• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, Maret 9, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kemenperin Bidik Substitusi Impor 15 Persen Tahun 2021

Sasaran tersebut akan dilanjutkan hingga tahun 2022 sebesar 35 persen.

oleh Stella Gracia
12 November 2020 - 08:22
8
Dilihat
Menperin: Perpanjangan GSP Berpeluang Perluas Pasar Produk RI di AS
0
Bagikan
8
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id — Kementerian Perindustrian menargetkan substitusi impor bahan baku atau bahan penolong serta barang modal untuk sektor industri minimal mencapai 15 persen pada tahun 2021 nanti.

“Kami terus mendetailkan produk apa saja yang paling dominan impornya. Namun demikian, langkah strategis ini perlu mendapat dukungan dari para pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan,” kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono di Bandung.

Sekjen Kemenperin menjelaskan, pemerintah bertekad untuk melindungi industri di dalam negeri, terlebih dengan adanya dampak pandemi Covid-19. “Tentu tujuannya agar bisa lebih berdaya saing. Ada beberapa sektor yang kapasitasnya tidak terpakai (idle) atau terkena unfair trade, sehingga perlu kita lindungi,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Strategi Dekarbonisasi: Kunci Daya Saing Sektor Aluminium Indonesia di Pasar Global

Samsung Raih Predikat Merek Paling Direkomendasikan di Indonesia Versi YouGov 2025

PertaLife Insurance Dukung Upstream Run 2025: Proteksi Jiwa untuk Peserta Lari

PertaLife Insurance Catat Kinerja Baik, Bukukan Premi Rp1,25 Triliun

Kemenperin menghitung, saat ini utilisasi sektor industri di tanah air sekitar 56 persen karena imbas pandemi. Padahal sebelumnya mampu menyentuh 70 persen. “Sebenarnya kita tidak anti impor. Sebab, bahan baku dan bahan penolong itu dibutuhkan oleh sektor industri kita untuk ditingkatkan lagi nilai tambahnya. Tugas kami adalah menjaga keberlangsungan usaha mereka,” paparnya.

Salah satu bahan baku yang impornya perlu ditekan ada di sektor industri kimia. Sedangkan untuk impor barang modal yang perlu disubstitusi, misalnya di sektor industri permesinan dan elektronik. “Semua sektor masing-masing punya karakteristik yang berbeda. Untuk itu, kami sedang perdalam komoditasnya hingga HS number 8-digit,” imbuh Sigit.

Upaya yang dilakukan untuk penurunan impor pada sektor-sektor dengan persentase impor terbesar dijalankan secara simultan dengan upaya peningkatan utilisasi produksi. Dalam hal ini, Kemenperin terus mendorong pendalaman struktur dan peningkatan investasi di sektor industri.

“Memang investasi punya andil yang sangat besar bagi perekonomian, seperti penyerapan tenaga kerja. Kami akan fasilitasi dan kawal realisasi investasi dari sektor industri. Hingga tahun 2023, ada rencana investasi di sektor industri dengan total nilai hingga Rp1.048 triliun,” ungkap Sigit.

Berikutnya, kebijakan strategis yang diterapkan pemerintah meliputi implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 pada tujuh sektor industri prioritas, yaitu industri makanan dan minuman, kimia, tekstil dan busana, otomotif, elektronika, farmasi serta alat kesehatan.

Target dari Making Indonesia 4.0 adalah Indonesia bisa masuk dalam 10 besar ekonomi dunia tahun 2030,” tandasnya. Saat ini, pemerintah tengah berupaya melakukan business matching untuk menarik investasi pada sektor-sektor industri yang potensial, termasuk tujuh sektor industri prioritas Making Indonesia 4.0.

Selain itu, target substitusi impor untuk sektor industri dapat dicapai melalui optimalisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Potensi belanja barang dan modal dari pemerintah sekitar RP546,5 Triliun. Tentunya peluang ini tidak boleh kita lewatkan, akan kita awasi dan kelola untuk bisa dimanfaatkan oleh produk-produk dalam negeri,” ungkapnya.

Tags: industrisubstitusi impor
 
 
 
 
Sebelumnya

Tugu Insurance Raih Outlook Global Rating Jadi A (Excellent)

Selanjutnya

Startup Minuman Lokal ‘Haus!’ Dapat Suntikan Rp 30 Miliar dari BRI Ventures

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Uang Primer Adjusted Agustus 2025 Tumbuh 7,3% Jadi Rp1.961,3 Triliun

BI: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.027 Triliun, Rasio Uang Kartal Terjaga Stabil

oleh Stella Gracia
9 Maret 2026 - 09:54

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) mencatatkan ekspansi likuiditas yang terukur sepanjang tahun buku 2024 hingga awal 2026. Berdasarkan data Statistik...

Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

oleh Stella Gracia
9 Maret 2026 - 09:46

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa (cadef) Indonesia pada akhir Februari 2026 tetap berada di level yang...

SIG Kucurkan Rp1,4 Triliun di Tuban, Gandeng Taiheiyo Cement Perkuat Jaringan Global

SIG Kucurkan Rp1,4 Triliun di Tuban, Gandeng Taiheiyo Cement Perkuat Jaringan Global

oleh Stella Gracia
9 Maret 2026 - 09:34

Stabilitas.id — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan kerja ke proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi PT...

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 17:28

Stabilitas.id — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian Leang...

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

oleh Stella Gracia
5 Maret 2026 - 17:25

Stabilitas.id — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia dirancang dengan...

Menkeu Purbaya Bantah Isu Kredit Lemah: “Ekonom Bilang Begitu Harus Belajar Lagi”

Penerimaan Pajak Melesat 30 Persen, Menkeu Pastikan APBN 2026 Aman dari Gejolak Timteng

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 09:25

Stabilitas.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi aman dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

BI: Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.027 Triliun, Rasio Uang Kartal Terjaga Stabil

Cadef RI Februari 2026 Capai US$151,9 Miliar, Cukup Buat Bayar Utang dan Impor 6 Bulan

Gap Literasi Masih Tinggi, BI Perkuat Edukasi Keuangan Digital Lewat AKSI KLIK

SIG Kucurkan Rp1,4 Triliun di Tuban, Gandeng Taiheiyo Cement Perkuat Jaringan Global

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Sasar Potensi Ekonomi Bogor, CIMB Niaga Syariah Resmikan Digital Branch Berkonsep ‘Hybrid’

Rencana Buyback Saham BBNI Bisa Tingkatkan Kepercayaan Publik

BNI Tebar Hadiah Undian Rejeki wondr Tahap II, Nasabah Raih Mercedes hingga Ratusan Gadget

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Startup Minuman Lokal ‘Haus!’ Dapat Suntikan Rp 30 Miliar dari BRI Ventures

Startup Minuman Lokal ‘Haus!’ Dapat Suntikan Rp 30 Miliar dari BRI Ventures

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance