TANGERANG, Stabilitas– Dalam rangkaian Hari Oeang ke-73, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama mahasiswa, anggota Jakarta Anglers Community (JAC), dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Tangerang, melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai Tanjung Pasir di Tangerang.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu), kegiatan ini selaras dengan isu yang saat ini menjadi tantangan nyata bagi kesinambungan pembangunan dan perekonomian Indonesia, yaitu sampah.
“Indonesia sebagai suatu negara besar, penduduk besar dan bahkan di pulau Jawa adalah salah satu yang terpadat, maka isu lingkungan dan kebersihannya akan terus-menerus menjadi suatu isu yang tidak akan hilang tanpa kita semua ikut peduli dan berpartisipasi,”terang Sri Mulyani seusai kegiatan bersih pantai di Tangerang, Jumat (11/10/2019).
Lebih lanjut Menkeu juga menyampaikan makna dari kegiatan Kemenkeu Bersih Pantai, “Dalam rangka kita memperingati hari Oeang, kita tidak hanya berpikir mengenai uang, tapi kalau lingkungan rusak dan lingkungan kotor itu sama sekali tidak memberikan kualitas hidup, jadi di dalam rangka untuk terus meningkatkan kesadaran kita bahwa alam ini, bumi ini dan lingkungan dimana kita hidup adalah tanggung jawab kita semua untuk ikut memelihara dan membersihkannya”.
Dalam KTT Asean ke-34 di Bangkok, 20-23 Juni 2019 yang lalu, Presiden RI juga turut menekankan pentingnya untuk Indonesia untuk menangani permasalahan sampah. Pengelolaan sampah banyak mendapat dukungan baik melalui Kementerian/Lembaga, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahkan termasuk di dalamnya adalah kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, karena banyak sampah yang bisa di recycle dan untuk kemudian dijadikan energi.
Menkeu juga menegaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga untuk bisa memberikan dukungan kepada daerah di dalam mengelola sampah dan juga terus membahasnya dengan DPR dan berharap DPR akan bisa segera menyetujui agar bisa menggunakan instrumen Cukai di dalam mengurangi penggunaan plastik.
Menkeu juga menambahkan instrumen cukai dalam penggunaan plastik menjadi salah satu objek penting.
“Kami menggunakan dari sisi policy instrumen APBN fiskal dari mulai cukai penerimaan, atau pajak, sampai kepada belanja dan transfer ke daerah itu kita coba lakukan dengan sungguh-sungguh, bahkan kita juga menggunakan instrumen pembiayaan untuk bisa mendukung agar Indonesia makin lama makin menyadari bahwa kita harus peduli dan memelihara alam kita sendiri”, tutup Menkeu.

















