• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Maret 7, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Laporan Utama

Payung Sudah Berkembang

oleh Sandy Romualdus
20 Maret 2014 - 00:00
6
Dilihat
Payung Sudah Berkembang
0
Bagikan
6
Dilihat

BERITA TERKAIT

Transformasi BRIVolution Berhasil, Laba Anak Usaha BRI Group Melejit Rp10,38 Triliun

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Slogan terkenal orang Makassar yang sangat mencintai laut itu memberi pesan bahwa begitu layar perahu disingkap, tak ada cerita kembali lagi sebelum mengarung lautan.
Tahun ini beberapa program dan lembaga resmi terbentuk. Salah satunya adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yang merupakan milestone sistem jaminan sosial nasional yang sudah dirintis sejak sepuluh tahun lalu. Indonesia boleh berbangga karena mulai tahun ini bisa disejajarkan dengan negara-negara maju yang sudah memiliki program jaminan sosial.
Tidak mudah buat pemerintah untuk mengetuk palu tanda dimulainya program yang boleh dibilang sebagai asuransi untuk seluruh rakyat itu. Butuh tiga periode kepemimpinan kepala negara sebelum akhirnya lembaga itu bisa berdiri.
Menjelang akhir pemerintahannya, Megawati Soekarnoputri menandatangani Undang-Undang No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Dari situ pemerintah diharuskan membentuk lembaga penyelenggara jaminan sosial –baik itu asuransi kesehatan ataupun dana pensiun tenaga kerja.
Sejatinya, pemerintah telah memiliki beberapa program yang diniatkan sebagai proteksi bagi seluruh masyarakat. Salah satunya Jaminan Kesehatan Masyarakat atau disingkat Jamkesmas. Program Kementerian Kesehatan sejak 2008 ini dijalankan berdasarkan konsep asuransi sosial. Peserta dalam program ini adalah masyarakat miskin dan tidak mampu, yang biaya kesehatannya dibayari oleh negara dalam bentuk subsidi pengobatan. Program ini kemudian diturunkan ke daerah-daerah sebagai program Jamkesda yang anggarannya dikelola pemerintah setempat.
Ada juga PT Asuransi Kesehatan atau Askes yang memberikan proteksi kepada pegawai negeri sipil (PNS) non pegawai di Kementrian pertahanan, TNI/Polri, Pensiun PNS, veteran, serta kalangan dokter dan bidan.
Namun begitu, mulai 1 Januari 2014, program-program jaminan kesehatan sosial yang telah diselenggarakan oleh pemerintah itu dialihkan kepada BPJS Kesehatan, yang merupakan metamorfosis dari PT Askes. Sejak itu pula Kementerian kesehatan tidak lagi menyelenggarakan program Jamkesmas. Kementerian Pertahanan,TNI dan Kepolisian juga tidak lagi menyelenggarakan program pelayanan kesehatan bagi seluruh anggotanya. Semuanya dihimpun dalam satu program JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan. Malah orang asing yang sudah menetap selama beberapa waktu pun wajib mengikuti program ini
“Dulu-dulu sudah ada program Jamkesmas, Jamkesmas atau Jamkesda. Ini awal dari asuransi sosial. Nah, sekarang program-program itu dijadikan satu menjadi program BPJS yang kita kenal sebagai Jaminan Kesehatan Nasional,” kata Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti.
BPJS adalah badan yang dibentuk dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang sudah diwacanakan belasan tahun lalu. Kemudian belakangan muncul pula istilah Jaminan Kesehatan Nasional yang merupakan nama programnya. Singkatnya, SJSN adalah sistemnya, JKN adalah nama programnya dan BPJS adalah lembaga pelaksananya.
Ada dua badan yang akan dibentuk pemerintah dalam kerangka itu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Lembaga pertama sudah terbentuk tahun ini dan yang kedua akan beroperasi Juli tahun depan.
Pembentukan BPJS Ketenagakerjaan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah masa peralihan PT Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan berlangsung selama 2 tahun, mulai 25 November 2011 sampai dengan 31 Desember 2013. Tahap pertama diakhiri dengan pendirian BPJS Ketenagakerjaan pada 1 Januari 2014.
Tahap kedua, adalah tahap penyiapan operasionalisasi BPJS Ketenagakerjaan untuk penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun dan jaminan kematian. Persiapan tahap kedua berlangsung selambat-lambatnya hingga 30 Juni 2015 dan diakhiri dengan beroperasinya lembaga itu pada 1 Juli 2015.
Pendirian lembaga yang menjadi badan proteksi sosial bagi seluruh masyarakat itu tidaklah mudah. Meski sudah dirintis sejak sepuluh tahun lalu, pelaksanaan program yang bisa menjadi bantalan penyelamat bagi rakyat miskin sempat terkatung-katung karena beberapa pihak terutama dari kalangan pejabat pemerintah menganggap hal itu akan menjadi beban negara.
