CBI integrasikan platform Andalan UMKM ke super app SAPA UMKM milik Kementerian UMKM guna bantu 69,5% UMKM unbankable membangun profil kredit.
Stabilitas.id – PT Credit Bureau Indonesia (CBI) resmi ditunjuk sebagai mitra ekosistem SAPA UMKM, super app digital terintegrasi yang dikembangkan oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melalui kemitraan ini, CBI mengintegrasikan platform Andalan UMKM guna membantu lebih dari 57 juta pelaku UMKM membangun profil usaha yang kredibel untuk meningkatkan kesiapan mengakses pembiayaan perbankan formal.
Langkah ini menyasar akar persoalan minimnya penyaluran kredit ke sektor riil. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sebanyak 69,5% pelaku UMKM di Indonesia masih belum dapat mengakses pembiayaan perbankan. Hambatan utama tidak hanya dipicu oleh keterbatasan jaringan pembiayaan, melainkan minimnya kesiapan administrasi, keterbatasan riwayat kredit, serta ketiadaan profil usaha yang terverifikasi.
BERITA TERKAIT
Direktur Utama CBI, Anton Adiwibowo, menjelaskan bahwa potensi bisnis UMKM sering kali tidak tergambarkan secara optimal karena kendala data dan tata kelola administrasi.
“Selama lima tahun terakhir, CBI membangun infrastruktur data untuk mendukung kesiapan UMKM mendapatkan akses pembiayaan formal. Melalui integrasi Andalan UMKM ke dalam SAPA UMKM, kami ingin memberikan akses bagi setiap pelaku UMKM untuk memahami profil usahanya, mengetahui aspek yang perlu ditingkatkan, dan mempersiapkan diri sebelum mengajukan pembiayaan,” ujar Anton dalam keterangan resmi, Selasa (28/7).
Empat Fitur Utama Penilaian Kesiapan Kredit
Integrasi platform Andalan UMKM dalam ekosistem SAPA UMKM membekali pelaku usaha dengan empat fitur strategis untuk mempermudah penilaian kelayakan usaha (creditworthiness):
-
Document Readiness Checklist: Memastikan kelengkapan dokumen legalitas dan administrasi seperti NIB, NPWP, akta perusahaan, hingga laporan keuangan sebelum mengajukan pinjaman.
-
Own Business Profile Assessment: Sarana evaluasi mandiri bagi UMKM untuk melihat status badan usaha dan tingkat kesiapan kredit secara terukur.
-
Improvement Roadmap: Mengidentifikasi celah data (data gap) serta memberikan rekomendasi konkret untuk meningkatkan skor kesiapan pembiayaan.
-
Financial Institution Confidence: Menyediakan profil usaha terverifikasi berbasis Know Your Customer (KYC) dan Know Your Business (KYB) guna mempercepat proses verifikasi oleh lembaga keuangan.
Penguatan Satu Data UMKM
Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM, Anang Rachman, menyampaikan bahwa integrasi ini diarahkan untuk mewujudkan sistem satu data UMKM yang terintegrasi, akurat, dan mutakhir.
“SAPA UMKM dikembangkan sebagai platform digital nasional yang mengintegrasikan data, layanan, dan berbagai program pemerintah. Kehadirannya menjadi jawaban atas tantangan pembiayaan, pendampingan, hingga perluasan pasar bagi pelaku usaha lokal,” tutur Anang.
Sebagai Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) berizin dan diawasi OJK, keterlibatan CBI dalam SAPA UMKM diharapkan dapat menjembatani jurang pembiayaan (financing gap) nasional, sekaligus memperluas jangkauan inklusi keuangan berbasis data secara berkelanjutan.***















