Stabilitas.id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan BP BUMN melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan mengonsolidasikan empat manajer investasi (MI) milik bank pelat merah ke dalam PT Danareksa.
Langkah ini menandai kembalinya Danareksa ke fungsi utamanya (khitah) sebagai entitas pengelola aset (asset management), setelah sebelumnya beroperasi sebagai holding lintas sektor. Adapun empat entitas yang dikonsolidasikan adalah PT Mandiri Manajemen Investasi (Anak usaha BMRI), PT BRI Manajemen Investasi (Anak usaha BBRI), PT BNI Asset Management (Anak usaha BBNI), dan PT PNM Investment Management.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa integrasi ini diproyeksikan akan mengerek posisi Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar nomor dua di Indonesia dengan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) mencapai Rp185 triliun.
BERITA TERKAIT
“Danareksa tidak lagi menjadi holding multi-sektor, tetapi merger menjadi satu perusahaan yang kuat. Kami mengembalikan Danareksa ke fungsinya sebagai asset management nomor dua terbesar di tanah air,” ujar Dony kepada media di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Spin-off dan Pelepasan Unit Bisnis
Sebagai bagian dari transformasi ini, Danareksa akan melakukan pemisahan bisnis (spin-off) terhadap sejumlah unit usaha yang tidak sejalan dengan fokus pengelolaan aset. Sektor-sektor seperti kawasan industri, konstruksi (karya), jasa keuangan, hingga kliring yang sebelumnya di bawah Danareksa akan dialihkan ke masing-masing holding sektoral yang relevan.
Proses pelepasan anak usaha ini ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2026, sementara pengumuman resmi hasil konsolidasi dijadwalkan pada 10 Mei mendatang. Dony menekankan perubahan model bisnis ini bertujuan agar Danareksa beroperasi lebih efisien, solid, dan profesional dalam mengoptimalkan nilai aset negara.
Akuisisi Senilai Rp2,7 Triliun
Transformasi ini diawali dengan aksi akuisisi oleh PT Danantara Asset Management (Persero) terhadap empat MI milik bank BUMN dengan total nilai transaksi mencapai Rp2,7 triliun. Aksi korporasi ini dilakukan melalui perjanjian jual beli bersyarat yang efektif per 1 April 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi, Danantara merogoh kocek Rp1 triliun untuk mengambil alih 99,93% saham Mandiri Manajemen Investasi. Selain itu, akuisisi dilakukan terhadap 65% saham BRI Manajemen Investasi senilai Rp975 miliar, 99,9% saham BNI Asset Management sebesar Rp359,64 miliar, dan 99,99% saham PNM Investment Management senilai Rp345 miliar.
Dengan penguasaan penuh atas manajer investasi raksasa tersebut, Danareksa kini bersiap menjadi mesin utama pengelolaan investasi negara di bawah payung besar Danantara. ***
Rincian Akuisisi Manajer Investasi oleh Danantara (April 2026):
| Entitas MI | Asal Grup Bank | Nilai Akuisisi | Porsi Saham |
| Mandiri Manajemen Investasi | Bank Mandiri (BMRI) | Rp1 Triliun | 99,93% |
| BRI Manajemen Investasi | Bank BRI (BBRI) | Rp975 Miliar | 65,00% |
| BNI Asset Management | Bank BNI (BBNI) | Rp359,64 Miliar | 99,90% |
| PNM Investment Management | PNM (Anak BBRI) | Rp345 Miliar | 99,99% |
| Total Investasi | Rp2,7 Triliun |
















