• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Keunggulan Komparatif Mantan Bankir

oleh Sandy Romualdus
15 Oktober 2012 - 00:00
83
Dilihat
Keunggulan Komparatif Mantan Bankir
0
Bagikan
83
Dilihat

Pengalaman memang selalu menjadi guru yang paling baik. Orang-orang yang berhasil dalam pekerjaan atau bisnisnya hampir pasti adalah mereka-mereka yang memiliki pengalaman segudang. Atau setidaknya, ketika seseorang memulai sesuatu bisnis baru, pengalamannya akan memberi perbedaan dibanding seseorang yang memulai sesuatu dari nol. 

Akan tetapi, pengalaman saja tentu tidak cukup karena masih ada aspek lain seperti permodalan, perencanaan usaha dan lainnya. Namun jika seseorang mengerti bagaimana mengakses permodalan maka dengan dikombinasikan dengan pengalaman, kesuksesan sepertinya akan lebih mudah dirintis. 

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Karena itulah jika berbicara tentang menjadi entrepreneur, tidak mengherankan jika para mantan bankir relatif memiliki ‘modal’ lebih baik saat memulai bisnis baru di luar perbankan, ketimbang orang-orang dari industri lain. 

BERITA TERKAIT

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Berburu 380 Debitur Mikro, Menolak Godaan Kerja Sama Gelap Lintah Darat

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

Meski tidak ada jaminan bahwa mantan bankir akan lebih mudah meniti jalan kesuksesan dibanding yang lain, namun diakui atau tidak mereka memiliki persiapan lebih baik. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat para mantan pegawai bank ini lebih mudah menjalani bisnis barunya. 

Dalam pekerjaannya, seorang pegawai bank terutama di bidang kredit, terbiasa berhadapan dengan analisis kelayakan sebuah usaha. Dia tentu sudah terbiasa pula memeriksa setiap berkas prosposal pengajuan pinjaman dari banyak pelaku yang ingin memulai atau memperluas usahanya. Para bankir ini, akhirnya sangat terlatih untuk menilai dan memutuskan sebuah bisnis yang prospektif dan mana yang tidak, karena itu layak dibiayai atau tidak. 

Oleh karena itu tak berlebihan jika bankir memiliki kemampuan untuk menilai sebuah usaha, menghitung nilai investasi, memetakan risiko dan menemukan mitigasi risiko serta menentukan prospek usahanya ke depan. Bahkan tidak jarang juga mereka berperan membantu perusahaan dalam meningkatkan kinerja dan pengelolaan keuangan. 

Menurut Gayatri Rawit Angreni, Ketua Dewan Sertifikasi Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR), para bankir memiliki sifat bawaan yang sama dengan bank. Perbankan adalah lembaga high leveraged dan sangat terkait dengan lembaga keuangan lainnya yang membuatnya berpotensi sebagai sumber risiko sistemik. 

Wajar saja jika kemudian para bankir memiliki kemampuan dalam mengelola risiko, baik risiko kredit, risiko pasar maupun risiko operasional. Hal itu tentu sangat berguna ketika bankir beralih profesi menjadi entrepreneur, yang memang harus sering berhadapan dengan risiko. “Terlebih lagi apabila mantan bankir yang menjadi entrepreneur kemudian membutuhkan dana untuk mengembangkan usahanya, maka dia akan lebih mudah memahami dan kemudian memenuhi persyaratan kelayakan usaha dan persyaratan bank,” kata Gayatri. 

Bankir juga memiliki segala bentuk kompetensi yang relevan bagi industri dan pengelolaan usaha. Misalnya operasional, pengembangan produk dan jasa, pemasaran, pelayanan prima, akuntansi dan manajemen keuangan bank, hukum, audit, komunikasi, kerjasama tim dan manajemen sumberdaya manusia. Dipadu dengan kepiawaiannya mengelola risiko, maka akan lebih mudah bagi bankir untuk merintis jalur sukses. “Kompetensi inti bankir ini ditambah dengan minatnya di bidang bisnis yang akan dikelolanya, merupakan modal yang cukup untuk menjadi entrepreneur,” kata Gayatri yang juga mantan Direktur BRI itu. 

Pengetahuan dan pengalaman selama seseorang menjadi bankir tak pelak merupakan modal yang sangat berharga ketika dia beralih menjadi pengusaha. Mantan bankir bisa memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya ketika memulai, menjalankan dan mengembangkan usahanya. 

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

“Kalau selama menjadi bankir kita sering mengulas, menganalisa setiap bentuk usaha dan sekarang ketika sudah terjun langsung maka pengetahuan itu kita gunakan untuk menganalisa usaha kita. Jika dulu hanya dilihat dan dianalisa maka sekarang ditambah dengan dilaksanakan,” kata HM Al Himan MD, mantan bankir yang kini terjun sebagai pengusaha batu alam di Palembang, Sumatra Selatan. 

Pria yang sempat menduduki jabatan sebagai Kepala Pusat Kredit Bank BNI Pusat ini pada 2001 memutuskan beralih menjadi pengusaha batu alam. Kini pengusaha yang memulai bisnisnya di Palembang sudah bisa dianggap sukses karena sudah membuka beberapa tempat pemasaran baru. 

Bagi Himan, pengalaman sebagai bankir sangat membantunya dalam mengembangkan usahanya kini, apalagi dia telah lama berada di bagian kredit. “Saya dulu bekerja di bagian kredit yang kerjaannya menganalisa dan itu saya terapkan ketika memulai dan juga menjalankan usaha ini. Dan tidak dapat dipungkiri pengetahuan serta pengalaman itulah sangat membantu saya mengembangkan usaha,” jelas HM Al Himan saat dihubungi Majalah Stabilitas Perbankan. 

Selain itu, pengelolaan keuangan perusahaan yang dimiliki mantan bankir tentu lebih baik dan rapih meskipun dia baru memulai usaha. Hal itu pun diakui oleh Al Hilman. Menurut dia, atas pengalamannya di bank pula dia bisa mengelola keuangan dengan baik, membuat pembukuan dengan cermat dan juga melaksanakan kegiatan dengan mengedepankan aspek prudensial. 

Mengedepankan Pelayanan

Selain mengambil pengalaman dalam menganalisis kredit, entrepreneur yang mantan bankir juga kerap mengadopsi nilai-nilai layanan yang dipraktikkan bank. Ketika kita masuk ke sebuah bank, kita akan langsung disambut dengan keramahan pegawai mulai dari petugas keamanan hingga ke bagian teller. Semua itu seolah sudah menjadi kebiasaan yang lumrah dihampir setiap bank. 

Nah, budaya seperti itulah yang dikembangkan oleh M Isnaeni ketika memulai usaha dengan membeli franchise Apotik K-24. Mantan bankir ini sadar bahwa pelayanan yang ramah dan tulus adalah kunci dari kenyamanan pelanggan. Karena itulah, begitu dia mendapatkan lisensi untuk menjalankan usaha apotek waralaba itu, dia mewajibkan para karyawannya untuk menerapkan konsep pelayanan di bank di apotik yang dimilikinya. 

Dia meminta semua pembeli dilayani layaknya pelayanan bank melayani nasabah. “Mulai dari cara menyapa pelanggan yang menelepon ke apotek, saya ajarkan cara-cara layaknya di bank. Begitu pula bila ada pembeli yang datang langsung ke apotek, saya ajari mereka menyapa pelanggan dengan sopan, ramah dan penuh senyum juga lebih banyak mendengar daripada bertanya bila ada pembeli yang datang,” papar Isnaeni. 

Isnaeni memutuskan meningkatkan kariernya di Bank Mandiri yang sedang menanjak tersebut dan memilih mengembangkan usahanya meski kariernya juga tengah on the track. “Saya sempat satu tahun paralelkan pekerjaan saya dengan bisnis Apotek ini. Dan setelah itu saya mengundurkan diri dan serius menggarap bisnis ini,” kisah pria kelahiran Medan tahun 1965 ini. 

  • Baca juga: Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

Pelayanan seperti yang diterapkan bank menurut dia sangat ampuh untuk menjaga loyalitas nasabah. Hingga kini bisnisnya terus berkembang dan dia memiliki beberapa waralaba untuk apotek K24 tersebut. “Konsep dari apotek sekarang adalah adalah jasa bukan menjual. Jadi konsepnya saya ubah. Saya membuat bisnis modelnya itu adalah pelayanan,”cerita dia. 

Hilman dan Kusnaeni hanyalah segelintir mantan-mantan bankir yang memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya saat di bank untuk mengelola dan menjalankan bisnisnya. Masih banyak lagi mantan pegawai bank yang sukses merintis karier barunya sebagai pengusaha.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

Putar Haluan Demi Kebebasan

Selanjutnya

CIMB Niaga Genjot Dana Murah Melalui Tabungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

oleh Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

oleh Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Apresiasi Nasabah Milenial, BNI Syariah Gelar Customer Online Gathering

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

oleh Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

oleh Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

oleh Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Berburu 380 Debitur Mikro, Menolak Godaan Kerja Sama Gelap Lintah Darat

Banjir Modal Asing dan Benteng Fiskal di Tengah Gejolak Global

Ironi Dana Daerah Rp195,2 Triliun: Tertidur di Bank Saat Ekonomi Butuh Stimulus

Ambisi Trump di Ladang Emas Hitam: Bayang-Bayang Skenario Venezuela di Tanah Persia

Nakhoda Baru di Tubuh SMF: Manuver Purbaya Susun Ulang Barisan Direksi

Benteng Devisa Menuju US$ 147,5 Miliar: Gubernur BI “Menagih” Kemenkeu di Senayan

Lelang SUN Rp32 Triliun, Panggung Pertaruhan Yield di Kuartal Ketiga

Satu Tahun Kemudi Fiskal Purbaya: Taruhan Ratusan Triliun Mendobrak Stagnasi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Terbiasa Bergaul dengan Risiko

Terbiasa Bergaul dengan Risiko

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance