• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemendag Bawa Pelaku Bisnis Indonesia ke Australia

oleh Stella Gracia
14 Februari 2020 - 03:17
11
Dilihat
Kemendag Bawa Pelaku Bisnis Indonesia ke Australia
0
Bagikan
11
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas– Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) telah diratifikasi oleh DPR RI, 6 Februari lalu.

“Indonesia berharap, dengan telah diratifikasinya IA-CEPA ini, maka dalam 5 tahun ke depan, kedua negara sudah mempunyai peta jalan yang jelas (plan of action). Dengan demikian, diharapkan hubungan bilateral Indonesia-Australia akan semakin kuat dan saling menguntungkan,” demikian disampaikan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo mewakili Menteri Perdagangan RI pada acara Forum Bisnis Indonesia-Australia yang digelar di Hotel Shangri La, Sydney, Australia.

Untuk mengoptimalkan IA-CEPA tersebut, Kementerian Perdagangan membawa sejumlah pelaku bisnis Indonesia ke Australia. Para pelaku bisnis tersebut bergerak di bidang kayu, furnitur, dekorasi rumah, kerajinan, makanan dan minuman, kopi, pupuk, dan niaga elektronik (e-commerce). Dirjen PPI berharap, pebisnis Australia dapat melakukan diskusi yang bermanfaat dengan mitra mereka yang ikut serta dalam forum tersebut.

BERITA TERKAIT

“Untuk mengoptimalkan hasil perjanjian IA-CEPA tersebut, Kemendag membawa delegasi bisnis Indonesia ke Australia yang mewakili berbagai sektor untuk berpatisipasi dalam meningkatkan perdagangan kedua negara,” tegas Iman.

Saat ini, Indonesia melakukan kerja sama dengan Australia di berbagai bidang, di antaranya telekomunikasi, rumah sakit, pertambangan, asuransi, konstruksi, pendidikan tinggi, serta pelatihan kejuruan teknis. Indonesia juga memberikan tarif khusus untuk beberapa produk pertanian, termasuk biji-bijian pakan, dan untuk gulungan baja canai panas/dingin.

Dalam mengatasi hambatan perdagangan, Dirjen PPI menjelaskan bahwa terdapat beberapa strategi yang dilakukan pemerintah dalam upaya memperluas perdagangan yaitu dengan meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta melanjutkan reformasi dalam perdagangan dan investasi agar lebih terintegrasi ke dalam ekonomi dunia.

Presiden RI Joko Widodo telah menetapkan 5 prioritas pembangunan, yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, penyederhanaan peraturan, efisiensi birokrasi, dan transformasi ekonomi. Pada transformasi ekonomi, Kemendag telah menetapkan 4 kebijakan, yaitu meningkatkan partisipasi dalam Rantai Nilai Global (GVC); menyederhanakan prosedur perdagangan untuk mengurangi biaya dan waktu; meningkatkan efisiensi logistik; dan memperluas pasar.

Indonesia menyadari Indonesia tidak dapat memainkan perannya sendiri dalam perdagangan, namun membutuhkan mitra untuk tumbuh bersama, termasuk Australia. Di dunia yang semakin mengglobal ini, setiap negara membutuhkan negara lain sebagai partner untuk membangun dan memperluas bisnisnya.

Untuk itu, Dirjen PPI tak lupa mengundang para pebisnis Australia untuk datang ke Trade Expo Indonesia yang akan diadakan pada 30 September hingga 4 Oktober 2020 mendatang. Tahun 2019 lalu, terdapat 133 delegasi bisnis Australia yang datang ke acara tersebut dengan transaksi yang dihasilkan selama pameran mencapai USD 25,79 juta. Produk yang diminati dari Indonesia, antara lain produk pertanian, makanan olahan, rempahrempah, produk plastik, furnitur, herbal, dan barang konsumsi.

Selain itu, Dirjen PPI juga mengundang pebisnis Australia untuk mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai yang akan diselenggarakan dari 20 Oktober 2020 hingga 10 April 2021. Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai akan menunjukkan perkembangan inovatif sumber daya alam berkelanjutan Indonesia, industri 4.0, ekonomi digital, dan beragam budaya dan sifat Indonesia yang indah sebagai pulau-pulau peluang yang ditampilkan.

Selanjutnya, kegiatan forum bisnis ini juga diisi dengan Diskusi Panel “IA-CEPA: A Pathway to Explore Opportunities Next Door” dengan narasumber yaitu State Director, NSW State Office, Trudy Witbreuk; Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani; Ketua Umum GAPMMI, Adhi Lukman; serta National President of AIBC, Philip Turtle.

Setelah forum bisnis, diadakan pula kegiatan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitranya dari Australia. Kegiatan ini menghasilkan potensi nilai transaksi B-to-B sebesar USD 2,4 juta untuk produk makanan dan bumbu masak, kopi, produk perikanan, serta furnitur dan produk kayu.

Diharapkan, transaksi ini akan terus bertambah seiring dengan dicapainya kesepakatan-kesepakatan dagang yang saat ini masih dalam proses negosiasi.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Australia

Indonesia dan Australia merupakan mitra strategis yang harus tumbuh bersama. Oleh karena itu, hubungan bilateral sangat penting bagi kedua negara.

Tahun 2019, total perdagangan Indonesia dan Australia mencapai USD 7,8 miliar. Produk ekspor utama Indonesia ke Australia yaitu minyak bumi, cerutu, kayu, monitor dan proyektor, ban, dan alas kaki. Sementara, produk impor utama dari Australia adalah minyak bumi, gandum dan meslin, batu bara, sapi hidup, ferro nikel, dan bijih besi.

Ekspor Indonesia ke Australia sebesar 1,2 persen dari total impor Australia dari dunia. Sementara, ekspor Australia ke Indonesia sebesar 3,1 persen dari total impor Indonesia dari dunia.

Untuk investasi, pada tahun 2018, Australia merupakan investor terbesar ke-10 di Indonesia, mencakup 635 proyek di Indonesia dengan jumlah total sekitar USD 597,4 juta. Saat ini, investasi Australia di Indonesia sebagian besar bergerak di bidang pertambangan, logam, pertanian, real estat, permesinan, dan transportasi.

Sementara, Indonesia merupakan negara tujuan investasi favorit ke-4 di dunia dan memiliki potensi besar. Berbagai bidang investasi cukup menarik minat pebisnis Australia, seperti maritim, logistik, pariwisata, teknologi informasi dan komunikasi, pendidikan tinggi, serta pelatihan kejuruan.

Tags: #Perdagangan Indonesia-Australia, #IA-CEPA
 
 
 
 
Sebelumnya

CIMB Niaga Dukung Perkenalan ALL – Accor Live Limitless lewat Hotel & Wedding Fair

Selanjutnya

Kredivo Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pinjaman Tunai 2 Kali Lipat di 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 12:03

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi potensi krisis global saat ini berada di...

Sinergi BI-BNM: Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Terbaru

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

oleh Stella Gracia
11 Mei 2026 - 11:59

Stabilitas.id – Emiten properti dan layanan kesehatan, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), resmi merombak susunan Direksi dan Dewan Komisaris dalam...

Menkeu Purbaya Optimis APBN 2026 Jadi ‘Shock Absorber’ di Tengah Defisit Rp54,6 Triliun

Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun ‘Bobol’, Menkeu Purbaya ungkap Pemicunya

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 11:55

Stabilitas.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait polemik pengadaan 25.000 unit motor listrik oleh Badan Gizi Nasional...

Pemerintah Akhirnya Relaksasi Aturan Tax Amnesty

Genjot Likuiditas, Pemerintah Percepat Restitusi PPh WP Badan dengan Omzet s.d Rp50 Miliar

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 11:49

Stabilitas.id – Pemerintah terus berupaya memperkuat likuiditas sektor usaha melalui percepatan restitusi Pajak Penghasilan (PPh). Kebijakan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran...

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

oleh Sandy Romualdus
11 Mei 2026 - 11:44

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada April 2026 tetap terjaga pada level optimis. Hal...

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

SIG (SMGR) Alokasikan Seluruh Laba 2025 untuk Dividen, Intip Kinerja Kuartal I/2026

oleh Sandy Romualdus
8 Mei 2026 - 17:11

Stabilitas.id – Emiten semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) atau SIG, memutuskan untuk membagikan seluruh laba bersih...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

Cek Dompet Anda! Ini Daftar Rupiah Lama yang Segera Tak Laku dan Batas Waktu Tukarnya

Anggaran Motor Listrik BGN Rp1,05 Triliun ‘Bobol’, Menkeu Purbaya ungkap Pemicunya

Genjot Likuiditas, Pemerintah Percepat Restitusi PPh WP Badan dengan Omzet s.d Rp50 Miliar

Risiko Finansial Kian Kompleks, BI Tekankan Pentingnya Otonomi dan Integrasi Kebijakan

Keyakinan Konsumen April 2026 Menguat, Didorong Persepsi Ketersediaan Lapangan Kerja

Sinergi BI-BNM: Digitalisasi Sistem Pembayaran Jadi Fokus Kerja Sama Bilateral Terbaru

Strategi Menjaga ‘Cash Flow’, Maybank Indonesia Berbagi Tips Evaluasi Keuangan Tengah Tahun

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Kredivo Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pinjaman Tunai 2 Kali Lipat di 2020

Kredivo Indonesia Targetkan Pertumbuhan Pinjaman Tunai 2 Kali Lipat di 2020

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance