• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Life Style Kesehatan

Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup

by Stella Gracia
19 Februari 2026 - 11:21
29
VIEWS
Beban Kanker Indonesia Diprediksi Naik 63%, Penanganan Lansia Fokus pada Kualitas Hidup
0
SHARES
29
VIEWS

Stabilitas.id – Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penanganan penyakit tidak menular, khususnya kanker. Data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) memproyeksikan beban kasus dan angka kematian akibat kanker di Tanah Air akan melonjak hingga 63% pada periode 2025–2040 jika tidak ada intervensi strategi yang signifikan.

Peningkatan jumlah penyintas kanker juga terjadi pada kelompok usia lanjut (lansia). Seiring dengan meningkatnya angka harapan hidup, penanganan kanker pada lansia kini mulai bergeser. Tidak hanya berfokus pada durasi hidup (survival rate), tetapi lebih menekankan pada kualitas hidup yang tetap terjaga.

  • Baca juga: Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Primaya Hospital Semarang, dr. Daniel Rizky, Sp.PD-KHOM, menjelaskan bahwa teknologi diagnostik dan terapi presisi saat ini telah memperluas akses pengobatan bagi lansia. Namun, ia menekankan pentingnya penggunaan frailty index atau tingkat kebugaran biologis sebelum menentukan tindakan medis.

BERITA TERKAIT

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Terobosan Jantung Tanpa Ring, Primaya Hospital Gelar Indonesia DEB Conclave 2025

DBS Foundation Gelar ‘Impact Beyond Dialogue’ untuk Tingkatkan Kesiapan Hadapi Populasi Menua

“Tidak semua pasien berusia 70 tahun memiliki kondisi tubuh yang sama. Terapi tidak bisa disamaratakan dan harus melalui penilaian khusus sebelum menentukan jenis maupun dosis pengobatan,” ujar dr. Daniel dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (19/2/2026).

Tantangan Deteksi Dini dan Preventif

Meskipun teknologi berkembang pesat, deteksi dini di Indonesia masih menjadi kendala utama. Mayoritas pasien masih datang dalam kondisi stadium lanjut. Padahal, secara medis, sekitar 50% kasus kanker sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat dan skrining berkala.

  • Baca juga: Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Untuk merespons kebutuhan tersebut, industri kesehatan mulai memperkuat layanan preventif. Salah satunya, Primaya Hospital menyediakan paket skrining kanker umum dan khusus wanita secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026 guna menekan angka temuan stadium lanjut.

Terapi Terukur dan Dukungan Nutrisi

Dalam hal pengobatan, dr. Daniel meluruskan anggapan bahwa terapi kanker pada lansia selalu berisiko tinggi. Menurutnya, saat ini tersedia regimen terapi yang lebih ramah bagi pasien usia lanjut yang mempertimbangkan fungsi organ dan penyakit penyerta (komorbid).

“Terapi yang ideal adalah yang efektif tanpa membuat kondisi pasien semakin memburuk. Keberhasilan tidak hanya diukur dari angka ketahanan hidup, tapi juga respons tumor dan kenyamanan pasien,” tambahnya.

  • Baca juga: Terobosan Jantung Tanpa Ring, Primaya Hospital Gelar Indonesia DEB Conclave 2025

Selain faktor medis, aspek nutrisi menjadi catatan penting. Masih banyak mitos yang mendorong pembatasan makanan secara ekstrem bagi pasien kanker, padahal asupan nutrisi yang cukup sangat krusial untuk proses pemulihan selama masa terapi. ***

Tags: beban penyakit 2040deteksi diniGLOBOCANkankerkesehatan lansiakualitas hiduplansiaonkologiPrimaya Hospitalskrining kanker
 
 
 
 
 
Previous Post

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

Next Post

Tak Hanya Otomotif, Kapal Cepat Besutan Warga Binaaan Sukamiskin Curi Perhatian di IIMS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

Anak Terlihat Sehat Tapi Kurang Gizi? Waspadai Hidden Hunger

by Stella Gracia
23 Januari 2026 - 16:29

Stabilitas.id — Sebagai orang tua, rasanya lega melihat anak aktif, ceria, dan berat badannya terlihat normal. Tapi tahukah Ayah dan Bunda,...

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

Teknologi Radioterapi Presisi Tinggi Buka Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Serviks

by Stella Gracia
31 Desember 2025 - 11:22

Stabilitas.id - Di tengah masih tingginya angka kanker serviks di Indonesia yang menempati peringkat kedua kanker terbanyak pada perempuan dengan...

Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

Setiap Menit Begitu Berharga: Stroke Jadi Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia

by Stella Gracia
28 November 2025 - 07:58

Stabilitas.id — Stroke masih menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Data WHO 2020 mencatat lebih dari 357.000 kematian per...

Diabetes, Mother of Diseases : Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

Diabetes, Mother of Diseases : Ancaman dari Ujung Rambut hingga Ujung Kaki

by Sandy Romualdus
19 November 2025 - 08:18

Stabilitas.id - Diabetes bukan sekadar penyakit gula darah tinggi. Lebih dari itu, kondisi ini menjadi akar dari banyak penyakit kronis...

BNI Perkuat Program Penurunan Stunting di NTT dan Banten

BNI Perkuat Program Penurunan Stunting di NTT dan Banten

by Sandy Romualdus
2 September 2025 - 18:40

JAKARTA, Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar serangkaian program intervensi gizi dan kesehatan sebagai aksi...

Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia

Jangan Tunggu Kuning, Hepatitis Masih Jadi Epidemi Diam di Indonesia

by Stella Gracia
13 Agustus 2025 - 07:16

JAKARTA, Stabilitas.id – Hepatitis, peradangan hati yang kerap tak bergejala di tahap awal, masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Gagal Pulihkan Kinerja: OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

Lebih dari Lima Tahun Bermitra: BNI Pertegas Dukungan Jangka Panjang Bulu Tangkis Indonesia Menuju LA 2028

Sambut MotoGP Mandalika: BNI Tebar Promo Cashback dan Permudah Transaksi via Wondr

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

Investor Muda Tembus 55 Persen Tapi Kuasai Aset Minim, Analis Ingatkan Risiko Saham Rp1 dan Short Selling

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Tak Hanya Otomotif, Kapal Cepat Besutan Warga Binaaan Sukamiskin Curi Perhatian di IIMS

Tak Hanya Otomotif, Kapal Cepat Besutan Warga Binaaan Sukamiskin Curi Perhatian di IIMS

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance