• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Maret 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

(Berharap) Semarak di Tengah Ketidakpastian

oleh Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00
4
Dilihat
Sentra Kredit Bank Kesejahteraan
0
Bagikan
4
Dilihat

Bergantinya tahun selalu menjadi masa datangnya harap-harap cemas, khususnya bagi mereka yang berkecimpung di pasar modal. Tahun depan, para pelaku di pasar modal sudah bisa memprediksi akan adanya ketidakpastian yang akan makin kentara. Terpilihnya Donald J Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru menjadi isu utama yang bisa mempengaruhi perekonomian dunia di tahun 2017. Pun juga di Indonesia.
Meski begitu, kalangan pelaku pasar modal nasional rupanya masih berani berharap adanya dinamika positif yang bakal terjadi di tahun depan. Pasar diperkirakan bakal semarak lantaran terdorong oleh beberapa hal. “Satu hal yang pasti menjadi penggerak (pasar) di tahun 2017 tentu dari dana repatriasi. Ia perlahan bakal mengalir masuk (ke Indonesia) di triwulan I. Syaratnya, diversifikasi produk dalam dollar harus diperbanyak,” ujar Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi, Muhammad Hanif, di Jakarta.
Hingga memasuki masa-masa akhir tahun 2016 ini, menurut Hanif, pihaknya telah banyak sekali melayani Program Amnesti Pajak yang goal-nya adalah memulangkan dana masyarakat Indonesia yang ditempatkan di luar negeri agar kembali masuk ke dalam negeri. Hal itu seiring dengan dipercayanya PT Mandiri Manajemen Investasi oleh pemerintah sebagai salah satu manajemen investasi (MI) yang berperan sebagai pintu masuk (gateway) dalam Program Amnesti Pajak.
Dari sekian banyak investor yang dilayani PT Mandiri Manajemen Investasi, beberapa di antaranya cukup meminati jenis produk berbentuk Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT). “Salah satunya (yang diminati investor) ya RDPT. Tapi intinya sih produk-produk dalam valas harus diperbanyak. Karena itu kami sekarang gencar mendorong agar perusahaan mau menerbitkan instrumen dalam valas,” tutur Hanif.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkirakan bahwa bakal ada gelombang besar dana dari Program Amnesti Pajak yang bakal mengguyur pasar modal nasional. Hal itu bakal terjadi meski belum ada rekening dana nasabah (RDN) yang khusus bagi dana repatriasi.
Pada Maret 2017 mendatang, total dana repatriasi yang bakal masuk diperkirakan mencapai Rp100 triliun. Sedangkan melalui instrument obligasi, government bonds (Surat UtangNegara/SUN) hingga surat utang korporasi yang bakal merembes masuk diyakini bakal mencapai Rp300 triliun. “Jadi dengan melihat tren yang ada paling tidak ada sekitar Rp400 triliun yang akan masuk (ke pasar modal Indonesia) dalam dua tahun ke depan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida.
Tak hanya di industri pasar modal, Nurhaida meyakini aliran dana repatriasi yang masuk ke Indonesia bakal juga sama derasnya ke industri perbankan dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Karena itu, senada dengan yang disampaikan Hanif, Nurhaida menyebut banyak dan beragamnya jenis produk investasi sangat diperlukan guna dapat menampung kencangnya aliran dana tersebut.
Jika syarat ketersediaan produk penampung tersebut terpenuhi, maka dampak lanjutan yang bakal terjadi menurut Nurhaida adalah terdongkraknya harga saham-saham yang diperdagangkan di lantai bursa Indonesia. Dengan begitu, maka posisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan sendirinya juga bakal melejit ke zona hijau. “Jadi tantangannya tinggal seberapa mampu portofolio saham yang ada menampung (aliran dana masuk). Dan tentu dengan banyaknya permintaan, maka harga (saham) akan naik di luar harga wajar,” tutur Nurhaida.

Penny Stock
Guna memperbesar daya tampung pasar modal nasional terhadap aliran dana repatriasi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku operator perdagangan pun menempuh beragam cara. Salah satunya adalah dengan bakal direalisasikannya perdagangan untuk saham-saham dengan nominal kecil atau lebih dikenal dengan istilah penny stock. Selama ini, otoritas telah mengatur bahwa saham-saham liliput dengan harga di bawah Rp50 per saham tidak dapat diperdagangkan di pasar reguler dan hanya diperdagangkan di pasar negosiasi.
Barrier inilah yang bakal dibuka demi menyemarakkan aktivitas perdagangan di trading floor. “Jadi selama perusahaannya masih eksis,bisnisnya masih jalan, akan tetap ada nilainya meski hanya Rp1 per saham,” ujar Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbini.

Sejauh ini, menurut Hamdi, niatan memperdagangkan saham-saham murah tersebut masih terus dibahas dan dimatangkan di internal BEI. Jika kajian sudah dianggap cukup lengkap dan mendetil hingga ke level teknis, maka usulan tersebut bakal diajukan pada OJK selaku regulator tertinggi industri jasa keuangan nasional. Usulan tersebut bakal diajukan bersama dengan niatan perubahan pengaturan jumlah satuan perdagangan (lot), fraksi harga dan juga biaya administrasi perdagangan.

BERITA TERKAIT

Transformasi BRIVolution Berhasil, Laba Anak Usaha BRI Group Melejit Rp10,38 Triliun

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

Dengan begitu, penerapan transaksi saham berharga di bawah Rp50 per saham dapat benar-benar berjalan secara efisien dan sesuai harapan. “Dari seluruh proses itu, kami targetkan penny stock bisa benar-benar dijalankan pada semester pertama tahun depan,” ungkap Hamdi. Dengan juga diperdagangkannya saham-saham murah di pasar reguler, diharapkan ke depan pasar saham bakal semakin likuid dan prospektif.

Dana Pensiun
Tak hanya untuk menampung dana repatriasi, upaya mendongkrak aktifitas transaksi di pasar saham juga dilakukan BEI guna menyambut kebijakan baru investasi di industri dana pensiun (Dapen) untuk portofolio saham. Jika sebelumnya kebijakan industri Dapen hanya membolehkan penempatan dana di saham maksimal sebesar 13 persen, melalui kebijakan baru batasan itu dinaikkan menjadi hingga 30 persen.
Dengan demikian, permintaan pasar atas ketersediaan saham-saham institusi diyakini bakal melonjak signifikan. “Dalam hitungan kami, demam terhadap saham institusi di tahun depan bakal meroket hingga mencapai Rp212 triliun dengan penopangnya diantaranya dari industri Dapen,” ujar Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.
Tak hanya mendongkrak transaksi saham secara langsung, kebijakan baru batasan penempatan dana Dapen tersebut juga diyakini bakal berpengaruh pada portofolio reksadana saham. Dengan proyeksi yang sedemikian positif yang terjadi di pasar saham, BEI pun tak ragu memasang target perolehan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) di sepanjang tahun 2017 mendatang sebanyak 35 emiten baru.
Tak lupa, Tito juga berharap agar pemerintah dapat mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk turut mencatatkan sahamnya di BEI. Tito pun mengingatkan agar perusahaan-perusahaan milik negara itu jangan sampai ketinggalan dalam memanfaatkan kencangnya aliran dana di pasar modal pada tahun depan. “Presiden Joko Widodo sendiri telah menyatakan bahwa ada kebutuhan dana sampai Rp4.900 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Sedangkan pemerintah hanya sanggup menyediakan Rp1.500 triliun. Jadi pendanaan dari pasar modal memang wajib dimaksimalkan,” tutur Tito.
Langkah mendorong BUMN untuk segera melakukan IPO, lanjut Tito, merupakan solusi yang saling menguntungkan baik bagi pemerintah maupun pengembangan industri pasar modal nasional sendiri. Di satu pihak, pemerintah bakal mendapatkan opsi pendanaan jangka panjang dari masyarakat yang dilibatkan dalam kepemilikan saham BUMN.
Di lain pihak, masuknya BUMN ke pasar modal juga akan semakin meningkatkan kualitas industri pasar modal nasional secara keseluruhan. Simbiosis mutualisme tersebut sudah terbukti pada momen listingnya BUMN-BUMN yang selama ini telah berstatus Terbuka (Tbk). “Kita bisa melihat pada 21 BUMN yang sudah go public. Dividennya naik sampai enam kali sejak IPO. Pendapatan juga naik. Kualitas perusahaan juga membaik karena ada saham publik. Jadi harusnya pemerintah tidak perlu ragu-ragu lagi,” papar Tito.
Dengan sekian banyak proyeksi dan analisis positif yang ada tersebut, Tito pun merasa sangat yakin bahwa kinerja industri pasar modal nasional di tahun 2017 mendatang bakal sangat semarak baik dari sisi permintaan pasar (demand) maupun dari banyaknya ketersediaan (supply) produk investasi yang bisa dipilih.

 
 
 
 
Sebelumnya

Bukukan Modal Inti Tertinggi, CIMB Niaga Pun Masuk ‘Buku 4’

Selanjutnya

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025

Transformasi BRIVolution Berhasil, Laba Anak Usaha BRI Group Melejit Rp10,38 Triliun

oleh Stella Gracia
6 Maret 2026 - 18:52

Stabilitas.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) membuktikan keberhasilan transformasi "BRIVolution Reignite" melalui kinerja moncer perusahaan anak yang tergabung...

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

oleh Stella Gracia
6 Maret 2026 - 17:48

Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja transaction banking yang impresif hingga Desember 2025. Pencapaian...

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

oleh Stella Gracia
6 Maret 2026 - 17:35

Stabilitas.id — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada jaringan layanan perbankan tanpa kantor atau Mandiri Agen...

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

oleh Stella Gracia
6 Maret 2026 - 10:12

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar acara buka puasa bersama mitra usaha dalam agenda BNI wondrful...

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 20:16

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mengumumkan rencana perubahan besar dalam susunan pengurus perseroan. Nobuya Kawasaki, yang saat...

Livin’ Fest Heritage Raya: Bank Mandiri Siapkan Cicilan 0% dan Cashback Rp8,88 Juta

Livin’ Fest Heritage Raya: Bank Mandiri Siapkan Cicilan 0% dan Cashback Rp8,88 Juta

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 19:56

Stabilitas.id — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mempertegas komitmennya dalam mendukung industri kreatif nasional melalui penyelenggaraan Livin’ Fest Heritage Raya...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Transformasi BRIVolution Berhasil, Laba Anak Usaha BRI Group Melejit Rp10,38 Triliun

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

Livin’ Fest Heritage Raya: Bank Mandiri Siapkan Cicilan 0% dan Cashback Rp8,88 Juta

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

Misi Humanising Financial Services, Maybank Indonesia Tebar Santunan Rp1,98 Miliar di 20 Kota

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya

Investasi Online Imbal Besar berpotensi Rugikan Masyarakat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance