Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk sejak tahun 2012 menjadi satu-satunya Bank Persepsi Mata Uang Asing yang melayani Modul Penerimaan Negara Generasi 1 (MPN Valas G1). Pada tahun 2014, BNI kembali dipercaya menjadi salah satu bank persepsi mata uang asing yang melayani Penerimaan Negara Generasi 2 (MPN Valas G2).
Menjadi bank persepsi, BNI mendukung Kementerian Keuangan RI dalam melaksanakan Treasury Single Account (TSA-Penerimaan) sejak 2009, BNI terus menguatkan layanannya dan makin dipercaya nasabah. Konsistensi untuk memberikan layanan terbaik itu lantas membawa BNI meraih penghargaan sebagai bank persepsi dengan layanan penerimaan negara terbaik 2014 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada 4 Desember 2014.
Saat ini, ada 3 bank BUMN yang resmi ditunjuk menjadi bank persepsi mata uang asing untuk melayani MPN Valas G2 yaitu BNI, Mandiri, dan BRI ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Kementerian Keuangan RI oleh Direktur Bisnis Banking BNI, Sutanto, dan Direktur Jendral Perbendaharaan, Marwanto Harjowirjono, di Jakarta, Senin, 13 April 2015.
Sejak bulan Mei 2014 hingga Maret 2015, total transaksi MPN Valas G2 melalui BNI mencapai 2.133 transaksi dan nilainya mencapai sekitar USD 388,334 juta. Perbedaan MPN Valas G1 dan MPN Valas G2 adalah pada MPN Valas G2 penyetoran dapat menggunakan kode billing (elektronik), melalui beragam channel pembayaran yaitu teller, Internet Banking, ATM dan EDC, serta waktu penyetoran tidak terbatas (24 jam/7 hari). Adapun generasi sebelumnya masih menggunakan Slip Setoran dan channel pembayaran hanya melalui teller dan Internet Banking sehingga waktu penyetoran terbatas (jam kerja).
Pembayaran penerimaan negara melalui saluran-saluran tersebut langsung dilaporkan dan disetorkan BNI kepada Kementerian Keuangan RI pada hari yang sama. “Keuntungan bagi Kementerian Keuangan, laporannya kami pastikan benar, akuntabel, dan transparan. Keuntungan bagi nasabah yang melakukan setoran penerimaan negara melalui BNI sangat praktis, mudah, cepat dan akurat,” jelas Sutanto.
BNI juga merupakan salah satu bank persepsi untuk melayani MPN G2 dalam mata uang rupiah, dari bulan Mei 2014 hingga Maret 2015, transaksi MPN G2 rupiah mencapai 174.409 transaksi yang nominalnya mencapai sekitar Rp 41 triliun.
“Penandatanganan perjanjian kerja sama 3 Bank BUMN dengan Kementerian Keuangan ini merupakan langkah awal yang sangat baik untuk merealisasikan instruksi Kementerian BUMN dan Peraturan Bank Indonesia serta untuk memperkuat sinergi BUMN, tentunya juga dapat membantu meningkatkan penerimaan negara dengan memberikan kemudahan bagi penyetor penerimaan negara baik pajak, PNBP maupun cukai/kepabeanan,” ungkap Sutanto.





.jpg)










