baduy pewarna alami sebagai suvenir BCA Wealth Summit 2026. Stabilitas.id...

Transaksi Obligasi Melesat 112 Persen: CIMB Niaga Rilis Inisiatif ‘OCTO untuk Pejuang Mimpi’

Transaksi Obligasi Melesat 112 Persen: CIMB Niaga Rilis Inisiatif ‘OCTO untuk Pejuang Mimpi’

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 08:53

CIMB Niaga meluncurkan inisiatif OCTO untuk Pejuang Mimpi guna mempermudah generasi muda menabung dan berinvestasi di era digital. Stabilitas.id - PT...

Tembus 3 Juta Rekening: Fitur Open Bundling Emas BRImo Melesat 1.004 Persen

Tembus 3 Juta Rekening: Fitur Open Bundling Emas BRImo Melesat 1.004 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 07:53

Pengguna Rekening Emas BRImo melesat 1.004 persen ke 3,04 juta rekening per September 2026 berkat inovasi fitur Open Bundling Emas....

Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

Melepas Perangkap Kerdil: Jurus KB Bank Pacu Fondasi Tata Kelola dan Manajemen Risiko UMKM

by Sandy Romualdus
3 Oktober 2026 - 12:51

KB Bank gelar literasi finansial perkuat GCG dan manajemen risiko UMKM. Simak analisis peran platform KBstarbiz dan supply chain financing...

Sasar Kemandirian Finansial Gen Z, CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City

Sasar Kemandirian Finansial Gen Z, CIMB Niaga Gelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City

by Sandy Romualdus
3 Oktober 2026 - 12:37

CIMB Niaga menggelar Kejar Mimpi FEST 2026 di Senayan City. Festival ini mengintegrasikan edukasi finansial, promosi UMKM, dan tata kelola...

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

Sinergi BNI dan InJourney, Layanan Asistensi Bandara Joumpa Kini Hadir di Aplikasi wondr

by Stella Gracia
2 Oktober 2026 - 14:09

BNI menggandeng InJourney Aviation Services (IAS) untuk menghadirkan layanan asistensi bandara Joumpa langsung melalui aplikasi digital wondr by BNI. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
EBC Financial Beberkan 5 Faktor Penentu Prospek Rupiah di Tengah Suksesi Gubernur BI

Minyak Tembus US$125 per Barel: Destry Damayanti Kunci Arah Moneter BI Lebih ‘Pro-Stability’

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance