• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Finance

Insentif Suku Bunga Manjur, Tabungan dan Deposito Valas Domestik Melesat di Atas 22 Persen

oleh Stella Gracia
25 Mei 2026 - 13:31
27
Dilihat
Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD
0
Bagikan
27
Dilihat

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan fondasi likuiditas dan ketahanan industri perbankan nasional tetap berada dalam kondisi tebal dan resilien. Sektor jasa keuangan domestik dinilai mampu membentengi diri dari dampak rambatan (spillover effect) ketidakpastian makroekonomi global yang dipicu oleh eskalasi geopolitik, lonjakan harga minyak bumi, serta tren perkasa indeks dolar AS (US Dollar Index).

Di tengah tekanan terhadap mata uang negara berkembang (emerging markets), kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional justru menorehkan pertumbuhan double digit. OJK mencatat akumulasi DPK per April 2026 sukses tumbuh 11,39% secara tahunan (year-on-year/yoy).

  • Baca juga: Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae memaparkan bahwa postur likuiditas perbankan masih kokoh didominasi oleh simpanan berdenominasi Rupiah yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,49% (yoy).

BERITA TERKAIT

Indeks Persepsi Risiko Terjaga di Level 57, Perbankan Nasional Waspadai Efek Suku Bunga Global

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Adopsi Kripto RI Tembus Peringkat 7 Global, Tokocrypto Sebut Pasar Domestik Masih Underrated

Lengkapi Ekosistem, Gadai Elektronik Jakarta Resmi Kantongi Izin Nasional

Secara terperinci, penguatan DPK mata uang domestik ini ditopang oleh agresifnya pertumbuhan pos Giro yang melesat hingga 23,25% (yoy), diikuti oleh produk Tabungan yang tumbuh 7,88% (yoy), serta Deposito yang menguat sebesar 6,91% (yoy).

Insentif Eksportir Pacu Tabungan dan Deposito Valas Naik di Atas 20%

Di lain sisi, simpanan dalam bentuk mata uang asing (DPK Valas) juga mencatatkan akselerasi performa yang signifikan dengan pertumbuhan tahunan mencapai 10,87% (yoy). Menariknya, pertumbuhan DPK Valas utamanya didorong oleh penempatan dana pada instrumen jangka panjang dan ritel:

  • Tabungan Valas: Melambung tinggi sebesar 23,21% (yoy).

  • Deposito Valas: Melonjak naik hingga 22,00% (yoy).

  • Giro Valas: Bergerak lebih moderat dengan pertumbuhan 3,15% (yoy).

Seiring dengan dinamika tersebut, volume rekening DPK secara industri ikut terkerek naik sebesar 7,22% (yoy) menjadi total 667.169.152 rekening per April 2026.

Dian Ediana Rae tidak menampik adanya pergeseran porsi simpanan valas terhadap struktur DPK secara keseluruhan sejak awal tahun buku 2026. Hal ini didorong oleh kebijakan bank-bank besar (KBMI) yang menawarkan tingkat suku bunga deposito valas kompetitif sebagai insentif bagi para eksportir untuk memarkir devisanya di dalam negeri.

“Sejak awal 2026, kami melihat memang terdapat peningkatan porsi DPK Valas terhadap total DPK. Namun demikian, pergeseran tersebut masih tergolong wajar dan sehat. Porsi DPK Valas terhadap total DPK sampai saat ini relatif stabil dan bergerak konstan pada kisaran 15% hingga 16%,” urai Dian dalam keterangan resminya, dikutip Senin (25/5/2026).

  • Baca juga: Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Likuiditas Tebal, Rasio Komponen AL/DPK Sentuh 25,39%

Otoritas pengawas memastikan fungsi intermediasi bank dalam mengucurkan kredit maupun memfasilitasi layanan transaksi valas masyarakat tetap berjalan normal tanpa kendala likuiditas. Ketahanan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan nasional berada di level premium sebagai bantalan (buffer) risiko.

Ketebalan amunisi kas perbankan teermin dari indikator likuiditas yang parkir jauh di atas batas aman (threshold) ketentuan regulator:

  • Loan to Deposit Ratio (LDR): Berada di posisi ideal sebesar 86,88%.

  • Alat Likuid / Non-Core Deposit (AL/NCD): Terjaga tinggi di level 111,13% (ambang batas minimum OJK: 50%).

  • Alat Likuid / DPK (AL/DPK): Kokoh bertengger di angka 25,39% (ambang batas minimum OJK: 10%).

OJK Mitigasi Second Round Impact Inflasi

Guna mengantisipasi gejolak nilai tukar rupiah, OJK melakukan monitoring ketat pada Rasio Posisi Devisa Neto (PDN) industri perbankan. Hasil evaluasi berkala menunjukkan angka PDN secara konsisten parkir jauh di bawah batas maksimum 20% dari modal bank, sehingga risiko kerugian langsung akibat volatilitas kurs dipastikan sangat terbatas.

Meski dampak langsung (immediate impact) pelemahan rupiah dapat diredam, OJK mewaspadai potensi risiko dampak putaran kedua (second round impact). Risiko ini berpeluang muncul dari tekanan inflasi barang impor (imported inflation) maupun lonjakan biaya produksi (cost-push inflation) akibat fluktuasi harga minyak mentah dunia.

OJK menilai aksi korporasi dan masyarakat yang melakukan diversifikasi aset keuangan ke dalam bentuk valas saat ini sebagai respons yang lumrah, wajar, dan terukur.

  • Baca juga: Adopsi Kripto RI Tembus Peringkat 7 Global, Tokocrypto Sebut Pasar Domestik Masih Underrated

Guna membentengi stabilitas makroekonomi secara jangka panjang, OJK berkomitmen mempererat koordinasi kebijakan lintas otoritas bersama Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan di bawah payung Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).***

Tags: Alat LikuidDana Pihak KetigaDeposito ValasDian Ediana RaeDPK ValasKSSKLDRlikuiditas perbankanojkOtoritas Jasa KeuanganPosisi Devisa Netostabilitas keuangan
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Defisit Transaksi Berjalan Terkendali 1,1% PDB, Investasi Langsung Asing Tetap Betah di Indonesia

Selanjutnya

Bongkar Penipuan Berkedok Misi Tugas, Satgas PASTI Hentikan Operasional Tiga Aplikasi Bodong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Perluas Jangkauan Bisnis, BNI Fasilitasi Solusi Digital di Beyoutiful Symphony Festival 2026

Perluas Jangkauan Bisnis, BNI Fasilitasi Solusi Digital di Beyoutiful Symphony Festival 2026

oleh Sandy Romualdus
13 September 2026 - 11:53

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkolaborasi dengan Beyoutiful Aesthetic menggelar BSF 2026 guna memperluas penetrasi digital di industri...

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

oleh Sandy Romualdus
12 September 2026 - 13:02

Portofolio pembiayaan berkelanjutan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencapai Rp842,1 triliun pada akhir triwulan II 2026, merepresentasikan 58%...

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

oleh Stella Gracia
12 September 2026 - 09:35

PT Bank Syariah Nasional (BSN) meluncurkan Program Serbu Ekosistem di Bandung untuk memperluas penetrasi layanan digital perbankan dan fasilitas QRIS...

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand untuk Akselerasi Infrastruktur Digital Perbankan

oleh Stella Gracia
11 September 2026 - 19:31

Lintasarta meluncurkan solusi Bandwidth on Demand (BWoD) untuk sektor perbankan guna memastikan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur digital hingga kapasitas 1...

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

oleh Stella Gracia
11 September 2026 - 19:31

Bank Indonesia bersama negara anggota BRICS menyepakati penguatan transaksi mata uang lokal (LCT) dan konektivitas pembayaran lintas negara dalam pertemuan...

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

oleh Sandy Romualdus
11 September 2026 - 17:21

Prof. Syafii Antonio mendorong alokasi 15% dana APBN untuk perbankan syariah, sejalan dengan penunjukan Bank BSN sebagai penyalur gaji ASN...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Perluas Jangkauan Bisnis, BNI Fasilitasi Solusi Digital di Beyoutiful Symphony Festival 2026

Implementasi Sustainable Finance, Portofolio ESG BRI Tembus Rp842,1 Triliun di Triwulan II 2026

Evaluasi Standar Global, KRQA-SQC Gelar Audit Terintegrasi di PT Trans Yeong Maritime

Kinerja Penjualan Eceran Menguat, BI Prediksi Tekanan Inflasi Melandai di Akhir Tahun

Genjot Penetrasi Merchant di Kota Kembang, Bank BSN Rilis Program Serbu Ekosistem

Lintasarta Rilis Bandwidth on Demand untuk Akselerasi Infrastruktur Digital Perbankan

BRICS Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal, RI Dorong Konektivitas Pembayaran Lintas Negara

Asia Care Survey 2026: Warisan Bukan Lagi Prioritas Tunggal, 40% Aset Disiapkan untuk Anak

Prof. Syafii Antonio Usulkan Alokasi 15% Dana APBN dan BUMN untuk Pacu Bank Syariah

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Satgas PASTI Berangus 953 Entitas Ilegal, Dana Korban Rp169 Miliar Berhasil Dikembalikan

Bongkar Penipuan Berkedok Misi Tugas, Satgas PASTI Hentikan Operasional Tiga Aplikasi Bodong

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance