Jakarta – Kemampuan industri pupuk nasional dalam menyediakan pasokan bagi sektor pertanian dan perkebunan, perlu diperkuat guna menopang ketahanan pangan nasional. Untuk itu, hingga November 2011, Bank Mandiri telah memberikan pembiayaan sekitar Rp 9,2 triliun kepada industri pupuk nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi. Jumlah tersebut meningkat 82 persen dari pembiayaan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kebutuhan pupuk nasional terus meningkat seiring kenaikan kebutuhan pangan nasional. Menyadari kebutuhan tersebut, kami berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri pupuk nasional,” ujar Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Fransisca Nelwan Mok di Jakarta, (5/1).
Bank Mandiri pun berupaya merealisasikan Komitmen tersebut, dimana salah satunya adalah dengan ikut serta dalam kredit Club Deal bersama BRI, BNI dan BCA senilai total Rp1,9 triliun kepada PT Pupuk Kujang untuk kebutuhan refinancing kredit dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) yang diperuntukkan bagi pembangunan pabrik Kujang 1B. Adapun kontribusi Bank Mandiri dalam Club Deal yang jatuh tempo pada 2019 itu adalah sebesar Rp300 miliar. Kreditur lain dalam Club Deal itu adalah Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia dan Bank Central Asia.
BERITA TERKAIT
Fransisca menjelaskan, keterlibatan Bank Mandiri dalam pembiayaan ini merupakan bukti dukungan perusahaan pada program revitalisasi industri pupuk yang tengah diusung pemerintah.






.jpg)










