• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Asuransi

Kabar Baik Asuransi Jiwa: Klaim Unitlink Turun 7,99% Per Maret 2026 Menyentuh Rp13,3 Triliun

oleh Sandy Romualdus
22 Mei 2026 - 09:34
26
Dilihat
Asuransi Parametrik Relevan, Unitlink Perlu Transparansi di Tengah Konflik Global
0
Bagikan
26
Dilihat

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren perlambatan pertumbuhan pada kinerja pendapatan premi produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit-linked). Berdasarkan data teranyar, akumulasi pendapatan premi unit-linked nasional parkir di angka Rp11,37 triliun per Maret 2026.

Meskipun secara nominal mengalami kenaikan, pertumbuhan secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat melandai ke level 3,68%. Perlambatan ini kian kentara jika dikomparasikan dengan rapor performa pada bulan sebelumnya, di mana per Februari 2026 pendapatan premi unit-linked masih mampu melesat tumbuh 5,17% yoy dengan realisasi nilai Rp7,89 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan, moderasi pertumbuhan ini merupakan cerminan dari fase konsolidasi struktural yang tengah berjalan di dalam industri asuransi jiwa nasional.

BERITA TERKAIT

Siasat Para Ibu Menjinakkan Dompet Digital

BOPO Modal Ventura Mengendap di Level 97,63%, OJK Tertibkan 184 Perusahaan Gadai Ilegal

Buntut Aduan Konsumen, OJK Instruksikan Solusiku Setop Sementara Penagihan Bermasalah

Laba Industri Fintech Melesat Jadi Rp0,96 Triliun, OJK Tempatkan 8 Platform P2P dalam Pengawasan Khusus

“Pertumbuhan itu menunjukkan bahwa kinerja unit-linked masih tetap berada di zona positif, meskipun bergerak lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya. Dinamika ini tidak terlepas dari dampak berkelanjutan atas implementasi Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI),” ungkap Ogi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (22/5/2026).

Bersihkan Praktik Miss-Selling, Fokus Kualitas Bisnis

Ogi memaparkan bahwa sejak regulasi ketat PAYDI tersebut diundangkan secara penuh, peta kompetisi industri asuransi jiwa bergeser secara masif. Pertumbuhan premi kini tidak lagi didongkrak oleh strategi pemasaran massal yang agresif dari para agen—yang pada masa lalu kerap memicu sengketa akibat praktik penjualan yang keliru (miss-selling).

Sebaliknya, perlambatan laju pertumbuhan saat ini justru mencerminkan perbaikan kualitas bisnis korporasi, yang berfokus pada tiga aspek fundamental:

  1. Penguatan Praktik Underwriting: Perusahaan asuransi kini jauh lebih selektif dan ketat dalam menyaring profil risiko calon tertanggung.

  2. Transparansi Karakteristik Produk: Perusahaan wajib menjabarkan secara terperinci porsi dana yang masuk ke kantong proteksi murni versus dana yang dialokasikan ke keranjang investasi (reksa dana/saham) beserta potensi risikonya.

  3. Kesesuaian Profil Risiko (Risk Profiling): Menjamin bahwa produk investasi yang dibeli nasabah sudah selaras dengan tujuan perencanaan keuangan jangka panjang mereka.

Langkah pengetatan ini dinilai krusial untuk membangun kembali fondasi kepercayaan (trust) masyarakat terhadap produk proteksi hibrida ini. Ke depan, OJK memproyeksikan tren pertumbuhan premi unit-linked akan bergerak konstan di koridor yang lebih moderat dan selektif demi menjaga keberlanjutan (sustainability) keuangan perusahaan asuransi.

Rapor Positif

Di tengah melandainya kurva pendapatan premi, industri asuransi jiwa mendapatkan angin segar dari pos pengeluaran. OJK melaporkan beban klaim produk unit-linked berhasil ditekan hingga menyusut ke angka Rp13,30 triliun per Maret 2026.

Raihan tersebut mencatatkan penurunan sebesar 7,99% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan grafik klaim ini mengonfirmasi bahwa seleksi risiko (risk selection) pasca-penerapan SEOJK PAYDI berjalan efektif, sehingga mampu meminimalisasi potensi pembengkakan klaim kesehatan maupun tebus nilai tunai (surrender) yang tidak direncanakan. ***

Perbandingan Indikator Finansial Industri Asuransi Unit-Linked (Kuartal I/2026)

Parameter Kinerja Keuangan Posisi Per Februari 2026 Posisi Per Maret 2026 Tren Pertumbuhan (YoY) Catatan Regulasi & Dampak Pasar
Total Pendapatan Premi Rp7,89 Triliun Rp11,37 Triliun Melambat ke +3,68% Imbas pengetatan aturan SEOJK PAYDI
Laju Pertumbuhan Tahunan +5,17% (yoy) +3,68% (yoy) Turun -1,49% (MoM) Bisnis bergeser dari agresif ke kualitas
Total Pembayaran Klaim – Rp13,30 Triliun Menurun -7,99% Indikasi kualitas underwriting membaik
Fokus Pemasaran Agen Eksistensi pasar bebas Pemenuhan Risk Profiling Wajib Transparan Pembersihan total risiko miss-selling
Proyeksi Jangka Panjang – Ekspansi Selektif Berkelanjutan Menjaga minat investasi jangka panjang

Tags: Klaim UnitlinkOgi PrastomiyonoojkOtoritas Jasa KeuanganPAYDIPerencanaan Keuangan Jangka Panjangpremi asuransi jiwaSEOJK Nomor 5/SEOJK.05/2022UnderwritingUnit-LinkedUnitlink
 
 
 
 
 
Sebelumnya

PP No 21/2026 Diteken Prabowo, BI Perluas Instrumen DHE SDA Bisa Jadi Agunan Kredit Rupiah

Selanjutnya

Turunkan NPL ke Level 2,26%, Bank Maspion Sukses Terapkan Standardisasi Risiko Global

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Pendapatan Premi Prudential Indonesia Naik Rp21,1 Triliun, Produk Tradisional Melesat 16%

Pendapatan Premi Prudential Indonesia Naik Rp21,1 Triliun, Produk Tradisional Melesat 16%

oleh Sandy Romualdus
4 Juni 2026 - 10:21

Stabilitas.id – Raksasa asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), membukukan total pendapatan premi sebesar Rp21,1 triliun sepanjang tahun...

Pendapatan Premi Rp47,27 Triliun, Aset Industri Asuransi Jiwa Melesat Jadi Rp652,89 Triliun

Pendapatan Premi Rp47,27 Triliun, Aset Industri Asuransi Jiwa Melesat Jadi Rp652,89 Triliun

oleh Sandy Romualdus
4 Juni 2026 - 09:39

Stabilitas.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja keuangan industri asuransi jiwa nasional menunjukkan resiliensi yang kokoh pada kuartal...

OJK Dorong Reformasi Asuransi 2026, Siapkan Skema Tiering Modal Minimum

OJK Dorong Reformasi Asuransi 2026, Siapkan Skema Tiering Modal Minimum

oleh Stella Gracia
3 Juni 2026 - 14:38

Stabilitas dan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengakselerasi program reformasi total pada sektor industri asuransi dan reasuransi nasional. Langkah...

Mitigasi Risiko Klaim, Tugure Ingatkan Bahaya Salah Hitung Nilai Pertanggungan Bisnis

Mitigasi Risiko Klaim, Tugure Ingatkan Bahaya Salah Hitung Nilai Pertanggungan Bisnis

oleh Stella Gracia
2 Juni 2026 - 10:54

Stabilitas.id – Perusahaan reasuransi nasional, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), mengingatkan pentingnya ketepatan teknis dalam penetapan nilai pertanggungan (sum insured)...

Transformasi Industri Asuransi Belum Komprehensif, OJK akan Perketat Ketentuan Modal Minimum

Data OJK Maret 2026: Kanal Bancassurance Kuasai 40,4 Persen Premi Asuransi Jiwa

oleh Sandy Romualdus
29 Mei 2026 - 15:59

Stabilitas.id — Kanal distribusi kerja sama perbankan atau bancassurance kukuh mempertahankan posisinya sebagai mesin pertumbuhan utama dalam struktur pendapatan premi...

QIII 2014, Premi Prudential Tumbuh 13%

Fokus ke Produk Tradisional, Aset Kelolaan Prudential Syariah Melesat Jadi Rp8 Triliun

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:43

Stabilitas.id — PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) menorehkan rapor biru sepanjang tahun buku 2025. Penguasa pangsa pasar (market...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Strategi Pembiayaan ESG: CIMB Niaga Kejar Target Net Zero Melalui Kredit Hijau Sektor Tambang

Siasat Para Ibu Menjinakkan Dompet Digital

BRI Raih Best Private Bank di Indonesia Versi Global Private Banker

RUPST Restui Dividen Rp21,9 Triliun, Telkom (TLKM) Jadwalkan Pembayaran 10 Juli 2026

Bentuk Konglomerasi, OCBC NISP (NISP) Caplok Great Eastern Life Rp201,98 Miliar

Dongkrak Nilai Transaksi Saham Hingga 119%, Program Liquidity Provider BEI Mulai Unjuk Gigi

Kinerja Solid, Laba Bersih BSI Melesat 17,79% Menjadi Rp2,8 Triliun hingga April 2026

Setara 5,6 Bulan Impor, Likuiditas Cadev Devisa Bank Indonesia Kokoh Di Atas Standar Global

Likuiditas Makro: Uang Primer (M0) Adjusted Mei 2026 Tembus Rp2.214,6 Triliun

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Turunkan NPL ke Level 2,26%, Bank Maspion Sukses Terapkan Standardisasi Risiko Global

Turunkan NPL ke Level 2,26%, Bank Maspion Sukses Terapkan Standardisasi Risiko Global

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance