• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Maret 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

China Soroti Klausul ‘Titipan’ AS dalam Perjanjian Dagang Indonesia, Risiko Retaliasi Mengintai

oleh Sandy Romualdus
26 Februari 2026 - 10:31
45
Dilihat
Pemerintah Berkomitmen Perluas Implementasi DO dan SP2 Online

Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (Foto Ist)

0
Bagikan
45
Dilihat

Stabilitas.id — Hubungan dagang Indonesia berada di titik krusial setelah pemerintah China resmi menyatakan kekhawatirannya terhadap poin-poin dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Beijing menyoroti adanya klausul yang dinilai berpotensi merugikan kepentingan pihak ketiga dan merusak prinsip perdagangan bebas yang saling menguntungkan.

Ketegangan ini muncul setelah dokumen perjanjian yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2/2026) mengungkap kewajiban Indonesia untuk menyelaraskan kebijakan keamanan ekonomi dan nasionalnya dengan standar Negeri Paman Sam.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa kerja sama ekonomi antarnegara seharusnya tidak menargetkan atau merugikan kepentingan pihak ketiga.

BERITA TERKAIT

Indonesia-AS Sepakati ART Murni Ekonomi, Pasal Non-Kerja Sama Dicabut

Resmi! Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Resiprokal: AS Pangkas Tarif Produk RI dari 32% Menjadi 19%

“China selalu menganjurkan agar kerja sama ekonomi dan perdagangan antarnegara saling menguntungkan dan tidak merugikan kepentingan pihak ketiga mana pun,” tegas Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (24/2/2026).

Dokumen ART Pasal 5.1 menyebutkan bahwa Indonesia bersedia mengadopsi tindakan pembatasan yang setara dengan langkah AS terhadap negara ketiga demi alasan keamanan nasional. Hal ini mencakup pengendalian ekspor, sanksi, hingga pembatasan transaksi dengan entitas yang masuk dalam daftar hitam AS (Entity List dan SDN List).

Klausul ini dinilai sebagai upaya AS untuk menarik Indonesia ke dalam blok ekonominya guna membendung pengaruh China. Bahkan, AS memberikan ancaman berupa pengembalian tarif impor produk Indonesia ke level 32% jika Jakarta menjalin kerja sama ekonomi dengan negara yang dianggap membahayakan kepentingan Washington.

Ancaman Balas Dendam Ekonomi

Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, menilai perjanjian ini sangat problematik dan mengandung kondisionalitas yang memberatkan. Ia memperingatkan risiko retaliasi atau balas dendam ekonomi dari China jika Indonesia terpaksa mengikuti langkah export control AS.

“Jika Amerika menerapkan export control ke China kemudian Indonesia diminta menerapkan hal yang sama, China tentu akan marah. Mereka mungkin tidak berani membalas Amerika, tapi mereka sangat berani melakukan retaliasi ke Indonesia,” jelas Yose.

Risiko ini bukan main-main. China adalah pasar ekspor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai tembus US$64,82 miliar pada 2025—dua kali lipat lebih besar dari pasar AS. Jika Beijing memutuskan untuk membatasi impor komoditas unggulan seperti kelapa sawit, ekonomi domestik dipastikan bakal terguncang.

Posisi Pemerintah

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah masih memiliki waktu dalam proses ratifikasi. Fokus utama saat ini adalah memastikan komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, dan tekstil tetap mendapatkan tarif 0% di pasar AS, meskipun Presiden Trump berencana menerapkan tarif global 10% dalam 150 hari ke depan.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan besar untuk menyeimbangkan kepentingan antara “Teman Sejati” di Barat dan “Mitra Utama” di Timur demi menjaga stabilitas ekspor dan investasi nasional. ***

Tags: Agreement on Reciprocal TradeEkspor Indonesia ChinaKeamanan Ekonomi NasionalMao NingPerjanjian Dagang RI ASPrabowo TrumpRetaliasi DagangSanksi ASTarif ImporYose Rizal Damuri
 
 
 
 
Sebelumnya

BSI Rilis Tabungan Umrah, Garap Potensi 2 Juta Jemaah dan Tren ‘Spiritual Journey’

Selanjutnya

Ekonom Bank Mandiri: Kredit UMKM Sulit Agresif Jika Sektor Pertanian Masih ‘Lagging’

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 17:28

Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Leang...

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

oleh Stella Gracia
5 Maret 2026 - 17:25

Stabilitas.id — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dirancang dengan...

Menkeu Purbaya Bantah Isu Kredit Lemah: “Ekonom Bilang Begitu Harus Belajar Lagi”

Penerimaan Pajak Melesat 30 Persen, Menkeu Pastikan APBN 2026 Aman dari Gejolak Timteng

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 09:25

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi aman dan...

LPPI Gelar Seminar Manajemen Risiko & Tata Kelola Terintegrasi Bagi Konglomerasi Keuangan

Fitch Ratings Pertahankan Rating BBB Indonesia, Tapi Beri ‘Outlook’ Negatif soal Makan Siang Gratis

oleh Sandy Romualdus
4 Maret 2026 - 13:24

Stabilitas.id — Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings resmi merevisi prospek (outlook) peringkat utang Indonesia dari Stabil menjadi Negatif. Meskipun prospeknya...

Pengamat Ingatkan Pentingnya Fundamental Bank Dukung Program Pemerintah

Pengamat Ingatkan Pentingnya Fundamental Bank Dukung Program Pemerintah

oleh Sandy Romualdus
4 Maret 2026 - 13:01

Stabilitas.id - Sejumlah program pemerintah seperti pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur hingga Makanan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan dana yang tidak sedikit. Di...

Jinakkan Harga Pangan Jelang Lebaran, BI Dorong Kredit Sektor Pertanian Lewat Insentif Rp427,5 Triliun

Jinakkan Harga Pangan Jelang Lebaran, BI Dorong Kredit Sektor Pertanian Lewat Insentif Rp427,5 Triliun

oleh Stella Gracia
3 Maret 2026 - 15:24

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H melalui optimalisasi...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Transformasi BRIVolution Berhasil, Laba Anak Usaha BRI Group Melejit Rp10,38 Triliun

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

Livin’ Fest Heritage Raya: Bank Mandiri Siapkan Cicilan 0% dan Cashback Rp8,88 Juta

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

Misi Humanising Financial Services, Maybank Indonesia Tebar Santunan Rp1,98 Miliar di 20 Kota

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BRI Salurkan KUR Rp83,38 triliun, Pertanian Jadi Motor Utama

Ekonom Bank Mandiri: Kredit UMKM Sulit Agresif Jika Sektor Pertanian Masih 'Lagging'

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance