• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

EBC Financial Beberkan 5 Faktor Penentu Prospek Rupiah di Tengah Suksesi Gubernur BI

oleh Sandy Romualdus
17 Agustus 2026 - 19:30
12
Dilihat
EBC Financial Beberkan 5 Faktor Penentu Prospek Rupiah di Tengah Suksesi Gubernur BI
0
Bagikan
12
Dilihat

Destry Damayanti dicalonkan sebagai Gubernur BI. EBC Financial Group beberkan 5 faktor penentu prospek rupiah, mulai dari inflasi hingga independensi BI.

Stabilitas.id – Pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai meredakan risiko transisi kepemimpinan di bank sentral, meski prospek pergerakan nilai tukar rupiah masih dibayangi lima faktor krusial.

  • Baca juga: BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Pengajuan figur internal yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI tersebut memberikan kepastian arah kebijakan (policy continuity) pasca-pengunduran diri Perry Warjiyo. Kurs rupiah pun sempat menguat 0,79% ke level Rp17.755 per dolar AS merespons pengumuman ini.

Analis Pasar Keuangan EBC Financial Group Sana Ur Rehman menjelaskan bahwa meski calon tunggal menekan premi risiko institusional, penguatan rupiah yang berkelanjutan tetap bergantung pada respons kebijakan moneter, dinamika global, serta independensi BI.

BERITA TERKAIT

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

“Pengajuan Destry menghilangkan skenario kekhawatiran pasar atas hadirnya figur yang belum teruji atau sarat agenda politik. Namun, dampaknya saat ini baru berupa penurunan premi risiko, bukan jaminan apresiasi berlanjut,” ujar Sana dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).

Lima Faktor Penentu Prospek Rupiah

  • Baca juga: Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

EBC Financial Group merangkum lima faktor utama penentu kurs rupiah pasca-pencalonan Gubernur BI:

Kontinuitas vs Tekanan Eksternal: Penunjukan figur internal mengurangi “diskon kepemimpinan” pada rupiah, tetapi intervensi valas BI tetap berhadapan dengan volatilitas dolar AS, harga energi global, dan kebutuhan devisa domestik.

Disiplin Suku Bunga & Inflasi: Inflasi Juli 2026 yang terkendali di level 2,88% memberi ruang moneter, tetapi BI diimbau tidak terburu-buru memotong suku bunga agar aset rupiah tidak kehilangan daya tarik bagi investor asing.

Neraca Perdagangan & Minyak: Defisit perdagangan Juni 2026 yang menyempit jadi US$450 juta membantu menopang pasokan devisa, namun lonjakan harga minyak mentah akibat konflik Timur Tengah masih menjadi titik lemah.

  • Baca juga: Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan Ekonomi Solid: Capaian PDB Q2/2026 sebesar 5,29% memberi BI keleluasaan untuk mengambil pendekatan sabar (patient approach) tanpa tergesa-gesa mengubah arah kebijakan moneter secara agresif.

Uji Independensi UU P2SK: Di bawah mandat perluasan UU P2SK, independensi BI akan diuji secara nyata saat tuntutan menjaga stabilitas rupiah berbenturan dengan dorongan pemerintah untuk menurunkan suku bunga demi pertumbuhan sektor riil. ***

Tags: Bank Indonesiabi rateDestry DamayantiEBC Financial GroupGubernur BIIndependensi BIProspek RupiahSana Ur RehmanSuku Bunga BIUU P2SK
 
 
 
 
 
Sebelumnya

81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

Selanjutnya

Semarak HUT ke-81 RI, Bank Mandiri Tebar Promo Khusus dan Bunga KPR 1,81%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Strategi Ritel Mikro, SIG Luncurkan Semen Kujang Berteknologi Active Micro Particle

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 09:40

SIG resmi menghidupkan kembali merek legendaris Semen Kujang untuk menguasai pasar ritel Jawa Barat, ditopang teknologi Active Micro Particle buatan...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Dorong Konsep Total Building Solution, SIG Buka Prospek Positif Pasar Semen 2H26

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:37

SIG mencatatkan lonjakan laba bersih 471% yoy menjadi Rp228 miliar pada Semester I/2026, ditopang kenaikan pendapatan Rp17,65 triliun dan penurunan...

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 17:20

Office of Chief Economist Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3%-5,4% pada 2026, ditopang belanja pemerintah di tengah pengetatan likuiditas...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:15

IHSG ditutup menguat 1,14% ke level 6.599,9 pada Selasa (1/9/2026) didorong net buy asing Rp2,03 triliun, di mana saham BBRI...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Tekan Kerugian Bencana Rp22,85 Triliun, Kemenkeu Dorong Strategi Pre-Disaster Planning

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Kemenkeu merilis sistem ARISE bersama UNDRR dan ITB untuk membantu pemda mengidentifikasi dan mengantisipasi dampak fiskal dari risiko bencana. Stabilitas.id...

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 13:14

Wamenkeu Suahasil Nazara menegaskan resiliensi APBN dan memaparkan asumsi makro RAPBN 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 6% serta defisit 2,4%...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Semarak HUT ke-81 RI, Bank Mandiri Tebar Promo Khusus dan Bunga KPR 1,81%

Semarak HUT ke-81 RI, Bank Mandiri Tebar Promo Khusus dan Bunga KPR 1,81%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance