• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, April 12, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Bank Dunia: Dampak Tarif Dagang AS ke Indonesia Terbatas, Hanya 0,2 Persen dari PDB

oleh Stella Gracia
9 April 2026 - 12:42
13
Dilihat
Arus Peti Kemas Naik 10%, Pelindo Optimistis Logistik 2026 Kian Moncer
0
Bagikan
13
Dilihat

Stabilitas.id – Bank Dunia menilai kebijakan tarif dagang agresif yang diterapkan Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Donald Trump hanya akan memberikan dampak terbatas terhadap kinerja ekspor dan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Aaditya Mattoo, mengungkapkan bahwa berdasarkan model simulasi, dampak tarif AS terhadap pendapatan riil Indonesia hanya sekitar 0,2%. Meski total tarif yang dihadapi Indonesia saat ini berada di bawah 20%, angka tersebut dinilai tidak akan menimbulkan guncangan negatif yang signifikan bagi makroekonomi nasional.

“Jika Indonesia melakukan reformasi untuk mengurangi hambatan non-tarif pada barang dan jasa, keuntungan dari reformasi tersebut akan jauh lebih besar dibandingkan biaya akibat tarif AS,” ujar Mattoo dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026.

BERITA TERKAIT

BRI Group Bidik ‘Offshore Financing’, Kolaborasi Pegadaian-SMBC Sokong Ekonomi Kerakyatan

Sinergi TASPEN dan Bank Mandiri Taspen Beri Bantuan Hunian Sehat di NTT

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 Menjadi 4,7 Persen, Soroti Dampak Harga Minyak

Deeskalasi Timur Tengah: Trump Tangguhkan Serangan, Iran Ajukan Proposal 10 Poin

Ketahanan ekspor Indonesia terhadap kebijakan proteksionisme Washington didukung oleh kesepakatan strategis Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada 19 Februari 2026.

Melalui perjanjian ini, meskipun AS menerapkan rata-rata tarif 19% untuk produk Indonesia, terdapat pengecualian khusus tarif 0% untuk produk-produk tertentu. Sebagai imbal balik, Indonesia telah menghapus pungutan tarif atas 99% produk asal Amerika Serikat. Namun, laporan Bank Dunia mencatat bahwa tarif resiprokal ini untuk sementara digantikan oleh tarif global 10% berdasarkan Section 122 Trade Act of 1974 yang berlaku hingga Juli 2026.

Kinerja Ekspor Nonmigas Melesat

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat optimisme terhadap pasar AS. Sepanjang Januari–Desember 2025, total ekspor Indonesia mencapai US$282,91 miliar, naik 6,15% (yoy). Amerika Serikat tetap kokoh sebagai negara tujuan ekspor terbesar kedua setelah China.

  • Nilai Ekspor ke AS: Mencapai US$30,96 miliar.

  • Pertumbuhan Nonmigas ke AS: Melonjak 16,66% dibandingkan tahun sebelumnya.

  • Posisi Impor: AS menempati posisi ketiga pemasok barang ke Indonesia dengan nilai US$9,84 miliar.

Reformasi Domestik Jadi Kunci

Bank Dunia menekankan bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah berupa aturan impor bahan baku dan standar teknis yang ketat. Dengan menyederhanakan regulasi domestik dan mengurangi hambatan non-tarif, Indonesia dapat menjadikan kebijakan tarif Trump sebagai small change atau tantangan kecil yang mudah diatasi.

Langkah reformasi ini dipandang esensial agar daya saing produk manufaktur Indonesia tetap kompetitif di pasar global, terutama saat memasuki kuartal II/2026 yang penuh dengan dinamika kebijakan perdagangan trans-pasifik. ***

Tags: Aaditya MattooAgreement on Reciprocal TradeARTBank DuniaBPSDonald TrumpEkspor Indonesia ke ASHambatan Non-TarifPrabowo Subiantotarif dagang
 
 
 
 
Sebelumnya

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI 2026 Menjadi 4,7 Persen, Soroti Dampak Harga Minyak

Selanjutnya

Dominasi SBN 64,29 Persen, Strategi Investasi TASPEN Perkuat Stabilitas Pasar Domestik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pencapaian Historis: BTN Salurkan 6 Juta Unit KPR Senilai Rp530 Triliun Sejak 1976

Pencapaian Historis: BTN Salurkan 6 Juta Unit KPR Senilai Rp530 Triliun Sejak 1976

oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 13:22

Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatatkan tonggak sejarah baru dalam industri perumahan nasional. Hingga awal April 2026,...

Kinerja Regional Melesat 14,3 Persen, SIG Kirim Batch Pertama Klinker ke Mauritania

Kinerja Regional Melesat 14,3 Persen, SIG Kirim Batch Pertama Klinker ke Mauritania

oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 11:49

Stabilitas.id – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG/SMGR) resmi melakukan ekspansi pasar ke kawasan Afrika Barat Laut melalui pengiriman ekspor...

Link and Match Industri: 50 Persen Peserta Vokasi Batch I 2026 Kantongi Komitmen Kerja

Link and Match Industri: 50 Persen Peserta Vokasi Batch I 2026 Kantongi Komitmen Kerja

oleh Stella Gracia
10 April 2026 - 10:53

Stabilitas.id – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan (kick-off) Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Program ini...

Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

oleh Stella Gracia
10 April 2026 - 10:40

Stabilitas.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memaparkan empat pilar strategis untuk mengelola penerimaan negara guna menghadapi outlook ekonomi...

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

oleh Sandy Romualdus
10 April 2026 - 10:27

Stabilitas.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kembali memimpin Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah...

Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

oleh Sandy Romualdus
9 April 2026 - 13:03

Stabilitas.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menetapkan target ambisius untuk mengamankan penerimaan senilai Rp200 triliun melalui perluasan basis...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Klarifikasi Bank Neo Commerce: Izin yang Dicabut OJK Terkait Produk yang Belum Rilis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Robert Leonard Marbun Jabat Sekjen Kemenkeu, Gantikan Heru Pambudi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Investasi Hijau Bank BSN, Ribuan Mangrove Ditanam di Teluk Benoa

RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

Pencapaian Historis: BTN Salurkan 6 Juta Unit KPR Senilai Rp530 Triliun Sejak 1976

Sinergi BRI dan Pegadaian di Timor Leste: Targetkan Pemberdayaan UMKM Lintas Negara

Kinerja Regional Melesat 14,3 Persen, SIG Kirim Batch Pertama Klinker ke Mauritania

Link and Match Industri: 50 Persen Peserta Vokasi Batch I 2026 Kantongi Komitmen Kerja

Dukung Konsolidasi Danantara, BRI Lepas BRI-MI dan PNM-IM Senilai Rp1,32 Triliun

Strategi Fiskal 2026: Kemenkeu Fokus pada Perluasan Basis Pajak Adil dan Integritas SDM

Adopsi Teknologi VR, Eduhajj Targetkan Digitalisasi Edukasi Haji bagi Gen Z dan Alpha

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Dominasi SBN 64,29 Persen, Strategi Investasi TASPEN Perkuat Stabilitas Pasar Domestik

Dominasi SBN 64,29 Persen, Strategi Investasi TASPEN Perkuat Stabilitas Pasar Domestik

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance