• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home ESG

Kuasai Pasar 35%, Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp320 Triliun

oleh Stella Gracia
10 Juni 2026 - 17:34
61
Dilihat
Kuasai Pasar 35%, Pembiayaan Berkelanjutan Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp320 Triliun
0
Bagikan
61
Dilihat

Stabilitas.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memperkokoh posisinya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan (sustainability champion) di tanah air. Bertepatan dengan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, emiten perbankan pelat merah ini melaporkan total pembiayaan berkelanjutan (sustainable financing) telah menembus angka fantastis Rp320 triliun per posisi Maret 2026.

Dari total portofolio tersebut, komponen Portofolio Hijau (Green Portfolio) Bank Mandiri tercatat bertengger di level Rp167 triliun. Capaian ini sekaligus mengukuhkan dominasi perseroan sebagai pemimpin pasar (market leader) pembiayaan hijau nasional dengan menguasai pangsa pasar (market share) di atas 35% di antara tiga bank besar di Indonesia.

  • Baca juga: Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

Jika dibedah secara rinci, penyaluran Portofolio Hijau Bank Mandiri mengalir ke sejumlah sektor prioritas. Sektor pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Hayati berkelanjutan mencatatkan porsi terbesar senilai Rp113 triliun, disusul oleh pendanaan produk eco-efficient sebesar Rp15,4 triliun.

BERITA TERKAIT

Ketergantungan Fiskal dan Tekanan Margin UMKM Bayangi Resiliensi Ekonomi Indonesia

LPS Cairkan Klaim Simpanan Nasabah BPR Citra Bersada Abadi Rp3,65 Miliar

Laba Empat Bank Himbara Tembus Rp 74,43 Triliun di Semester I/2026, BTN Raih Pertumbuhan Tertinggi

Semarak HUT ke-81 RI, Bank Mandiri Tebar Promo Khusus dan Bunga KPR 1,81%

Selanjutnya, sektor energi baru terbarukan (EBT) menyerap Rp12,2 triliun, segmen bangunan berwawasan lingkungan (green building) senilai Rp10,1 triliun, serta sektor transportasi ramah lingkungan (eco-friendly transportation) sebesar Rp10 triliun.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menegaskan, agenda penanganan perubahan iklim telah ditempatkan sebagai pilar prioritas jangka panjang perseroan yang diintegrasikan ke dalam strategi bisnis inti, bukan sebagai inisiatif terpisah.

“Target Net Zero Emission (NZE) in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 menjadi acuan dalam setiap keputusan operasional dan pembiayaan kami. Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi momentum bagi kami untuk terus memperkuat semangat keberlanjutan melalui kolaborasi dengan regulator, pelaku industri, dan masyarakat,” ujar Henry dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (10/6/2026).

Tekan Emisi Operasional Hingga 32%

Di sisi operasional internal (Sustainable Operation), bank berlogo pita emas ini secara konsisten berhasil memangkas jejak karbon korporasi. Sepanjang tahun fiskal 2025, emisi gas rumah kaca (GRK) operasional perseroan untuk Cakupan 1 dan Cakupan 2 tercatat menyusut ke level 243.736 ton CO2e.

Realisasi tersebut mencerminkan penurunan tajam sebesar 32% dari garis batas (baseline) tahun 2019 yang kala itu mencapai 358.753 ton CO2e. Pengurangan emisi secara masif ini didorong oleh inisiatif digitalisasi, optimalisasi gedung ramah lingkungan, konversi kendaraan dinas bertenaga listrik (hybrid/EV), hingga pemasangan panel surya atap (solar rooftop) di berbagai kantor wilayah.

  • Baca juga: LPS Cairkan Klaim Simpanan Nasabah BPR Citra Bersada Abadi Rp3,65 Miliar

Secara tata kelola (governance), implementasi peta jalan keberlanjutan BMRI berada di bawah supervisi langsung Wakil Direktur Utama, dengan pelaporan berkala kepada Risk Management Committee di tingkat direksi serta diawasi ketat oleh Dewan Komisaris melalui Komite Pemantauan Risiko.

Sabet Rating ESG Tertinggi di ASEAN

Keandalan arsitektur ESG (Environmental, Social, and Governance) Bank Mandiri turut mendapat pengakuan dan validasi dari lembaga pemeringkat internasional terkemuka. Dalam asesmen terbaru, MSCI ESG Rating menyematkan skor “AA” bagi Bank Mandiri, menjadikannya nilai terbaik di industri perbankan Indonesia.

Sementara itu, Sustainalytics ESG Risk Rating menempatkan Bank Mandiri pada kategori Negligible Risk, peringkat risiko terendah sekaligus posisi tertinggi di antara bank-bank di kawasan ASEAN.

Guna memitigasi risiko iklim pada fungsi intermediasi, Bank Mandiri menerapkan instrumen Environmental and Social Risk Management (ESRM) melalui penguatan kebijakan kredit sektoral dan lembar kepatuhan lingkungan (Environmental and Social Compliance Checklist). Bank Mandiri juga terlibat aktif dalam Pilot Project Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS) besutan OJK yang mencakup analisis risiko terhadap 100% portofolio pembiayaan bank.

Dorong Carbon Offset Ritel via Livin’ Planet

Hingga ke level ritel (beyond banking), Bank Mandiri menerjemahkan tema nasional “Saatnya Beraksi untuk Iklim” lewat fitur inovatif Livin’ Planet pada aplikasi super-app Livin’ by Mandiri. Fitur ini memfasilitasi nasabah untuk menghitung jejak karbon harian secara mandiri dan mengonversinya menjadi aksi penanaman pohon, di mana sebanyak 1.292 pohon telah berhasil ditanam sepanjang tahun lalu.

  • Baca juga: Laba Empat Bank Himbara Tembus Rp 74,43 Triliun di Semester I/2026, BTN Raih Pertumbuhan Tertinggi

Dalam pemutakhiran (update) sistem teranyar, fitur Livin’ Planet kini juga telah dilengkapi dengan menu perdagangan karbon untuk memfasilitasi nasabah ritel melakukan perdagangan tebus karbon (carbon offset) secara langsung melalui pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK). ***

Tags: Bank MandiriESG Bank MandiriFitur Livin Planet Carbon OffsetGreen Portfolio BMRIHenry Panjaitan Bank MandiriMSCI ESG Rating Bank MandiriNet Zero Emission Bank Mandiri 2030Pembiayaan Berkelanjutan Bank MandiriPembiayaan Hijau OJK
 
 
 
 
 
Sebelumnya

BCA Umumkan Dividen Interim Kuartalan Rp20 per Saham, Termin I Dibagi Akhir Juni

Selanjutnya

Proyeksi 2027: BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp16.800 & Ekonomi Tembus 5,9%

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Perkuat Sinergi dengan Danantara, Kinerja Keuangan BTN Tumbuh Signifikan di Atas Rata-Rata Industri

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 19:55

RUPSLB BTN menyetujui perombakan lima posisi direksi, termasuk Direktur Finance & Strategy dan Consumer Banking, sementara Nixon Napitupulu tetap menjabat...

Perkuat Strategi Beyond Mortgage, BTN Caplok Kredit Konsumer SMBC Indonesia Rp20 Triliun

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 18:39

Pemerintah menunda penarikan dana SAL di bank Himbara hingga pertengahan 2027. Dirut BTN Nixon Napitupulu sebut kebijakan ini memberi ruang...

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 16:40

CIMB Niaga merayakan Hari Pelanggan Nasional 2026 dan menyambut ulang tahun ke-71 dengan memperkuat fitur digital Ask OCTO serta menghadirkan...

Ekspansi Kredit BRI Tumbuh 16,2% di Triwulan II/2026, Rasio NPL Membaik Jadi 2,9%

Ekspansi Kredit BRI Tumbuh 16,2% di Triwulan II/2026, Rasio NPL Membaik Jadi 2,9%

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 22:38

Penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.646 triliun pada Triwulan II/2026 atau tumbuh 16,2% yoy, melampaui pertumbuhan rata-rata kredit perbankan nasional sebesar...

Dorong Ekosistem GovTech, BNI Pangkas Proses Verifikasi Edukasi Hingga 70%

Dorong Ekosistem GovTech, BNI Pangkas Proses Verifikasi Edukasi Hingga 70%

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 20:50

BNI memenangkan tiga penghargaan internasional di GovMedia Awards 2026 Singapura berkat inovasi Integrated Financial Portal dan BNIsmart Education dalam mendukung...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Ekosistem Syariah, CIMB Niaga Syariah Kenalkan Layanan Waris Islam dan Kartu Mastercard World

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 18:38

CIMB Niaga Syariah meluncurkan program "Kajian Ruang Bermakna" di Cinema XXI Botani Square Bogor bersama Habib Ja'far sekaligus memperkenalkan layanan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
BI: Uang Beredar Naik 7,34%, Efek Pelonggaran Moneter dan Dorongan Fiskal Pemerintah

Proyeksi 2027: BI Optimistis Rupiah Menguat ke Rp16.800 & Ekonomi Tembus 5,9%

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance