• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06
22
Dilihat
Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal
0
Bagikan
22
Dilihat

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI, dan usulan insentif pajaknya.

Stabilitas.id – Momentum Peringatan Ulang Tahun ke-49 Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia pada 10 Agustus 2026 menjadi milestone penting dengan diluncurkannya instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas Syariah.

  • Baca juga: Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Produk reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) berbasis emas yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa layaknya saham ini mengacu pada Peraturan OJK (POJK) No. 2 Tahun 2026.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dari Center for Sharia Economic Development, A. Hakam Naja, menilai kehadiran ETF Emas Syariah menjadi akselerator penting dalam memperdalam ekosistem ekonomi emas nasional yang sebelumnya telah ditopang oleh keberadaan bank bullion.

BERITA TERKAIT

Menkeu Purbaya: Modal Asing Masuk Rp140,6 Triliun, Stabilitas Ekonomi Jaga Kepercayaan Global

Pasar Cermati Pidato The Fed di Jackson Hole, IHSG Bidik Area 6.550

Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

Ancaman Forced Delisting Mengintai, BEI Rilis Daftar 59 Emiten Terancam Didepak dari Bursa

“Hadirnya ETF Emas Syariah memperkaya opsi diversifikasi portofolio bagi 30,27 juta pemegang Single Investor Identification (SID) di pasar modal domestik, sekaligus menjadi magnet bagi investor global yang mencari aset berisiko rendah (safe haven) dengan volatilitas terukur,” ujar Hakam Naja dalam ulasannya, Selasa (11/8/2026).

Adapun lima produk perdana yang resmi melantai di BEI meliputi BRI MI Gold ETF Syariah, Mandiri ETF Emas Syariah, Premier ETF Gold Sharia, Syailendra ETF Sharia Gold, dan Trimegah Syariah ETF Emas.

  • Baca juga: Pasar Cermati Pidato The Fed di Jackson Hole, IHSG Bidik Area 6.550

Seluruh produk tersebut wajib memenuhi standar kemurnian emas minimal 99,5% (London Bullion Market Association/LBMA) atau 99,9% (Standar Nasional Indonesia/SNI), dengan bukti kepemilikan elektronik berupa Electronic Gold Receipt (EGR) yang tercatat di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Halal dan Bebas Pajak

Dari sisi keabsahan syariah, Hakam menegaskan bahwa Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025 telah memperjelas kehalalan ETF Emas Syariah, karena mengharuskan adanya jaminan emas fisik (underlying asset) yang disimpan secara aman di lembaga kustodian.

Instrumen ini memberikan kepraktisan bagi investor karena tidak perlu menanggung biaya penyimpanan, otentikasi, maupun risiko kehilangan emas fisik, serta dapat diperjualbelikan secara real-time selama jam bursa. Meski demikian, investor tetap diingatkan pada risiko fluktuasi harga emas harian, biaya pengelolaan (management fee), dan ketiadaan imbal hasil pasif (passive income).

  • Baca juga: Masuk Roadmap Tahun Ke-4, Danantara Bakal Go Public-kan Deretan BUMN Raksasa

Guna memacu daya saing pasar modal nasional terhadap negara tetangga seperti Malaysia yang telah mengoperasikan ETF Emas Syariah sejak 2017, INDEF mendorong pemerintah untuk mempertegas insentif fiskal.

“Pemerintah perlu memastikan bahwa transaksi ETF Emas Syariah disetarakan dengan surat berharga pasar modal pada umumnya, sehingga dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh Pasal 22. Kepastian regulasi fiskal ini sangat krusial untuk menggairahkan aliran modal di tengah ketidakpastian ekonomi global,” pungkas Hakam Naja. ***

Tags: A Hakam NajaBank BullionBPR MI Gold ETF SyariahBursa Efek IndonesiaElectronic Gold ReceiptETF Emas SyariahFatwa DSN MUI ETF EmasindefPOJK No 2 Tahun 2026Reksadana Emas
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Sabet Brevet Tertinggi BSMR, Mas’ud Said Perkokoh Budaya Risiko di Bank Jatim

Selanjutnya

Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

oleh Sandy Romualdus
5 September 2026 - 10:05

Simak analisis mendalam pasar keuangan 5 September 2026. Ulasan teknikal IHSG, penguatan Rupiah ke Rp 17.608/USD, lonjakan harga emas Antam...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

oleh Stella Gracia
4 September 2026 - 22:07

JPMorgan memproyeksikan IHSG mencapai level 7.000 pada akhir 2026. Resiliensi kinerja emiten dan disiplin batas defisit APBN 3% dinilai menjadi...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:52

Dapatkan analisis pasar mendalam hari ini. Pantau arah pergerakan IHSG, nilai tukar Rupiah, harga emas Antam, harga minyak dunia, dan...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Lonjakan Inflasi dan Redupnya Manufaktur: Uji Ketahanan Sektor Konsumer vs Risk-Reward Perbankan

oleh Sandy Romualdus
4 September 2026 - 10:29

Ada risiko pasar dan strategi portofolio pasca-lonjakan inflasi Agustus 2026, kontraksi PMI manufaktur, serta prospek resiliensi sektor perbankan vs sektor...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Saham Blue Chip dan Komoditas Jadi Pemain Utama, Ini Top 10 Saham Pilihan Mandiri Sekuritas

oleh Sandy Romualdus
3 September 2026 - 18:47

Mandiri Sekuritas memproyeksikan IHSG mencapai level 6.810 pada akhir tahun 2026. Pemulihan pasar saham didorong oleh rotasi ke sektor komoditas,...

Rasio Modal Negatif, OJK Cabut Izin Usaha PT BPRS Gaido Indonesia

Perkuat Ekosistem Syariah, CIMB Niaga Syariah Kenalkan Layanan Waris Islam dan Kartu Mastercard World

oleh Stella Gracia
3 September 2026 - 18:38

CIMB Niaga Syariah meluncurkan program "Kajian Ruang Bermakna" di Cinema XXI Botani Square Bogor bersama Habib Ja'far sekaligus memperkenalkan layanan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

Tekan Angka Stunting di Lereng Merapi, BRI Peduli Pugar Posyandu Matahari di Desa Brilian Sleman

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance