• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 09:51
15
Dilihat
Indeks Literasi dan Inklusi 2026 Naik, Ada Lompatan Pesat di Perdesaan dan Kalangan Perempuan
0
Bagikan
15
Dilihat

Indeks literasi keuangan 2026 naik ke 55,3% dan inklusi 89,2%. OJK, BPS, dan LPS soroti kesenjangan wilayah timur serta risiko produk digital bagi konsumen.

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara resmi merilis hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 dalam konferensi pers daring di Jakarta, Senin (10/8/2026).

  • Baca juga: BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa tingkat pemahaman (literasi) maupun akses pemanfaatan (inklusi) terhadap produk dan layanan jasa keuangan masyarakat Indonesia secara umum terus menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Indeks literasi keuangan nasional pada 2026 tercatat mencapai 69,57%, atau naik 2,93 persen poin dari posisi 66,64% pada SNLIK 2025. Di saat yang sama, indeks inklusi keuangan nasional terkerek naik menjadi 93,61% dari sebelumnya 92,74% pada 2025.

BERITA TERKAIT

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Pangkas Beban Masyarakat, 5 Asuransi dan 7 Jaringan Rumah Sakit Sepakati Kerja Sama KAPJ

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

“Peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan ini mencerminkan keberhasilan edukasi keuangan yang semakin masif serta perluasan akses layanan jasa keuangan yang kian merata hingga ke lapisan masyarakat terbawah,” ujar Amalia dalam pemaparan hasil SNLIK 2026.

Literasi Keuangan Perdesaan dan Perempuan Melesat

Salah satu sorotan utama dalam rilis SNLIK 2026 adalah pesatnya pertumbuhan literasi keuangan di wilayah perdesaan dan kelompok perempuan.

Tingkat literasi keuangan di kawasan perdesaan melompat sebesar 4,55 persen poin, dari 59,87% pada 2025 menjadi 64,42% pada 2026. Laju pertumbuhan ini melampaui kawasan perkotaan yang naik 1,54 persen poin menjadi 72,54%. Dari sisi inklusi, wilayah perkotaan mencatatkan indeks 95,47% (naik 0,99 persen poin) dan perdesaan sebesar 90,39% (naik 0,36 persen poin).

Berdasarkan gender, pemahaman keuangan perempuan tercatat melesat 3,88 persen poin dari 65,73% menjadi 69,61%. Angka ini melampaui indeks literasi laki-laki yang berada pada level 69,54% (naik 2,01 persen poin). Sementara pada indeks inklusi keuangan, kelompok perempuan juga unggul tipis di angka 93,73% dibandingkan laki-laki sebesar 93,49%.

Kinerja Sektor Konvensional vs Syariah

Secara sektoral, pemanfaatan jasa keuangan konvensional masih mendominasi pergerakan indeks nasional:

  • Literasi Konvensional: Naik dari 66,64% menjadi 69,57%.
  • Inklusi Konvensional: Menguat dari 92,61% menjadi 93,53%.
  • Literasi Syariah: Mengalami koreksi tipis sebesar 0,35 persen poin dari 43,42% menjadi 43,07%.
  • Inklusi Syariah: Berada di angka 13,24%, sedikit terkoreksi dari posisi 13,41% pada SNLIK 2025.

Amalia menjelaskan, penentuan kriteria masyarakat yang tergolong well literate didasarkan pada pemenuhan lima parameter utama, yaitu pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku keuangan.

  • Baca juga: AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Dinamika Kelompok Usia, Pekerjaan, dan Pendidikan

Melihat segmentasi demografi, tingkat literasi tertinggi berada pada kelompok usia produktif 26–35 tahun yang mencapai 78,70% (naik 4,65 persen poin), disusul usia 36–50 tahun sebesar 73,81%. Peningkatan literasi paling signifikan juga dicatatkan oleh kelompok lansia (51–79 tahun) yang melonjak 4,98 persen poin menjadi 60,01%.

Berdasarkan status pekerjaan, lompatan literasi tertinggi dialami kelompok pensiunan/purnawirawan yang melonjak 11,04 persen poin menjadi 85,15%, serta ibu rumah tangga yang naik 5,57 persen poin menjadi 68,36%. Sebaliknya, segmen pegawai/profesional mengalami koreksi tipis 0,68 persen poin ke level 85,12%.

Dari sisi latar belakang pendidikan, literasi keuangan terbukti berbanding lurus dengan jenjang pendidikan formal:

  • Tamat Perguruan Tinggi: Mencatat tingkat literasi tertinggi sebesar 93,46% (naik 2,83 persen poin) dan tingkat inklusi sebesar 99,49%.
  • Tamat SMA/Sederajat: Literasi berada di angka 79,17% dengan inklusi sebesar 97,36%.
  • Tamat SD/Sederajat: Mencatatkan lonjakan kenaikan literasi terbesar, yakni naik 5,06 persen poin menjadi 59,67%.

Kenaikan inklusi tertinggi menurut status pekerjaan dicapai oleh kelompok masyarakat yang belum/tidak bekerja, yang melonjak 5,55 persen poin hingga menyentuh 89,59%. Sebaliknya, indeks inklusi pada segmen pelajar/mahasiswa dan pensiunan tercatat mengalami sedikit penyesuaian masing-masing menjadi 92,76% dan 99,54%.

Strategi Penguatan

Merespons temuan tersebut, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa OJK bakal mengalihkan strategi literasi keuangan dari pendekatan sentralistik menuju model edukasi berbasis kearifan lokal (tailored approach).

“Inovasi produk keuangan digital harus diimbangi dengan edukasi yang mudah dipahami. Literasi tanpa sistem perlindungan konsumen yang kuat hanya akan menempatkan masyarakat pada risiko produk yang tidak sesuai dengan profil mereka,” tegas Friderica.

OJK berkomitmen memperkuat jaringan agen perbankan dan fintech hingga ke pelosok daerah dengan pengetatan pengawasan guna mencegah praktik pemasaran produk berisiko tinggi (predatory lending).

Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyoroti pentingnya dampak SNLIK terhadap ketahanan sistem perbankan makroprudensial.

  • Baca juga: Pangkas Beban Masyarakat, 5 Asuransi dan 7 Jaringan Rumah Sakit Sepakati Kerja Sama KAPJ

“Peningkatan inklusi keuangan berupa akumulasi simpanan di bank memperkuat struktur likuiditas perbankan nasional. Namun, inklusi ini harus dibarengi dengan pemahaman masyarakat mengenai batas jaminan simpanan agar kepercayaan publik terhadap industri perbankan tetap terjaga,” tutur Anggito.

Guna mengurai ketimpangan antarwilayah, ketiga lembaga sepakat merekomendasikan penyusunan rencana aksi lintas sektor, percepatan digitalisasi inklusif di pedesaan, serta pengetatan edukasi hak konsumen keuangan secara berkelanjutan. ***

Tags: #LPSAmalia Adininggar WidyasantiAnggito AbimanyuBPSFriderica Widyasari Dewiinklusi keuangan IndonesiaKetimpangan Regional InklusiLiterasi Keuangan 2026ojkperlindungan konsumen digitalSNLIK 2026
 
 
 
 
 
Sebelumnya

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

Selanjutnya

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100 Ribu di Tokopedia!

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 20:07

Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas KLM sebesar Rp446,5 triliun untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor riil dan UMKM, didukung...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 11:38

OJK mencabut izin usaha BPRS Gaido Indonesia di Cianjur karena permasalahan permodalan dan likuiditas. LPS langsung mengambil alih proses likuidasi...

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

oleh Sandy Romualdus
2 September 2026 - 16:25

Gubernur BI Destry Damayanti mengusung kerangka kerja "3I plus S" sebagai landasan utama perumusan kebijakan bank sentral sepanjang masa kepemimpinannya....

LPS: Konsumen Optimis ke Depan, Meski Persepsi Ekonomi Saat Ini Melemah

LPS Cairkan Klaim Simpanan Nasabah BPR Citra Bersada Abadi Rp3,65 Miliar

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 12:38

LPS mulai mencairkan klaim penjaminan simpanan nasabah BPR Citra Bersada Abadi Bekasi senilai Rp3,65 miliar melalui Bank Mandiri KCP Jakarta...

Tok! Paripurna DPR Restui Destry Damayanti Pimpin Bank Indonesia Periode 2026–2031

Tok! Paripurna DPR Restui Destry Damayanti Pimpin Bank Indonesia Periode 2026–2031

oleh Sandy Romualdus
1 September 2026 - 15:05

Rapat Paripurna DPR RI menyetujui penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, dan Solikin...

OJK Dorong Pembiayaan Infrastruktur Melalui Sukuk

Cegah Kerugian Masyarakat, Satgas PASTI Blokir Situs Investasi Kripto Ilegal YWWSDC dan RTHAE

oleh Stella Gracia
1 September 2026 - 14:03

Satgas PASTI resmi menghentikan operasional platform kripto YWWSDC dan RTHAE karena tidak berizin OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

Lampaui Target RPJMN 2029 Lebih Cepat, OJK Beberkan 5 Strategi Tutup Gap Literasi-Inklusi

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance