Muliaman Hadad dan Pahala Mansury mengemuka sebagai calon kuat Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Pemerintah finalisasi struktur & lokasi.
Stabilitas.id – Pemerintah dalam waktu dekat akan mengumumkan sosok yang bakal menduduki posisi Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna mengawal operasional hub keuangan internasional baru tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua nama tokoh senior di sektor keuangan mengemuka sebagai calon kuat Gubernur PFII, yakni Muliaman D. Hadad dan Pahala Nugraha Mansury. Keduanya saat ini memegang posisi strategis di ekosistem Danantara Indonesia.
Muliaman Hadad yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara Indonesia memiliki rekam jejak panjang di regulasi sektor keuangan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), serta Duta Besar RI untuk Swiss merangkap Liechtenstein periode 2018–2023.
BERITA TERKAIT
Sementara itu, Pahala Mansury saat ini mengemban amanat sebagai Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia. Pahala berpengalaman di jajaran birokrasi dan korporasi, antara lain sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI (2023–2024), Direktur Treasury & Market PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., serta Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa nama calon kepemimpinan PFII sudah disiapkan dari kalangan internal pemerintah. Penunjukan tersebut sejalan dengan target percepatan operasionalisasi lembaga.
“Calonnya sudah ada, dari dalam pemerintah. Namun pengumuman resmi mengenai calon gubernur beserta struktur kelembagaan PFII akan dilakukan setelah seluruh tahapan pembentukan lembaga selesai sesuai mekanisme,” ujar Airlangga di sela-sela Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Kajian Opsi Lokasi: Jakarta dan Bali
Selain mematangkan jajaran kepengurusan dan regulasi pendukung, pemerintah tengah menguji kelayakan (feasibility) lokasi operasional hub keuangan internasional tersebut.
Airlangga mengungkapkan beberapa opsi wilayah strategis sedang dikaji, di mana Jakarta dan Bali menjadi opsi utama. Untuk wilayah Bali, pemerintah mempertimbangkan kawasan milik PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney yang berdekatan dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) dirancang sebagai kawasan ekonomi khusus berbasis keuangan untuk menarik arus modal asing (foreign direct investment dan portfolio inflow) bernilai besar.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis potensi dana asing yang masuk melalui platform PFII berpotensi menembus angka Rp500 triliun.
Namun, Purbaya optimistis, potensi dananya lebih besar dari itu. “Saya belum tahu analisisnya. Tapi begini, kalau itu penarikan berhasil mungkin bisa lebih besar daripada itu,” kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Purbaya menjelaskan, potensi dana yang masuk ke PFII pada tahap awal operasional akan dihitung oleh Danantara. ***

















