• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 11, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

LPS: Konsumen Optimis ke Depan, Meski Persepsi Ekonomi Saat Ini Melemah

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2025 - 16:18
34
VIEWS
LPS: Konsumen Optimis ke Depan, Meski Persepsi Ekonomi Saat Ini Melemah
0
SHARES
34
VIEWS

Stabilitas.id – Indeks Menabung Konsumen (IMK) yang dirilis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada September 2025 menunjukkan tren pelemahan. Meski demikian, konsumen masih menaruh optimisme terhadap prospek ekonomi ke depan.

LPS mencatat IMK berada di level 77,3, turun 1,6 poin dibanding Agustus 2025. Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan Indeks Intensitas Menabung (IIM) yang terkoreksi 3,6 poin ke level 67,1. Sebaliknya, Indeks Waktu Menabung (IWM) justru naik tipis 0,4 poin ke 87,4.

  • Baca juga: Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Artinya, meskipun intensitas menabung menurun, konsumen mulai melihat periode sekarang maupun beberapa bulan ke depan sebagai waktu yang lebih tepat untuk menabung.

BERITA TERKAIT

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Cakupan Rekening Tembus 99 Persen, LPS Pertahankan Bunga Simpanan hingga Januari 2027

Gagal Menyehatkan Diri: BPRS Musyarakah Ummat Indonesia Dilikuidasi LPS dan Ditutup OJK

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

“Perlambatan ini utamanya disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pendidikan di tahun ajaran baru. Namun, niat menabung tetap terjaga,” ujar Direktur Group Riset LPS, Seto Wardono, Kamis (2/10/2025).

Detail survei LPS memperlihatkan 54,4% responden mengaku jumlah yang ditabung lebih kecil dari rencana, naik dari 47,5% pada Agustus. Namun, sisi positifnya, porsi responden yang menyatakan tidak pernah menabung menurun menjadi 30,3% dari sebelumnya 32,0%.

Dari sisi waktu, semakin banyak responden yang menilai September adalah saat tepat menabung (26,1% vs 24,5% pada Agustus). Ekspektasi tiga bulan ke depan juga meningkat, dengan 35,8% responden menyatakan periode tersebut ideal untuk menabung, naik dari 31,6%.

Secara segmentasi, IMK melemah di hampir semua kelompok pendapatan. Penurunan terdalam dialami rumah tangga berpenghasilan Rp1,5 juta–Rp3 juta/bulan (turun 6,1 poin). Kelompok pendapatan Rp3 juta–Rp7 juta/bulan juga terkoreksi 1,9 poin, sementara kelompok di atas Rp7 juta/bulan turun 0,4 poin, meskipun masih berada di zona optimis (>100).

Sebaliknya, kelompok berpenghasilan di bawah Rp1,5 juta/bulan justru mencatat lonjakan besar, naik 21,8 poin. Kenaikan ini mengindikasikan mulai adanya kesadaran menabung di kelompok berpenghasilan rendah, meskipun nilainya mungkin relatif kecil.

  • Baca juga: Cakupan Rekening Tembus 99 Persen, LPS Pertahankan Bunga Simpanan hingga Januari 2027

IKK Ikut Terkoreksi

Sejalan dengan IMK, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) LPS juga menurun 3,5 poin menjadi 90,5 pada September 2025. Pelemahan ini dipicu oleh turunnya Indeks Situasi Saat Ini (ISSI) sebesar 5,4 poin ke 65,8, yang mencerminkan menurunnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi lokal dan ketersediaan lapangan kerja.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi (IE) masih bertahan di zona optimis (>100) pada level 109,0, meski turun tipis 2,0 poin dari Agustus. Ini menandakan bahwa meskipun kondisi saat ini dirasa kurang mendukung, konsumen masih percaya prospek ekonomi, pendapatan, dan kesempatan kerja dalam enam bulan ke depan akan membaik.

“Faktor utama yang menekan IKK adalah kenaikan harga bahan pokok, sulitnya mencari pekerjaan, serta beban biaya produksi pertanian akibat harga pupuk yang mahal. Kondisi cuaca ekstrem, baik berupa curah hujan tinggi maupun kekeringan, juga menambah risiko gagal panen yang membuat konsumen lebih berhati-hati,” kata Seto.

Pelemahan IMK dan IKK menunjukkan tantangan ganda yang dihadapi rumah tangga: pengeluaran rutin meningkat, sementara kondisi ekonomi saat ini belum sepenuhnya mendukung. Namun, optimismenya tetap terjaga, terutama dari sisi ekspektasi jangka menengah.

Faktor musiman, seperti biaya pendidikan di tahun ajaran baru, jelas membebani kemampuan menabung. Di sisi lain, daya beli tergerus kenaikan harga pangan. Walau begitu, konsumen masih percaya diri dengan prospek ekonomi enam bulan mendatang, yang ditopang harapan stabilitas harga, perbaikan iklim kerja, dan dukungan kebijakan pemerintah.

  • Baca juga: Gagal Menyehatkan Diri: BPRS Musyarakah Ummat Indonesia Dilikuidasi LPS dan Ditutup OJK

Sebagai informasi, IMK mencerminkan niat dan kemampuan konsumen untuk menabung. Angka di atas 100 berarti konsumen memiliki kemampuan menabung yang relatif tinggi. IMK disusun dari dua komponen: IIM (Intensitas Menabung): menilai kemampuan dan jumlah tabungan konsumen dan IWM (Waktu Menabung): menilai kapan saat yang tepat untuk menabung.

Sedangkan IKK mengukur persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi, pendapatan, dan lapangan kerja. Nilai di atas 100 menunjukkan optimisme konsumen, baik pada kondisi saat ini maupun proyeksi enam bulan ke depan. ***

Tags: #LPSCuaca EkstremDaya Beliekonomi rumah tanggagagal panenharga panganIKKIMKIndeks EkspektasiIndeks Intensitas MenabungIndeks Kepercayaan KonsumenIndeks Menabung KonsumenIndeks Situasi Saat IniIndeks Waktu Menabunglapangan kerjaOptimisme Konsumenpendapatan rumah tanggasurvei konsumen LPStabungan rumah tangga
 
 
 
 
 
Previous Post

BSI dan Asbisindo Bentuk Working Group Keberlanjutan, Siapkan Industri Syariah Hadapi Standar ESG Global

Next Post

Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

Ekonomi RI Kuartal I/2026 Melesat 5,61%, Konsumsi Pemerintah dan Investasi Jadi Motor

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:10

Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dengan kebutuhan investasi Rp2.258 triliun yang ditopang transisi energi dan hilirisasi digital....

Dari Helai Benang ke Pasar Global, BI Menganyam Asa Baru Ekonomi Flobamorata

Dari Helai Benang ke Pasar Global, BI Menganyam Asa Baru Ekonomi Flobamorata

by Sandy Romualdus
8 Oktober 2026 - 10:15

BI NTT dan Pemprov gelar Flobamorata Creative Expo 2026 di Kupang. Dorong ekspor kakao Sikka Rp1,1 miliar ke Australia dan...

Uang Beredar Tumbuh 4,9% di Mei 2025, Stabilitas Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Uang Primer Adjusted Tembus Rp2.353 Triliun: BI Catat Lonjakan Uang Kartal 11,8 Persen

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:26

Uang Primer Adjusted Bank Indonesia tumbuh 9,3 persen mencapai Rp2.353,1 triliun pada September 2026 didorong kenaikan uang kartal 11,8 persen....

Cadangan Devisa Maret 2025 Meningkat Jadi 157,1 Miliar Dolar AS

Tahan Gejolak Global: Cadangan Devisa Indonesia Stabil di Angka US$146 Miliar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:24

Cadangan devisa Indonesia September 2026 terjaga di level 146,3 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor dan pembayaran...

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

Tindak Lanjut Putusan MK: Menaker Beberkan Poin Kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan Anyar

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 18:16

Menaker Yassierli membeberkan poin kunci UU Pelindungan Ketenagakerjaan mencakup larangan tahan ijazah, uang saku magang, hingga cadangan pesangon PHK. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Gagal Pulihkan Kinerja: OJK Cabut Izin Usaha PT Porto Ventura Kapital

Lebih dari Lima Tahun Bermitra: BNI Pertegas Dukungan Jangka Panjang Bulu Tangkis Indonesia Menuju LA 2028

Sambut MotoGP Mandalika: BNI Tebar Promo Cashback dan Permudah Transaksi via Wondr

Bukan Cuma Urusan Tim IT: Praktisi Teknologi BNI dan CIMB Niaga Ungkap Kunci Sukses Adopsi AI

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

Bank Raya Tunjuk Direktur Bisnis Baru di Tengah Pertumbuhan Kredit Digital 22 Persen

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Pemerintah Butuh Investasi Rp2.258 Triliun pada 2027

Permintaan Emas RI Melonjak 40 Persen: Bank Mandiri Hadirkan Ekosistem Bulion Terpadu di Aplikasi Livin’

Investor Muda Tembus 55 Persen Tapi Kuasai Aset Minim, Analis Ingatkan Risiko Saham Rp1 dan Short Selling

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Harga BBM Resmi Naik! Pertalite Jadi Rp10 ribu, Solar Subsidi Rp6,800, Pertamax Rp14,500

Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance