Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) mulai mendistribusikan 36.000 unit bata interlock presisi guna mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana banjir di Kampung Talang, Padang, Sumatra Barat.
Pengiriman perdana dilepas langsung oleh Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra bersama Komisaris Utama SIG Sigit Widyawan di kawasan Pabrik Indarung PT Semen Padang, Kamis (12/2/2026). Langkah ini merupakan bagian dari peran BUMN semen tersebut dalam mendukung pemulihan sosial dan ekonomi pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa penggunaan bata interlock presisi menjadi solusi konstruksi yang efisien karena menawarkan kecepatan dan kekuatan bangunan di atas standar konvensional.
BERITA TERKAIT
“Masyarakat membutuhkan hunian aman dalam waktu cepat. Inovasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem perumahan nasional yang lebih tangguh terhadap bencana, sekaligus sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam percepatan infrastruktur perumahan,” ujar Vita dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).
Produk derivatif yang diproduksi melalui anak usaha, PT Semen Padang, ini diklaim mampu mendukung pembangunan hingga 120 unit rumah tipe 36 per bulan. SIG juga membuka peluang distribusi ke wilayah lain yang terdampak bencana, seperti Sumatra Utara dan Aceh.
Sebelumnya, keandalan bata interlock presisi telah diuji melalui berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan rumah contoh di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur. Hasilnya menunjukkan efisiensi waktu konstruksi yang signifikan dengan kualitas bangunan yang optimal.
Selain aspek kecepatan, SIG juga menonjolkan keunggulan lingkungan melalui penggunaan semen hijau. Produk ini memiliki emisi karbon yang lebih rendah hingga 38% dibandingkan semen konvensional.
“Produk kami memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang sangat tinggi, yakni lebih dari 90%. Penggunaan semen hijau SIG bukan hanya mendukung industri dalam negeri, tetapi juga partisipasi aktif dalam menurunkan emisi untuk kelestarian lingkungan,” tambah Vita.
Pembangunan huntap di Kampung Talang ini juga melibatkan kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Barat serta Kadin Indonesia sebagai lokasi awal penerapan teknologi konstruksi berkelanjutan bagi korban bencana. ***
















