“Dengan pemasaran online, pelaku IKM juga bisamenembus pasar global. Pelaku IKM juga perlu memanfaatkan peluang perdagangan business to business di platform online,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta.
“Kami terus berupaya mendukung dan meningkatkan kemampuan IKM dalam memasarkan produk-produk yang berorientasi ekspor sesuai dengan kebutuhan pasar dan kualitas yang diinginkan oleh buyer,” papar Gati.
Oleh karena itu, Ditjen IKMA Kemenperin bersama Alibaba.com dan ATT Group telah menyelenggarakan webinar yang diikuti sebanyak 75 pelaku IKM sektor pangan yang berorientasi ekspor. “Dengan adanya workshop webinar ini, kami dapat menjaring peserta dari seluruh Nusantara dengan komoditas antara lain gula semut, lada bubuk, rempah olahan, VCO, tepung mocaf, tepung tapioka, tepung sagu, banana chips, dan aneka olahan buah,” sebutnya.
BERITA TERKAIT
“Indonesia harus dapat memanfaatkan situasi ini sebagai peluang terutama untuk IKM pangan. Untuk dapat bersaing, faktor penting yang harus diperhatikan oleh industri pangan adalah keamanan dan mutu pangan selain itu penggunaan teknologi proses yang efisien dan inovatif, dan pengembangan produk menyesuaikan dengan permintaan pasar,” tutur Gati
Para pelaku IKM tersebut akan didukung utamanya dalam tiga hal, yaitu proses on-boarding yang lebih cepat di paltform Alibaba.com untuk membangun jangkauan global, akses ke berbagai solusi untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, dan berbagai layanan yang disesuaikan dengan tujuan meningkatkan kapabilitas pedagangan online para pelaku IKM. Dengan upaya ini, diharapkan pelaku IKM dapat memanfaatkan peluang perdagangan B2B yang terdapat di pasar global melalui Alibaba.com.
“Dengan menjadi supplier di Alibaba.com, para pelaku IKM akan dapat memahami permintaan kategori produk yang akan membantu menetapkan harga secara efektif dan mendapatkan buyer yang tepat,” paparnya.
Untuk memenuhi kriteria pasar ekpor, Ditjen IKMA juga melakukan program peningkatan keamanan mutu pangan melalui Program Pendampingan, Bimbingan dan Sertifikasi HACCP bagi IKM Makanan. Dengan memiliki sertifikat HACCP, para pelaku IKM pangan akan lebih percaya diri untuk memenuhi kriteria pasar ekspor.

















