• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemendag Dorong Penyediaan Fasilitas Pembiayaan Ekspor Produk Organik

oleh Stella Gracia
31 Mei 2020 - 00:22
8
Dilihat
Kabupaten Konawe Keluarkan Resi Gudang SRG
0
Bagikan
8
Dilihat

JAKARTA, STabilitas — Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) mendorong peningkatan penyediaan fasilitas pembiyaan ekspor untuk produk organik Indonesia. Untuk itu, Ditjen PEN bekerja sama dengan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian menggelar seminar virtual dengan tema “Aktivasi Kerja Sama Pengembangan Ekspor Melalui Seminar Pembiayaan Ekspor” di Jakarta.

Seminar ini merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) tentang pengembangan ekspor produk organik komoditas perkebunan antara Ditjen PEN dengan Ditjen Perkebunan. Seminar diikuti perwakilan dari sepuluh kelompok tani penerima manfaat Mou, perwakilan Ditjen Perkebunan, serta pendamping Kelompok Tani dari Dinas Pertanian tempat penerima manfaat MoU.

Narasumber seminar tersebut adalah Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Asisten Deputi Permodalan Kementerian koperasi dan UMKM, serta Kepala Divisi Trade Finance-Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

BERITA TERKAIT

Plt. Direktur Jenderal PEN Kasan menegaskan pelaku usaha organik, UMKM, maupun koperasi perlu mendapatkan informasi yang komprehensif dan lengkap mengenai pembiayaan dan prosedur untuk memperoleh pembiayaan ekspor. Hal ini tentu untuk mendorong pengembangan usahanya dalam memasarkan produk, baik di pasar domestik, maupun ekspor.

“UMKM merupakan salah satu tantangan bagi Indonesia untuk bertahan dari kondisi darurat akibat COVID-19. Keberadaan UMKM diharapkan dapat memasok kebutuhan produk yang tidak tersedia karena pembatasan dari negara lain,” ujar Kasan.

Lebih lanjut, Kasan mengatakan bahwa pelaku usaha produk organik tersebut diharapkan dapat menyikapi setiap perubahan dengan cepat guna menentukan strategi penjualan dan mempertahankan usahanya. Salah satu kendala ekspor yang dihadapi pelaku usaha organik adalah sulitnya mendapatkan akses pembiayaan yang diperlukan guna pemenuhan bahan baku dan promosi serta sulitnya pemasaran.

“Selain mencari solusi terhadap kendala pembiayaan, pelaku usaha organik perlu melakukan inovasi atau diversifikasi produk, sehingga dapat menyesuaikan dengan pola perilaku konsumen saat ini, termasuk beradaptasi terhadap pendistribusian pemasaran secara daring melalui ecommerce. Untuk itu, pemerintah dan lembaga keuangan terkait telah memiliki berbagai metode pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Bahkan, dengan adanya COVID-19, pemerintah memberikan relaksasi kebijakan yang dapat mempermudah pelaku usaha,” ungkap Kasan.

Di sisi lain, secara teknis dijelaskan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Marolop Nainggolan, pelaku usaha diharapkan dapat mematuhi persyaratan yang telah ditentukan. Salah satunya, kelompok tani harus berbadan usaha untuk memudahkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya, dan sebagai salah satu persyaratan menjadi eksportir.

Dikatakan Marolop, Kementerian Perdagangan selalu berupaya memberikan dukungan kepada para pelaku usaha, terutama untuk yang dapat memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor Indonesia. “Selain fasilitas pembiayaan ekspor, dukungan yang diberikan antara lain berupa pelatihan ekspor, pemberian informasi peluang pasar ekspor, dan pengembangan desain produk. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor dan membangun citra merek Indonesia ke pasar nontradisional,” katanya.

Produk organik Indonesia memiliki potensi cukup besar untuk bersaing di pasar internasional. Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah petani yang mengelola pertanian organik dari tahun ke tahun serta meningkatnya jumlah gerai produk organik di supermarket dan rumah makan. Selain itu, di Indonesia sendiri juga bermunculan organisasi pecinta organik dan berbagai Lembaga Sertifikasi Organik (LSO).

Hal lain yang dapat dicatat adalah pandemi COVID-19 juga mengakibatkan kebutuhan konsumen akan produk sehat mengalami peningkatan. COVID-19 berpotensi memacu permintaan bahan makanan organik, vegetarian dan makanan sehat lainnya. Contohnya salah satu perusahaan makanan organik di Inggris, Nourish Organic bahkan mengalami peningkatan penjualan makanan organik dan sayuran organik sekitar 30 persen sejak masa pandemi ini atau terhitung Maret 2020.

Menurut data Organic Trade Association (OTA), penjualan produk organik pada 2018 mencapai USD 47,9 juta dan hal ini diprediksi akan terus meningkat hingga USD 60 juta pada 2022. Sedangkan pertumbuhan nilai investasi komoditas organik ini di dunia juga diprediksi akan terus meningkat mencapai USD327.600 juta pada 2022 yang sebelumnya tercatat sebesar USD 115.984 pada tahun 2015.

Amerika dan beberapa negara di Eropa, seperti Jerman, Perancis, Italia, dan Belanda serta Swiss merupakan potensi pasar yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha produk organik Indonesia. Amerika dan Eropa merupakan dua pasar potensial bagi produk organik Indonesia karena memilik konsumen yang cukup besar.

“Perubahan gaya hidup dan konsumsi masyarakat dunia kembali ke alam. Untuk itu bahan natural, organik, atau bahan tanpa bahan pengawet, serta bahan yang tidak mengandung pestisida dan bahan kimia lainnya sangat diminati konsumen saat ini. Melihat peluang dan potensi yang ada, Kementerian Perdagangan memandang produk organik merupakan salah satu produk strategis peningkatan ekspor nonmigas Indonesia dan diharapkan dapat menjadi produsen organik terkemuka di pasar global,” tutup Kasan.

Tags: #Kementerian Perdagangan, #UMKM, #Ekspor Nasional
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Tiga Usulan ISEI Untuk Dukung Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Covid-19

Selanjutnya

Minat Investor Berinvestasi di tanamduit Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Atasi Hambatan Investasi, Satgas P2SP Selesaikan 58 Aduan Pelaku Usaha hingga April 2026

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

oleh Stella Gracia
17 Juli 2026 - 07:22

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan tarif pajak. Strategi difokuskan pada ekstensifikasi dan kepatuhan pajak jualan online....

Tren Kontraksi Berakhir, Penerimaan Pajak Semester I-2026 Melonjak 24,6% Jadi Rp 1.035,7 Triliun

Pastikan Efisiensi Anggaran MBG 2026, Kopdes Wajib Lolos Audit BPKP

oleh Stella Gracia
16 Juli 2026 - 06:29

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 akan diefisiensikan. Kemenkeu siap tutup SPPG yang bermasalah....

BI: Uang Beredar Naik 7,34%, Efek Pelonggaran Moneter dan Dorongan Fiskal Pemerintah

S&P Tahan Rating Utang RI di Level BBB, BI Sebut Bukti Kepercayaan Global Tetap Solid

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 14:59

Bank Indonesia (BI) menyambut positif keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan outlook...

Menkeu Purbaya Targetkan Rp60 Triliun dari Penunggak Pajak, Ada Bos Besar Masuk Radar

Rasio Utang RI Tembus 40,54% PDB di 2025, Menkeu Purbaya Tegaskan APBN Tetap Sehat

oleh Sandy Romualdus
15 Juli 2026 - 14:52

Meta Description: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan rasio utang RI tahun 2025 sebesar 40,54% PDB masih aman di bawah...

Enam Gebrakan Purbaya dalam Sebulan Pimpin Kemenkeu

Laporan APBN 2025: Di Tengah Gejolak Global, Ekonomi RI Tumbuh 5,11%

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 13:53

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan pertanggungjawaban APBN 2025. Di tengah gejolak global, ekonomi RI tumbuh 5,11% dan defisit terjaga...

Menkeu Purbaya: Analisis JP Morgan Sebut Ketahanan Ekonomi RI Terkuat Kedua di Dunia

Realisasi Anggaran Pendidikan APBN 2025 Hanya 19,1%, Menkeu Purbaya Beberkan Kendalanya

oleh Stella Gracia
15 Juli 2026 - 12:53

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui realisasi anggaran pendidikan APBN 2025 baru mencapai 19,1%. Pemerintah siapkan program Sekolah Rakyat dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Kejar Target Rp2.357 Triliun, DJP Bidik Rp200 Triliun dari Ekstensifikasi Pajak

    Tarik PPh 22 di Marketplace, DJP Bidik Pajak Digital Melonjak Hingga Rp 24 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DJP Kejar Pajak Digital, Strava dan Kling AI Resmi Kena PPN 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Laba Rp66,59 Miliar, RUPST KB Bank (BBKP) Rombak Jajaran Direksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didorong Danantara, PLN Group Bakal Ciutkan 44 Anak Usaha Menjadi 23 Unit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BI: Bursa Mineral Bakal Berantas Praktik Nakal ‘Transfer Pricing’ dan Tarik Investasi Riil

Bidik Status Hub Perdagangan Dunia, OJK Targetkan Bursa Mineral Beroperasi 1 Januari 2027

Data Lengkap Rekening Judol: Laporan BCA, BRI, & BNI Tembus Belasan Ribu

Pasar Volatil Bukan Halangan, Laba Bisnis Wealth Management DBS Indonesia Melesat 24%

Fundamental Kokoh, BI Sebut Tekanan Rupiah Murni Terkerek Sentimen Global

BI Rate Mendaki, OJK Tegaskan Likuiditas Perbankan Tetap Tebal dan Kredit Tumbuh 11,51%

Ogah Naikkan Tarif, Menkeu Purbaya Pilih Strategi ‘Angsa Emas’

Semester I-2026: Laba Bersih Bank BTN (BBTN) Melonjak 40,8% Jadi Rp 2,4 Triliun

Berkat Efisiensi CASA, Cost of Fund (CoF) BBTN Susut Jadi 3%

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Minat Investor Berinvestasi di tanamduit Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi Covid-19

Minat Investor Berinvestasi di tanamduit Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi Covid-19

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance