• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Desember 8, 2025
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Desa yang Tak Lagi Tidur: Ketika BRILiaN dan UMi Menyalakan Harapan dari Pinggiran

oleh Sandy Romualdus
26 Oktober 2025 - 11:15
24
Dilihat
Desa yang Tak Lagi Tidur: Ketika BRILiaN dan UMi Menyalakan Harapan dari Pinggiran

Foto;Dok BRI

0
Bagikan
24
Dilihat

Stabilitas.id – Kabut pagi menggantung di lereng Bukit Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di antara kebun teh, suara becak motor terdengar pelan — bukan kendaraan angkutan biasa, melainkan armada baru untuk mengangkut sampah plastik hasil olahan warga. Di tepi jalan, deretan kios kecil memajang produk lokal: teh celup Lawang, keripik ubi, madu hutan. Tak jauh dari sana, anak-anak bermain di bawah gapura bertuliskan “Desa BRILiaN Lawang – Nagari Berdaya, Negeri Sejahtera.”

Nagari Lawang kini menjadi contoh keberhasilan program Desa BRILiaN, inisiatif BRI yang dirancang sejak 2020 untuk menghidupkan ekonomi desa melalui kolaborasi, literasi keuangan, dan inovasi lokal. Tahun 2025, Lawang dinobatkan sebagai Desa BRILiaN terbaik nasional, mengalahkan ribuan desa lain berkat kemampuannya membangun ekowisata berbasis masyarakat yang menyejahterakan warga.

“Nagari Lawang membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat bisa mendorong pertumbuhan ekonomi desa dan menciptakan pembangunan yang inklusif,” ujar Muhammad Candra Utama, Senior Executive Vice President (SEVP) Ultra Mikro BRI dalam siaran pers, 17 Oktober 2025.

BERITA TERKAIT

Lewat Dialog Akhir Tahun, OJK Tekankan Penguatan UMKM, KPR, dan Digitalisasi Keuangan

Dorong Aksi Hijau, BRI Lanjutkan Komitmen ESG Lewat Penanaman Pohon Produktif

POJK Baru Sederhanakan Regulasi Pergadaian, Akses Pembiayaan Masyarakat Diperluas

Anak usaha BRI Group Catat Laba Rp8,2 Triliun, Kontribusi ke Induk Capai 19,9%

Lebih dari satu abad lalu, seorang patih bernama Raden Bei Aria Wirjaatmadja mendirikan lembaga kecil pengelola dana kas masjid di Purwokerto — untuk membantu warga yang terjerat lintah darat. Dari lembaga itu lahirlah cikal bakal De Poerwokertosche Hulpen Spaarbank der Indlandsche Hoofden, yang kelak bertransformasi menjadi Bank Rakyat Indonesia.

Selama 130 tahun, semangat itu tak berubah: menghadirkan akses keuangan bagi yang tak tersentuh bank besar. Kini, dalam wajah modernnya, spirit itu hidup melalui dua strategi besar: Desa BRILiaN dan Holding Ultra Mikro (UMi) — keduanya menjahit ulang ekonomi rakyat dari bawah.

BRI dan Gerakan Ekonomi Mikro Baru

Sejak diluncurkan 2020, Desa BRILiaN telah membina 4.909 desa di seluruh Indonesia, termasuk 82 desa di Sumatera Barat. Melalui pendekatan hyperlocal ecosystem, BRI menempatkan masyarakat desa sebagai penggerak utama pembangunan — bukan sekadar penerima bantuan.

“BRILiaN” sendiri singkatan dari Berdaya, Resilient, Inovatif, dan Unggul. Setiap desa dibina agar mampu menggali potensi lokal — baik dari pertanian, wisata, maupun UMKM — dengan pendampingan manajemen usaha dan akses pembiayaan. “Kami ingin setiap desa jadi pusat ekonomi, bukan sekadar lokasi produksi,” ujar Candra.

Program Desa BRILiaN yang kini telah membina 4.909 desa aktif itu bukan sekadar statistik. Tiap desa memuat kisah transformasi — dari dusun yang dulu menggantungkan hidup pada hasil tani, kini menjadi pusat inovasi lokal. Di Sumatra Barat, misalnya, Nagari Lawang menata wisata rakyat berbasis kearifan lokal; di Sulawesi Selatan, Desa Bonto Matene mengembangkan kopi arabika dengan manajemen koperasi digital.

Dari sisi keuangan mikro, Holding UMi tumbuh menjadi ekosistem pemberdayaan terbesar di Asia Tenggara. Per September 2025, 36 juta nasabah aktif telah mengakses pembiayaan ultra mikro dengan total penyaluran lebih dari Rp650 triliun. Sebagian besar dari mereka adalah pelaku usaha perempuan — penjual jajanan pasar, perajin, pedagang kelontong — yang kini mulai naik kelas.

Gerakan ini diperkuat oleh jaringan tabungan mikro yang mencapai 180 juta rekening serta 41.715 klaster usaha binaan. Klaster-klaster ini menjadi simpul kolaborasi yang mempertemukan petani, pengrajin, dan pedagang dalam ekosistem ekonomi lokal yang saling menopang.

Sementara itu, 740 ribu agen BRILink tersebar di penjuru negeri, dari kota besar hingga pulau-pulau terpencil. Mereka bukan hanya perpanjangan tangan bank, tapi juga simbol inklusi keuangan — menghubungkan warga desa dengan layanan formal tanpa harus menempuh jarak berjam-jam ke kantor cabang.

Lebih dari sekadar angka, capaian ini mencerminkan filosofi lama BRI: “membangun dari yang kecil, menguatkan dari yang akar.” Dari sinilah ekonomi rakyat menegakkan dirinya — satu desa, satu usaha, satu harapan pada setiap lembar rupiah yang berputar di tangan rakyat kecil.

Sebut saja di Pulau Madura, Sunaie dulunya hanya pemilik warung kecil. Modalnya pas-pasan, dan setiap kali butuh tambahan, ia harus meminjam ke tetangga dengan bunga tinggi. Semua berubah ketika ia bergabung dalam program Mitra UMi. Pinjaman awalnya hanya Rp2 juta.

Kini, Sunaie telah menjadi Agen BRILink, menghubungkan ratusan warga ke sistem keuangan formal. “Sekarang saya bukan cuma jualan, tapi bantu orang transfer uang, bayar listrik, dan kirim tabungan anak sekolah,” katanya bangga.

Pendapatannya meningkat tiga kali lipat. Tapi bagi Sunaie, hal terpenting bukan uang — melainkan kepercayaan. “Orang-orang datang ke saya bukan karena warung, tapi karena percaya.”

Di ujung timur Indonesia, Siti Khusnul Khotimah memulai bisnis jajanan pasar di Merauke. Ia meminjam Rp3 juta dari PNM Mekaar, bagian dari Holding UMi. Enam bulan kemudian, omzetnya naik menjadi Rp10 juta per bulan. Ia bahkan menggaji dua tetangganya. “Saya ingin usaha ini bisa bantu orang lain juga,” ucapnya.

Sementara di Jawa Tengah, Yulianto di Magelang mengubah kios kecilnya menjadi pusat transaksi mikro. Ia dulu kuli bangunan, kini agen BRILink yang melayani ratusan transaksi tiap minggu. “Saya dulu nasabah, sekarang bantu orang lain jadi nasabah,” katanya.

Fondasi Ekonomi Nasional

BRI melihat desa bukan sebagai objek pembangunan, tapi subjek ekonomi. Melalui Desa BRILiaN dan Holding UMi, desa kini jadi simpul jaringan ekonomi baru. Bukan hanya urusan pinjaman dan tabungan, tapi juga pertumbuhan ekosistem: wisata, pertanian, hingga digitalisasi transaksi.

BRI mencatat, perputaran ekonomi di desa-desa BRILiaN naik rata-rata 27% per tahun, terutama dari sektor UMKM dan wisata lokal. Di Lawang, pembentukan Lawang Adventure Park menghidupkan 200 lapangan kerja baru, sementara omzet UMKM meningkat dua kali lipat dalam dua tahun.

Program ini juga memperkuat inklusi keuangan digital. Lebih dari 740 ribu agen BRILink tersebar hingga pelosok desa, menjadikan BRI satu-satunya bank besar yang menjangkau seluruh kecamatan di Indonesia.

ALhasil pendekatan hyperlocal menjadikan BRI bukan sekadar lembaga finansial, tapi gerakan sosial. Ia hadir di ruang paling sunyi ekonomi rakyat, dari warung kecil hingga kelompok nelayan. Tak menggurui, melainkan mendampingi.

Candra menyebut BRI kini berada di fase “revolusi mikro”, di mana pertumbuhan bukan hanya diukur dari laba, tapi dari jumlah hidup yang berubah.  “Kami ingin setiap rupiah yang berputar di desa membawa manfaat sosial yang nyata,” ujarnya.

Inilah warisan Raden Bei Aria Wirjaatmadja yang terus hidup: uang bukan hanya alat transaksi, tapi sarana perubahan sosial. Dan akhirnya, senja pun turun di Lawang. Suara azan bersahut dengan riuh anak-anak bermain bola di halaman sekolah. Di kejauhan, lampu-lampu warung UMKM mulai menyala, menandai malam yang hidup. 

Dari Nagari Lawang di barat hingga Merauke di timur, dari tangan-tangan kecil seperti Sunaie, Siti, dan Yulianto, ekonomi Indonesia menemukan denyut baru: ekonomi yang tumbuh dari bawah, bukan turun dari atas.

Dan di tengah semua itu, BRI — bank yang dulu lahir dari “kas masjid” kecil di Purwokerto — tetap memegang teguh misinya: menyalakan terang di tempat yang paling jauh dari sorot lampu kota. ***

Tags: BBRIBRIBRI PeduliDesa Brilianekonomi desa berkelanjutanEkonomi KerakyatanHolding Ultra Mikrohyperlocal ecosysteminklusi keuanganKlaster UsahaPembangunan InklusifPemberdayaan DesaPemberdayaan UMKM
 
 
 
 
Sebelumnya

Kanal ‘Lapor Pak Purbaya’ Terima Sejumlah Aduan Dugaan Pelanggaran Pegawai Bea Cukai

Selanjutnya

Arsitektur Hijau Jadi Tren Masa Depan, Dorong Efisiensi Energi dan Konstruksi Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Waspadai Kejahatan Digital, BNI Ingatkan Masyarakat Jaga Tiga Data Sensitif

BNI Perkuat Pemberdayaan Disabilitas Lewat Dukungan Usaha dan Program UMKM Inklusif

oleh Stella Gracia
8 Desember 2025 - 10:18

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan kelompok disabilitas melalui rangkaian...

Dorong Aksi Hijau, BRI Lanjutkan Komitmen ESG Lewat Penanaman Pohon Produktif

Dorong Aksi Hijau, BRI Lanjutkan Komitmen ESG Lewat Penanaman Pohon Produktif

oleh Stella Gracia
8 Desember 2025 - 10:10

Stabilitas.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali memantapkan komitmennya pada prinsip keberlanjutan melalui program BRI Menanam –...

Anak usaha BRI Group Catat Laba Rp8,2 Triliun, Kontribusi ke Induk Capai 19,9%

Anak usaha BRI Group Catat Laba Rp8,2 Triliun, Kontribusi ke Induk Capai 19,9%

oleh Stella Gracia
8 Desember 2025 - 09:57

Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mencatatkan kinerja yang solid hingga Triwulan III 2025. Sinergi...

OJK Temukan 47 Kredit Bermasalah, Direksi Bankaltimtara Terjerat Dugaan Pidana Perbankan

oleh Stella Gracia
8 Desember 2025 - 07:51

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan telah merampungkan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan yang melibatkan Direksi/Pemimpin PT BPD Kalimantan Timur...

“Timur” Resmi Tayang Perdana, BNI Bawa Angin Segar Film Laga Nasional Bersama Iko Uwais

“Timur” Resmi Tayang Perdana, BNI Bawa Angin Segar Film Laga Nasional Bersama Iko Uwais

oleh Stella Gracia
7 Desember 2025 - 10:19

Stabilitas.id - Hutan Rimba Timur hadir di seluruh area Epicentrum XXI Jakarta, menjadi saksi Gala Premiere Film Timur karya Iko Uwais...

Buah Gotong Royong Baru: Saat 16.000 Mangrove Menjadi Jejak Kolaborasi Blibli Tiket Action

Buah Gotong Royong Baru: Saat 16.000 Mangrove Menjadi Jejak Kolaborasi Blibli Tiket Action

oleh Sandy Romualdus
5 Desember 2025 - 09:53

Stabilitas.id - Pada sebuah pagi yang tidak terlalu sunyi di Taman Kota PERURI, Jakarta Selatan, langkah ribuan orang terdengar seperti...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 50 Tahun Summarecon: Membangun Kota, Merawat Ingatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 106 Perusahaan Asuransi Raih Predikat Market Leaders 2025 Versi Media Asuransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Pinjol Ilegal Dibongkar, Satgas PASTI Soroti Modus Penipuan AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Perkuat Pemberdayaan Disabilitas Lewat Dukungan Usaha dan Program UMKM Inklusif

Lewat Dialog Akhir Tahun, OJK Tekankan Penguatan UMKM, KPR, dan Digitalisasi Keuangan

Dorong Aksi Hijau, BRI Lanjutkan Komitmen ESG Lewat Penanaman Pohon Produktif

POJK Baru Sederhanakan Regulasi Pergadaian, Akses Pembiayaan Masyarakat Diperluas

Anak usaha BRI Group Catat Laba Rp8,2 Triliun, Kontribusi ke Induk Capai 19,9%

OJK Temukan 47 Kredit Bermasalah, Direksi Bankaltimtara Terjerat Dugaan Pidana Perbankan

“Timur” Resmi Tayang Perdana, BNI Bawa Angin Segar Film Laga Nasional Bersama Iko Uwais

Penjaminan Polis LPS : Sabuk Pengaman Industri Asuransi yang Lama Tertekan

Buah Gotong Royong Baru: Saat 16.000 Mangrove Menjadi Jejak Kolaborasi Blibli Tiket Action

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Arsitektur Hijau Jadi Tren Masa Depan, Dorong Efisiensi Energi dan Konstruksi Berkelanjutan

Arsitektur Hijau Jadi Tren Masa Depan, Dorong Efisiensi Energi dan Konstruksi Berkelanjutan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance