Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tren perlambatan pertumbuhan pada kinerja pendapatan premi produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit-linked). Berdasarkan data teranyar, akumulasi pendapatan premi unit-linked nasional parkir di angka Rp11,37 triliun per Maret 2026.
Meskipun secara nominal mengalami kenaikan, pertumbuhan secara tahunan (year-on-year/yoy) tercatat melandai ke level 3,68%. Perlambatan ini kian kentara jika dikomparasikan dengan rapor performa pada bulan sebelumnya, di mana per Februari 2026 pendapatan premi unit-linked masih mampu melesat tumbuh 5,17% yoy dengan realisasi nilai Rp7,89 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan, moderasi pertumbuhan ini merupakan cerminan dari fase konsolidasi struktural yang tengah berjalan di dalam industri asuransi jiwa nasional.
BERITA TERKAIT
“Pertumbuhan itu menunjukkan bahwa kinerja unit-linked masih tetap berada di zona positif, meskipun bergerak lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya. Dinamika ini tidak terlepas dari dampak berkelanjutan atas implementasi Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 5/SEOJK.05/2022 tentang Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI),” ungkap Ogi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (22/5/2026).
Bersihkan Praktik Miss-Selling, Fokus Kualitas Bisnis
Ogi memaparkan bahwa sejak regulasi ketat PAYDI tersebut diundangkan secara penuh, peta kompetisi industri asuransi jiwa bergeser secara masif. Pertumbuhan premi kini tidak lagi didongkrak oleh strategi pemasaran massal yang agresif dari para agen—yang pada masa lalu kerap memicu sengketa akibat praktik penjualan yang keliru (miss-selling).
Sebaliknya, perlambatan laju pertumbuhan saat ini justru mencerminkan perbaikan kualitas bisnis korporasi, yang berfokus pada tiga aspek fundamental:
-
Penguatan Praktik Underwriting: Perusahaan asuransi kini jauh lebih selektif dan ketat dalam menyaring profil risiko calon tertanggung.
-
Transparansi Karakteristik Produk: Perusahaan wajib menjabarkan secara terperinci porsi dana yang masuk ke kantong proteksi murni versus dana yang dialokasikan ke keranjang investasi (reksa dana/saham) beserta potensi risikonya.
-
Kesesuaian Profil Risiko (Risk Profiling): Menjamin bahwa produk investasi yang dibeli nasabah sudah selaras dengan tujuan perencanaan keuangan jangka panjang mereka.
Langkah pengetatan ini dinilai krusial untuk membangun kembali fondasi kepercayaan (trust) masyarakat terhadap produk proteksi hibrida ini. Ke depan, OJK memproyeksikan tren pertumbuhan premi unit-linked akan bergerak konstan di koridor yang lebih moderat dan selektif demi menjaga keberlanjutan (sustainability) keuangan perusahaan asuransi.
Rapor Positif
Di tengah melandainya kurva pendapatan premi, industri asuransi jiwa mendapatkan angin segar dari pos pengeluaran. OJK melaporkan beban klaim produk unit-linked berhasil ditekan hingga menyusut ke angka Rp13,30 triliun per Maret 2026.
Raihan tersebut mencatatkan penurunan sebesar 7,99% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan grafik klaim ini mengonfirmasi bahwa seleksi risiko (risk selection) pasca-penerapan SEOJK PAYDI berjalan efektif, sehingga mampu meminimalisasi potensi pembengkakan klaim kesehatan maupun tebus nilai tunai (surrender) yang tidak direncanakan. ***
Perbandingan Indikator Finansial Industri Asuransi Unit-Linked (Kuartal I/2026)
| Parameter Kinerja Keuangan | Posisi Per Februari 2026 | Posisi Per Maret 2026 | Tren Pertumbuhan (YoY) | Catatan Regulasi & Dampak Pasar |
| Total Pendapatan Premi | Rp7,89 Triliun | Rp11,37 Triliun | Melambat ke +3,68% | Imbas pengetatan aturan SEOJK PAYDI |
| Laju Pertumbuhan Tahunan | +5,17% (yoy) | +3,68% (yoy) | Turun -1,49% (MoM) | Bisnis bergeser dari agresif ke kualitas |
| Total Pembayaran Klaim | – | Rp13,30 Triliun | Menurun -7,99% | Indikasi kualitas underwriting membaik |
| Fokus Pemasaran Agen | Eksistensi pasar bebas | Pemenuhan Risk Profiling | Wajib Transparan | Pembersihan total risiko miss-selling |
| Proyeksi Jangka Panjang | – | Ekspansi Selektif | Berkelanjutan | Menjaga minat investasi jangka panjang |






.jpg)










