Kemenperin membukukan komitmen transaksi Rp622 miliar pada Halal Indo 2026 guna memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produsen halal global.
Stabilitas.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membukukan komitmen transaksi bisnis sebesar Rp622 miliar pada ajang Industrial Festival x Halal Indo 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang.
Pameran yang berlangsung selama empat hari pada 24–27 September 2026 tersebut juga mencatatkan nilai transaksi langsung senilai Rp8,4 miliar atau naik 9 persen secara tahunan. Capaian ini menjadi modal strategis bagi Indonesia untuk beralih dari sekadar pasar konsumen menjadi basis produksi halal dunia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa potensi pasar domestik yang besar harus dioptimalkan untuk memperkuat daya saing industri nasional.
BERITA TERKAIT
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk halal dunia. Kita harus mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen dan basis produksi halal global. Karena itu, penguatan industri halal perlu diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing, sekaligus memperluas penetrasi produk industri nasional ke pasar internasional,” ujar Agus dalam keterangannya, Selasa (29/9/2026).
Agus menekankan pentingnya menindaklanjuti seluruh komitmen bisnis yang terjalin selama pameran menjadi kontrak kerja sama konkret.
“Ukuran keberhasilan sebuah pameran bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga seberapa besar manfaat ekonomi dan kolaborasi bisnis yang dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai,” tuturnya.
Ajang yang diselenggarakan oleh PT Dyandra Promosindo ini diikuti oleh 346 penyewa (tenant) dan sukses menyedot 28.707 pengunjung, tumbuh 5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari menambahkan, sertifikasi halal wajib diimbangi dengan keunggulan mutu dan integrasi rantai pasok.
“Untuk mampu menembus dan memenangkan pasar global, sertifikasi halal saja tidak cukup. Produk Indonesia harus memiliki daya saing global dan didukung ekosistem halal yang kuat, terintegrasi, serta siap memenuhi kebutuhan industri,” tegas Emmy saat penutupan acara, Minggu (27/9/2026).
Kemenperin berkomitmen mempercepat fasilitas sertifikasi dan penguatan teknologi agar produk halal Indonesia mampu mengambil porsi lebih besar dalam rantai pasok global. ***

















