• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Konflik AS-Iran Memanas, BI Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Capital Outflow

oleh Stella Gracia
22 Juli 2026 - 18:00
12
Dilihat
Tiga Strategi Utama ISEI Dukung Ekonomi Indonesia

Ketua Umum Isei Perry Warjiyo

0
Bagikan
12
Dilihat

Gubernur BI Perry Warjiyo mewaspadai memanasnya konflik AS-Iran dan potensi kenaikan suku bunga The Fed yang memicu gejolak pasar keuangan global.

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) memperingatkan peningkatan ketidakpastian ekonomi global menyusul re-eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026. Kondisi tersebut dinilai memicu gangguan rantai pasok global dan menekan stabilitas perekonomian dunia.

  • Baca juga: Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa eskalasi konflik ini mengganggu lalu lintas perdagangan internasional di Selat Hormuz, yang berdampak langsung pada kenaikan harga minyak dan komoditas global.

“Ketidakpastian global kembali meningkat pasca re-eskalasi intensitas perang antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli 2026. Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat sehingga mengganggu produksi dan rantai pasok perdagangan antarnegara, serta mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas dunia,” kata Perry dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7).

BERITA TERKAIT

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

Prof. Howitt dan Prof. Acemoglu Soroti Peran Bank Sentral dalam Memfasilitasi Inovasi & AI

Perry menuturkan, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026 diperkirakan masih lemah di level 3,0%, sementara laju inflasi dunia diproyeksikan meningkat hingga sekitar 4,5%. Tekanan inflasi yang tinggi ini mendorong bank-bank sentral dunia untuk memperketat kebijakan moneter mereka.

Tekanan Aliran Modal

  • Baca juga: BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

Di tengah lonjakan inflasi global, BI memproyeksikan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan mempercepat kenaikan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) pada kuartal IV-2026.

Seiring dengan ekspektasi tersebut, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS mengalami kenaikan signifikan. Per 20 Juli 2026, yield US Treasury tenor 10 tahun telah berada di level 4,56%, sedangkan tenor 2 tahun mencapai 4,18%. Potensi kenaikan yield diperkirakan masih berlanjut akibat pelebaran defisit fiskal di AS.

Dinamika ini memicu pergeseran aliran modal global, di mana para investor cenderung menarik dana (capital outflow) dari negara-negara berkembang (emerging markets) menuju aset-aset aman (safe haven) serta pasar keuangan AS. Pergerakan ini berimbas pada penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.

Menghadapi tingginya risiko eksternal tersebut, Perry menegaskan pentingnya memperkuat koordinasi internal di dalam negeri.

  • Baca juga: Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

“Meningkatnya ketidakpastian global tersebut menuntut penguatan respons kebijakan di dalam negeri. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter perlu terus diperkuat untuk menjaga ketahanan eksternal, mempertahankan stabilitas ekonomi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi domestik,” pungkas Perry. ***

Tags: Bank Indonesiacapital outflowFed Funds Rateharga minyakKetidakpastian GlobalKonflik AS-IranPerry WarjiyoSelat Hormuzthe fed
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Tahan Suku Bunga Acuan BI Rate di Level 5,75%

Selanjutnya

Perkuat Organisasi Berbasis Meritokrasi, LPS Lantik Jajaran Pejabat Eselon I dan II

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Belanja Akhir Pekan Lebih Hemat, BRI Hadirkan Promo Diskon Rp100 Ribu di Tokopedia!

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 20:07

Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas KLM sebesar Rp446,5 triliun untuk mendorong penyaluran kredit perbankan ke sektor riil dan UMKM, didukung...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 11:38

OJK mencabut izin usaha BPRS Gaido Indonesia di Cianjur karena permasalahan permodalan dan likuiditas. LPS langsung mengambil alih proses likuidasi...

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

Sah Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tegaskan Penguatan Bauran Kebijakan dan Sinergi Pemerintah

oleh Sandy Romualdus
2 September 2026 - 16:25

Gubernur BI Destry Damayanti mengusung kerangka kerja "3I plus S" sebagai landasan utama perumusan kebijakan bank sentral sepanjang masa kepemimpinannya....

LPS: Konsumen Optimis ke Depan, Meski Persepsi Ekonomi Saat Ini Melemah

LPS Cairkan Klaim Simpanan Nasabah BPR Citra Bersada Abadi Rp3,65 Miliar

oleh Stella Gracia
2 September 2026 - 12:38

LPS mulai mencairkan klaim penjaminan simpanan nasabah BPR Citra Bersada Abadi Bekasi senilai Rp3,65 miliar melalui Bank Mandiri KCP Jakarta...

Tok! Paripurna DPR Restui Destry Damayanti Pimpin Bank Indonesia Periode 2026–2031

Tok! Paripurna DPR Restui Destry Damayanti Pimpin Bank Indonesia Periode 2026–2031

oleh Sandy Romualdus
1 September 2026 - 15:05

Rapat Paripurna DPR RI menyetujui penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior, dan Solikin...

OJK Dorong Pembiayaan Infrastruktur Melalui Sukuk

Cegah Kerugian Masyarakat, Satgas PASTI Blokir Situs Investasi Kripto Ilegal YWWSDC dan RTHAE

oleh Stella Gracia
1 September 2026 - 14:03

Satgas PASTI resmi menghentikan operasional platform kripto YWWSDC dan RTHAE karena tidak berizin OJK sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Perkuat Organisasi Berbasis Meritokrasi, LPS Lantik Jajaran Pejabat Eselon I dan II

Perkuat Organisasi Berbasis Meritokrasi, LPS Lantik Jajaran Pejabat Eselon I dan II

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance