Stabilitas.id — Bank Indonesia mencatat harga properti residensial di pasar primer masih tumbuh terbatas pada triwulan IV 2025. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang tumbuh 0,83% secara tahunan (year on year/yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada triwulan III 2025 sebesar 0,84% yoy.
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, pertumbuhan harga yang terbatas tersebut mencerminkan penyesuaian pasar di tengah permintaan yang belum sepenuhnya pulih, meski aktivitas penjualan mulai menunjukkan perbaikan menjelang akhir tahun.
Dari sisi penjualan, survei menunjukkan penjualan unit properti residensial di pasar primer tumbuh positif sebesar 7,83% yoy pada triwulan IV 2025. Kinerja ini berbalik arah dibandingkan triwulan sebelumnya yang masih terkontraksi 1,29% yoy. Pertumbuhan penjualan terutama ditopang oleh unit rumah tipe kecil dan menengah yang mencatatkan kinerja positif, sementara penjualan rumah tipe besar masih mengalami kontraksi.
BERITA TERKAIT
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, sumber dana pembangunan properti residensial masih didominasi dana internal pengembang dengan pangsa mencapai 80,14%. Kondisi ini menunjukkan kehati-hatian pengembang dalam memanfaatkan sumber pendanaan eksternal di tengah dinamika suku bunga dan permintaan pasar.
Adapun dari sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama dalam pembelian rumah di pasar primer. Pangsa pembelian melalui KPR tercatat mencapai 70,88% dari total skema pembelian, mencerminkan peran perbankan yang masih dominan dalam mendukung permintaan properti residensial. ***
















