• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

oleh Stella Gracia
13 Juli 2026 - 13:57
16
Dilihat
Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar
0
Bagikan
16
Dilihat

PT Pos Indonesia (Persero) menunda pembayaran kupon ke-6 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri A-C senilai Rp 24,11 miliar akibat kendala arus kas jangka pendek.

Stabilitas.id – PT Pos Indonesia (Persero) mengalami kendala likuiditas jangka pendek. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) layanan logistik dan pos ini resmi menunda pembayaran imbal jasa (kupon) ke-6 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri A-C dengan nilai total mencapai Rp 24,11 miliar.

  • Baca juga: Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

Manajemen menjelaskan bahwa penundaan pembayaran ini dipicu oleh tekanan arus kas (cash flow) jangka pendek perusahaan. Meski demikian, perusahaan memastikan seluruh kegiatan operasional dan layanan terhadap pelanggan tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dipublikasikan Senin (13/7), Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia, Prasabri Pesti, mengungkapkan bahwa kondisi posisi kas perseroan saat ini belum memungkinkan untuk mengeksekusi pembayaran imbal hasil tersebut.

BERITA TERKAIT

Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

Koreksi Pembukuan Rp 9 Triliun dan Gagal Bayar Sukuk, Danantara Rombak Total Pos Indonesia

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Kejar Indeks Global, OJK dan SRO Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal

Kronologi Keterlambatan 

Berdasarkan jadwal penyelesaian transaksi, Pos Indonesia sejatinya diwajibkan untuk menyediakan dan menyetor dana pembayaran ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) paling lambat pada 7 Juli 2026 sebelum pukul 14.00 WIB.

Namun, hingga batas waktu krusial tersebut terlampaui, dana senilai puluhan miliar tersebut belum juga tersedia. Merespons kondisi ini, manajemen Pos Indonesia bergerak cepat mengambil langkah administratif:

  • Baca juga: Koreksi Pembukuan Rp 9 Triliun dan Gagal Bayar Sukuk, Danantara Rombak Total Pos Indonesia
  • 7 Juli 2026: Pos Indonesia resmi mengirimkan surat permohonan penundaan pembayaran kupon ke-6 kepada KSEI.

  • 8 Juli 2026: KSEI memberikan persetujuan terkait penundaan jadwal pembayaran imbal jasa yang seharusnya didistribusikan kepada pemegang sukuk pada tanggal tersebut.

Operasional Normal 

Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, menegaskan bahwa penundaan ini murni bersifat sementara akibat dinamika arus kas jangka pendek. Ia meminta para investor dan publik tidak menyamakan kendala likuiditas ini dengan prospek keberlangsungan usaha (going concern) perseroan.

“Hal ini bukan cerminan dari keberlangsungan usaha maupun kualitas layanan Perseroan. Seluruh kegiatan operasional dan layanan kepada pelanggan tetap berjalan normal,” kata Iwan dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.

Iwan menambahkan, penyampaian fakta material ini merupakan wujud kepatuhan perseroan terhadap prinsip keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG).

  • Baca juga: Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Saat ini, manajemen Pos Indonesia tengah melakukan koordinasi intensif dengan wali amanat, KSEI, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk mempercepat proses penyelesaian kewajiban pembayaran tersebut. Manajemen juga menyampaikan apresiasi atas kesabaran para investor dan berjanji akan terus memperbarui perkembangan penyelesaian komitmen sukuk ini secara transparan. ***

Tags: arus kas BUMNKSEIPos IndonesiaPrasabri PestiSukuk Ijarah Berkelanjutansukuk Pos Indonesiatunda bayar kupon
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Intip Catatan S&P Terkait Tantangan Struktural dan Risiko Perubahan Kebijakan RI

Selanjutnya

S&P Afirmasi Rating Indonesia BBB, Menkeu Purbaya: Arah Kebijakan Kita Kredibel

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

oleh Sandy Romualdus
5 September 2026 - 10:05

Simak analisis mendalam pasar keuangan 5 September 2026. Ulasan teknikal IHSG, penguatan Rupiah ke Rp 17.608/USD, lonjakan harga emas Antam...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 22:07

JPMorgan memproyeksikan IHSG mencapai level 7.000 pada akhir 2026. Resiliensi kinerja emiten dan disiplin batas defisit APBN 3% dinilai menjadi...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:52

Dapatkan analisis pasar mendalam hari ini. Pantau arah pergerakan IHSG, nilai tukar Rupiah, harga emas Antam, harga minyak dunia, dan...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:29

Ada risiko pasar dan strategi portofolio pasca-lonjakan inflasi Agustus 2026, kontraksi PMI manufaktur, serta prospek resiliensi sektor perbankan vs sektor...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Saham Blue Chip dan Komoditas Jadi Pemain Utama, Ini Top 10 Saham Pilihan Mandiri Sekuritas

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 18:47

Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai level 6.810 pada akhir tahun 2026. Pemulihan pasar saham didorong oleh rotasi ke sektor komoditas,...

Suku Bunga Turun Dorong Penerbitan Obligasi Korporasi

Mandiri Sekuritas Patok Yield SBN 10 Tahun di 6,8%–7,0%, Pasar Mulai Didominasi Investor Domestik

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 18:35

Mandiri Sekuritas memproyeksikan yield obligasi pemerintah Indonesia (INDOGB) 10 tahun mencapai 6,8%–7,0% pada akhir 2026, didukung resiliensi ekonomi domestik dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

S&P Afirmasi Rating Indonesia BBB, Menkeu Purbaya: Arah Kebijakan Kita Kredibel

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance