Stabilitas.id — Raksasa perbankan swasta tanah air, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), resmi memperpanjang sekaligus mengguyur tambahan fasilitas kredit jumbo kepada emiten ritel gaya hidup entitas Grup Erajaya, PT Sinar Eka Selaras Tbk. (IDX: ERAL), beserta sejumlah anak usahanya. Plafon kredit baru ini mencapai ratusan miliar rupiah serta dilengkapi fasilitas valuta asing (valas) senilai jutaan dolar AS.
Corporate Secretary Sinar Eka Selaras Badar Teguh Mancik Alam mengungkapkan bahwa penandatanganan perjanjian perpanjangan dan ekspansi fasilitas kredit dengan BCA tersebut telah dieksekusi pada Senin (18/5/2026).
“Fasilitas kredit tersebut dialokasikan untuk membiayai kebutuhan modal kerja (working capital) perseroan dan entitas anak, serta mendukung pemenuhan transaksi berbasis valuta asing guna menopang rantai pasok ritel,” jelas Badar dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (21/5/2026).
BERITA TERKAIT
Berdasarkan klausul perjanjian, struktur pembiayaan yang dikucurkan BBCA kepada ERAL dirancang secara komprehensif melalui beberapa instrumen likuiditas:
-
Fasilitas Kredit Lokal: Berjumlah Rp245 miliar dengan tingkat suku bunga 6,75% per tahun dan masa tenor hingga 13 Mei 2027. Fasilitas ini bersifat sharing yang dapat digunakan oleh ERAL bersama sejumlah anak usahanya, seperti PT Mitra Internasional Indonesia (MII), PT Era Gaya Indonesia (EGI), PT Era Inovasi Otomotif (EIVO), hingga PT Sinar Era Aktif (SEA).
-
Fasilitas Time Loan: Tambahan batas pinjaman berjangka senilai Rp450 miliar dengan patokan bunga 6,75% per tahun hingga Mei 2027.
-
Fasilitas Kredit Investasi: Pembiayaan ekspansi jangka panjang senilai Rp148 miliar dengan masa tenor pengembalian selama tiga tahun.
-
Multi Credit Facility Multivalas: Dukungan pagu kredit dalam tiga mata uang sekaligus, dengan rincian plafon mencapai US$10 juta, 3,5 juta dolar Singapura (SGD), serta porsi rupiah senilai Rp190 miliar.
-
Forex Forward Line: Batas transaksi lindung nilai valas yang dipatok sebesar US$6 juta dan 200 juta yuan China (CNY) guna memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar atas importasi produk perseroan.
Pertebal Likuiditas
Manajemen ERAL menegaskan bahwa penandatanganan komitmen penambahan utang usaha ini telah diperhitungkan secara matang. Langkah korporasi ini dipastikan tidak akan membawa dampak material negatif terhadap kegiatan operasional harian, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan ke depan.
“Penyesuaian komitmen finansial dalam perjanjian ini dirancang secara proporsional untuk menyelaraskan kapasitas pendanaan dengan perkembangan kinerja perseroan,” tambah Badar.
Suntikan dana dari BCA ini terbilang strategis bagi lini bisnis ERAL yang bergerak di bidang perdagangan eceran produk active lifestyle, komputer, ponsel, hingga aksesoris pintar. Struktur permodalan baru ini akan memperkuat ruang gerak ERAL dalam mengamankan pasokan persediaan barang dagang di tengah ketatnya persaingan pasar ritel elektronik dan gaya hidup nasional. ***
Struktur Fasilitas Kredit BCA untuk Grup Erajaya (ERAL)
| Jenis Fasilitas Pendanaan | Plafon / Nilai Nominal | Suku Bunga | Tenor / Jatuh Tempo | Target Penggunaan |
| Kredit Lokal (Rupiah) | Rp245 Miliar | 6,75% p.a. | 13 Mei 2027 | Modal kerja bersama ERAL dan 4 anak usaha |
| Time Loan (Rupiah) | Rp450 Miliar | 6,75% p.a. | Mei 2027 | Kebutuhan likuiditas operasional jangka pendek |
| Kredit Investasi (Rupiah) | Rp148 Miliar | – | 3 Tahun | Pembiayaan aset tetap dan ekspansi jangka panjang |
| Multi Credit (Multivalas) | US$10 Juta | SGD3,5 Juta | Rp190 Miliar | – | – | Dukungan modal kerja berbasis transaksi multi-mata uang |
| Forex Forward Line | US$6 Juta | CNY200 Juta | – | – | Hedging / Lindung nilai transaksi valas impor |

















