Stabilitas.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) mengajak nasabah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan berbasis AI deepfake melalui kampanye edukasi #JanganKasihCelah, guna mencegah kerugian akibat pencurian data rahasia seperti OTP, CVV/CVC, PIN, dan masa berlaku kartu.
Kampanye ini menjadi respons Danamon terhadap lonjakan ancaman siber yang memanfaatkan kemajuan AI generatif. “Deepfake dapat meniru wajah dan suara pejabat bank atau keluarga hingga 99% mirip asli, sehingga nasabah mudah terkelabui,” ujar Andreas Kurniawan, Chief Digital Officer Danamon, dalam keterangannya, Selasa (4/11/2025).
Menurut Laporan Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia OJK, perdagangan perangkat deepfake di dark web melonjak 223% antara Q1 2023–Q1 2024. Pelaku biasanya menghubungi korban lewat voice call atau video call, mengaku petugas bank atau kerabat darurat, lalu meminta data sensitif untuk transaksi ilegal.
BERITA TERKAIT
Andreas menegaskan, “Jangan pernah sebutkan Kode OTP, CVV/CVC, PIN, atau masa berlaku kartu kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari Danamon.”
Empat Jurus Jitu Verifikasi Deepfake:
- Cek nomor penelepon – abaikan nomor asing atau mencurigakan.
- Dengar intonasi – suara robotik atau datar patut dicurigai.
- Amati wajah – bibir tak sinkron, mata jarang berkedip, ekspresi kaku.
- Tolak permintaan dana atau data pribadi secara mendadak.
Jika terlanjur memberikan data, nasabah diminta segera:
– Ganti password & PIN via D-Bank PRO.
– Blokir kartu lewat aplikasi atau Hello Danamon 1-500-090 (dalam negeri) / +62-21-23546100 (luar negeri).
“AI lahir untuk memudahkan, bukan menipu. Mari kita sama-sama #JanganKasihCelah,” tutup Andreas. ***





.jpg)










