Stabilitas.id – PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membukukan kinerja positif pada kuartal I/2026 dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp994 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 5,6% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini didominasi oleh segmen pembiayaan produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau naik 7,8% yoy. Menariknya, porsi kredit ke sektor berkelanjutan terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
“Kinerja ini ditopang oleh kredit ke berbagai sektor berkelanjutan yang tumbuh 10% menjadi Rp258,4 triliun. Nilai ini setara dengan 26% dari total portofolio pembiayaan perseroan,” ujar Hendra dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (12/5/2026).
BERITA TERKAIT
Di samping kredit produktif korporasi, emiten bersandi saham BBCA ini juga mencatatkan pertumbuhan dua digit pada sektor UMKM sebesar 12% yoy dengan total outstanding mencapai Rp146 triliun.
Komitmen terhadap ekonomi hijau juga terlihat dari realisasi green financing yang mencapai Rp113 triliun (naik 7,7% yoy). Salah satu pendorong utamanya adalah penyaluran pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak drastis sebesar 53,5% secara tahunan.
Dominasi CASA dan Pertumbuhan Laba
Ekspansi kredit BCA didukung oleh struktur pendanaan yang sangat solid. Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan tetap didominasi oleh dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang mencapai Rp1,09 kuadriliun, tumbuh 11,2% yoy.
Dengan porsi CASA yang menyentuh 85,2% dari total DPK, BCA mampu menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) di tengah dinamika suku bunga pasar. Kondisi likuiditas yang kuat ini turut mendorong perolehan laba bersih konsolidasi perseroan.
“Berkat kinerja kredit yang positif dan pendanaan yang solid, laba perseroan dan anak usaha meningkat menjadi Rp14,7 triliun, atau tumbuh 4,3 persen secara tahunan,” pungkas Hendra. ***
Ringkasan Kinerja BCA (Kuartal I 2026):
| Indikator Keuangan | Realisasi (Maret 2026) | Pertumbuhan (yoy) |
| Total Kredit | Rp994 Triliun | 5,6% |
| Kredit Produktif | Rp760,2 Triliun | 7,8% |
| Dana Murah (CASA) | Rp1,09 Kuadriliun | 11,2% |
| Kredit UMKM | Rp146 Triliun | 12,0% |
| Pembiayaan EBT | – | 53,5% |
| Laba Bersih | Rp14,7 Triliun | 4,3% |

















