Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) berencana melantai di bursa melalui pelepasan saham perdana (initial public offering/ IPO) sebanyak 25 persen. Dari proses IPO tersebut Bank Jatim mengincar dana hingga Rp 2 triliun, yang nantinya akan digunakan untuk peningkatan penyaluran kredit dan peremajaan sistem.
"Kami berencana untuk melakukan penambahan modal tahun ini melalui IPO sebanyak 25 persen dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Ya kita hitung-hitung bisa capai Rp2 triliun," ungkap Direktur Utama Bank Jatim Hadi Sukrianto usai acara penyerahan penghargaan kewirausahaan, di Jakarta, Kamis (8/3/2012).
Dikatakan dia, saat ini, perseroan masih menunggu hasil persetujuan dari Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Setelah mendapat persetujuan, pihaknya akan melakukan rapat umum pemegang saham pada 19 Maret mendatang untuk mematangkan rencana tersebut. "Rencananya April akan ada public ekspose mini. Kami menargetkan Juli 2012 sudah tercatat (listing) di papan Bursa Efek Indonesia," tuturnya.
BERITA TERKAIT
Hadi menambahkan, perseroan telah menunjuk Mandiri Sekuritas dan Bahana Sekuritas. Sementara target penawaran saham tersebut rencananya tidak ditawarkan ke pihak asing, hanya untuk investor local.
Dia melanjutkan, pemasukan dari hasil IPO tersebut akan meningkatkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/ CAR) perusahaan agar berada di atas level 15 persen. Adapun per Desember 2011 rasio kecukupan modal Bank Jatim telah mencapai 16,2 persen.
Dia juga merinci, sekitar 80 persen dana IPO akan digunakan untuk penyaluran kredit. Hingga akhir Desember 2011, total kredit Bank Jatim sebesar Rp16,5 triliun atau naik 24 persen dari tahun 2010 sebesar Rp13 triliun. Dari total penyaluran kredit tersebut, sebesar Rp1,7 triliun merupakan Kredit Usaha Rakyat. "Tahun ini kita menargetkan pertumbuhan kredit yang sama, sehingga perlu penambahan modal melalui IPO ini," tandasnya.
Sementara sekitar 20 persen dari dana IPO akan dialokasikan untuk peremajaan sistem teknologi perseroan, peningkatan SDM, dan perluasan cabang baru. "Selain di Jawa Timur, kita baru membuka cabang di Jakarta saja. Jadi perlu perluasan," ucapnya.
Sesuai laporan keuangan tahun 2011, Bank Jatim memiliki aset sebesar Rp25 triliun atau naik Rp5 triliun dibanding periode sebelumnya sebesar Rp20 triliun. Sementara laba bersih 2011 sebesar Rp1,1 triliun. "Tahun ini kita targetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp1,2 triliun," ujarnya.

















