JAKARTA, Stabilitas – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menyepakati penunjukan Ebeneser Girsang sebagai Direkur Utama yang baru, menggantikan Direktur Utama sebelumnya, Agus Noorsanto.
Pergantian ini dilakukan seiring dipercayanya Agus untuk masuk ke jajaran direksi Sang Induk Usaha, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN. Bersamaan dengan penunjukan Ebeneser, RUPST perusahaan juga menunjuk Arif Wicaksono sebagai Direktur Operasional dan Keuangan, serta Ernawan sebagai Direktur Legal, Compliance and Human Capital perusahaan.
Di tangan ‘nahkoda baru’, pihak BRI Agro mengaku kian optimistis dalam menatap tantangan sekaligus peluang di tahun 2020 ini. Salah satunya adalah mendorong kinerja produk digital banking perusahaan agar dapat tumbuh lebih maksimal. Melalui aplikasi Pinang, BRI Agro membidik pertumbuhan kinerja pembiayaan hingga 20 kali lipat dibanding tahun 2019 lalu.
“Per akhir tahun (2019) lalu, penyaluran kredit melalui Pinang tercatat sebesar Rp30 miliar. Targetnya di tahun ini bisa lebih besar lagi. Proyeksi kami bahkan bisa mencapai Rp600 miliar,” ujar Ebeneser, di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Target pertumbuhan yang sangat tinggi itu, menurut Ebeneser, seiring dengan perbaikan kualitas kredit yang memang tengah menjadi concern perusahaan melalui channel digital banking. Dalam dua tahun terakhir, misalnya, BRI Agro gencar mengembangkan sistem internet banking hingga penggunaan QR Code demi meminimalisasi kesalahan atau praktik tidak prudent dalam proses pencairan kredit.
“Salah satu strategi kami dalam mengenjot pertumbuhan sebesar itu, diantaranya, adalah dengan masuk ke ranah pay-roll. (Strategi) Ini berbeda dari (manajemen) sebelumnya, di mana atas dasar prudentialitas malah kinerja kredit Pinang justru dibatasi,” tutur Ebeneser.
Sedangkan untuk strategi saat ini, lanjut Ebenesert, pihaknya tidak perlu melakukan pembatasan karena penggunaan aplikasi Pinang lebih ditekankan pada jenis transaksi yang berbasis payroll. Dengan begitu, langkah screening justru dilakukan lebih awal, dengan memilah dan memilih calon nasabah, yaitu dengan tetap mengandalkan ceruk pasar dari Sang Induk Usaha, BRI.
“Dari sana maka dari sisi prudential banking-nya masih tetap terjaga, dan lewat strategi seperti ini Saya yakin pertumbuhan kinerja bisa jauh lebih cepat,” tegas Ebeneser.















