JAKARTA, Stabilitas.id — Industri konstruksi Indonesia tengah bergerak menuju arah baru yang lebih hijau dan berkelanjutan. Salah satu motor penggeraknya adalah PT Cemindo Gemilang Tbk melalui produk inovatif Semen Merah Putih FLEXIPLUS, semen hidraulis non-OPC yang baru saja mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GLI) Gold dari Green Product Council Indonesia (GPCI).
Kehadiran FLEXIPLUS bukan hanya sekadar penawaran produk, melainkan bukti nyata bagaimana industri semen mampu bertransformasi menjadi bagian penting dari ekosistem konstruksi berkelanjutan di Tanah Air.
“Sertifikasi Green Label Gold ini menjadi bukti konkret bahwa FLEXIPLUS adalah semen hidraulis yang tepat bagi industri konstruksi dan infrastruktur yang ingin berkontribusi pada keberlanjutan,” ujar Yoni Irawan, Head of Transformational Sales Semen Merah Putih, dalam media briefing bertajuk Andil Semen Merah Putih dalam Konstruksi Hijau di Indonesia (27/2/2025).
BERITA TERKAIT
Kualitas Premium untuk Konstruksi Modern
FLEXIPLUS dirancang dengan spesifikasi khusus agar menghasilkan rendemen beton yang lebih kuat, proses pengecoran lebih cepat, serta kualitas yang konsisten. Produk ini banyak diaplikasikan pada beton siap pakai, beton pracetak, hingga autoclaved aerated concrete (AAC).
Salah satu mitra industri, Citra Beton Batam, telah mengimplementasikan FLEXIPLUS dalam proyek-proyek swasta maupun pemerintah, mulai dari pembangunan hotel bertingkat hingga infrastruktur jalan.
“FLEXIPLUS memberikan kualitas sesuai goal yang kami tetapkan, dengan dukungan teknis yang sangat baik dari Semen Merah Putih,” ungkap Tan Sun Hok, Direktur Citra Beton Batam.
Tak hanya disambut pelaku industri, FLEXIPLUS juga mendapat dukungan dari AP3I (Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia). Sekretaris Jenderal AP3I, Ir. Dudung Maulana Textianto, menilai kehadiran semen ramah lingkungan bukan sekadar tuntutan regulasi, melainkan kebutuhan masa depan.
“Ini adalah komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang lebih hijau. Sosialisasi penggunaan semen hidraulis harus terus diperluas, karena ini juga menyangkut perubahan paradigma di industri,” kata Dudung.
Pertumbuhan Penjualan 43,8%
Inovasi FLEXIPLUS terbukti diterima pasar. Sepanjang 2024, penjualan FLEXIPLUS tumbuh 43,8% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan meningkatnya kesadaran pelaku konstruksi untuk beralih ke material yang ramah lingkungan.
Momentum ini sejalan dengan target industri semen nasional yang didorong pemerintah: mengurangi emisi karbon dan mempercepat pembangunan infrastruktur hijau.
Semen Merah Putih menegaskan bahwa FLEXIPLUS hanyalah permulaan dari rangkaian inovasi yang akan terus dikembangkan.
“Kolaborasi antara produsen material dan pelaku konstruksi adalah kunci untuk menciptakan pembangunan yang hijau dan berkelanjutan,” tegas Yoni.
Dengan visi tersebut, Semen Merah Putih tidak hanya hadir sebagai produsen semen, melainkan pionir transformasi industri menuju era konstruksi hijau yang berdaya saing dan ramah lingkungan. ***






.jpg)










