Jakarta – Bank Mandiri pertemukan para Chief Financial Officer (CFO) dari berbagai sektor industri untuk meningkatkan daya saing melalui efisiensi pengelolaan keuangan. Lebih dari 500 eksekutif dari perusahaan milik negara, swasta dan asing hadir dalam Mandiri CFO Forum untuk berdialog tentang strategi pengelolaan working capital yang efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan.
Hadir pula pakar manajemen keuangan yang tercatat sebagai salah satu prinsipal McKinsey & Company, Tim Koller, memberikan paparan dan tukar pengalaman tentang pengelolaan keuangan yang efisien kepada seluruh peserta forum.
Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, penerapan pengelolaan keuangan yang lebih baik dapat meningkatkan value added bagi perusahaan, baik dari segi biaya maupun kegiatan operasional sehingga mampu memicu peningkatan profit perusahaan.
BERITA TERKAIT
“Saat ini setiap korporasi perlu meningkatkan efisiensi untuk dapat meningkatkan pertumbuhan perusahaan di tengah ketatnya persaingan di segala lini industri. Untuk itu, kami menggelar perhelatan ini sebagai bentuk komitmen kami untuk tumbuh bersama,” kata Zulkifli Zaini di hotel Ritz Charlton Jakarta, Rabu (1/6).
Bank Mandiri, lanjut Zulkifli, terus meningkatkan kemampuan sistem teknologi informasi untuk mendukung layanan transaksi keuangan yang semakin beragam sehingga kenyamanan dan rasa aman nasabah dapat meningkat.
Saat ini, Bank Mandiri telah mengembangkan layanan Mandiri cash management, yang terdiri atas empat layanan dasar, yaitu pembayaran (payment), penghimpunan dana (collection), likuiditas (liquidity) dan pembiayaan (financing).
Untuk pembayaran, layanan yang diberikan antara lain vendor payment (dalam rupiah dan valas), employee payment (gaji), tax payment, dan corporate card untuk perjalanan dinas. Sedangkan layanan yang termasuk dalam penghimpunan dana antara lain Mandiri virtual account, internal billing system dan cash pickup.
Pada kelompok likuiditas, layanan yang dapat digunakan antara lain account sweeping, notional pooling dan target balance account. Sementara untuk kelompok pembiayaan antara lain standby LC, non-LC financing, supply chain financing dan distributor financing.
Penggunaan layanan pengelolaan dana Bank Mandiri terus mengalami pertumbuhan. Volume transaksi cash management Bank Mandiri pada triwulan I/2011 mencapai 265 ribu transaksi, naik dari 95 ribu transaksi pada periode yang sama tahun lalu.
Nilai transaksi Mandiri cash management pada periode triwulan I/2011 mencapai Rp62,4 triliun, tumbuh 43,6 persen dari triwulan pertama 2010 sebesar Rp43,4 triliun. Sementara jumlah nasabah pengguna layanan Mandiri Cash Management pada Maret 2011 juga meningkat menjadi 8.561 nasabah dari nasabah pengguna pada Maret tahun lalu sebanyak 7.784 nasabah.
“Kami ingin terus mengembangkan inovasi produk dan layanan agar dapat menjawab setiap kebutuhan nasabah atas berbagai transaksi keuangan yang semakin kompleks,” ujar Zulkifli Zaini.
Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Dahlan Iskan mengatakan perhelatan semacam ini sangat diperlukan bagi pengelola keuangan di berbagai perusahaan, karena dapat memperkaya wawasan dalam meningkatkan efisiensi. Sebab, melalui efisiensi setiap perusahaan menjadi mudah bergerak dalam melakukan ekspansi bisnis.
Dahlan Iskan mencontohkan, pemanfaatan fasilitas cash management Bank Mandiri oleh PLN, telah memberikan dampak yang positif bagi upaya PLN dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi transaksi keuangan.
Melalui fasilitas cash management Bank Mandiri, konsumen PLN dengan mudah dapat membayar listrik secara online melalui layanan e-banking Bank Mandiri. PLN pun dapat dengan mudah memantau dan melakukan penarikan hasil pembayaran secara harian.
”Keberhasilan PLN meningkatkan efisiensi transaksi keuangan tadi, tentunya memberikan kontribusi yang signifikan bagi PLN dalam mengelola penyediaan listrik bagi masyarakat luas,” katanya.

