Akan tetapi, Faisal Basri, pengamat ekonomi yang getol menyuarakan pentingnya sistem jaminan sosial sejak lama, menganggap bahwa ketakutan kehadiran BPJS akan membebani anggaran negara sebagai sebuah omong kosong. Dia membeberkan alasan mengapa Indonesia membutuhkan BPJS sebagai pelaksana Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dalam akun pribadi miliknya di media sosial.
“Sangat tak beralasan kalau SJSN dipandang memberatkan anggaran. Selama ini juga sudah ada pos-nya tapi berserakan di berbagai lembaga,” kata dia. “Negara yang paling liberal pun memiliki sistem jaminan sosial yang menyeluruh. Kita ini malah memandang SJSN sebagai beban.”
Lagi pula, bagi dia, jika pemerintah berhasil menjalankan SJSN dan bisa menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat maka dana APBN –jika memang akan digunakan –niscaya akan turun terus. Selain itu pula, sambung dia, selama ini praktik umum di berbagai negara, dana BPJS adalah berbasis iuran bukan dari anggaran negara, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Sederet Masalah
Pada akhirnya pemerintah membentuk juga BPJS. Masalah, akan tetapi, tidak selesai ketika lembaga itu memulai operasi menggantikan beberapa program parsial yang sudah ada. Bahkan sejak minggu pertama berjalan, sudah muncul kesan pemerintah tidak siap menjalankan program itu. (lihat tulisan setelah ini).
Persoalan lain seperti ketersediaan jaringan rumah sakit yang lebih banyak untuk melayani pasien juga sering muncul hingga saat ini. Pasalnya banyak rumah sakit swasta, terutama di wilayah Jabodetabek, masih enggan bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani program jaminan kesehatan. Namun demikian, rumah sakit milik pemerintah dan juga rumah sakit daerah dipastikan telah masuk dalam jaringan program ini karena memang diwajibkan.
“Jabodetabek agak masalah, karena rumah sakit swasta masih sedikit yang daftar sehingga rumah sakit pemerintah banyak tampung peserta JKN karena nggak tertampung di rumah sakit swasta,” Kata Ketua Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ASADA) Kusmedi.
Secara nasional, berdasarkan data, sudah ada 1.750 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.
Sementara itu berdasarkan data BPJS juga, pendapatan iuran peserta hingga akhir Januari mencapai Rp 2,57 triliun. Dalam program BPJS, peserta yang berasal dari perseorangan diharuskan membayar iuran antara Rp25 ribu hingga Rp60 ribu per bulan. Aset BPJS baik yang berasal dari PT Askes dan PT Jamsostek mencapai hampir Rp20 triliun.
Besarnya kekayaan yang dikelola oleh badan tersebut memunculkan kekhawatiran penyalahgunaan terutama karena tahun ini digelar pemilihan umum. Salah satu yang mengungkapkan hal itu adalah organisasi non pemerintah Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).
“Aset PT Askes dan PT Jamsostek untuk BPJS sebanyak Rp19,9 triliun, tapi yang dicairkan untuk BPJS yang berlaku mulai 1 Januari 2014, baru sebesar Rp1,6 triliun,” kata Direktur Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafy.
Menurut Uchok, baru dicairkannya Rp1,6 triliun untuk BPJS patut dicurigai adanya pemanfaatan untuk kepentingan politik 2014.
Sementara itu, jumlah orang miskin yang berbeda-beda dari tiap lembaga negara juga menjadi peluang tersendiri munculnya penyalahgunaan dana BPJS. Orang miskin, menurut data penerima beras rakyat miskin (raskin) sebanyak 17,5 juta jiwa, penerima bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebanyak 15,5 juta jiwa, dan anggota Jamkesmas yang tercatat Kemenkes mencapai 86,4 juta jiwa. Di sisi lain, data orang miskin Badan Pusat Statitik (BPS) mencapai 102 juta jiwa, hampir sama dengan data Bank Dunia.
Meski begitu karut marut pelayanan jaminan sosial ini seharusnya tidak membuat pandangan tentang pentingnya program tersebut berkurang, apalagi sampai ada niatan untuk menghentikan, atau menunda kembali.
Indonesia sudah membentangkan layar perlindungan minimum bagi rakyatnya -yang mana praktik itu sudah dilakukan oleh hampir semua negara maju. Kini tinggal upaya untuk menambal bolong-bolong pada layar itu agar bisa tetap bisa menjadi pelampung keselamatan bagi semua orang di Indonesia.

 
 
 
 
Sebelumnya

CIMB Niaga Tawarkan Program Bebas Pilih Bunga KPR

Selanjutnya

Catatan Miring dari Peserta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

TPS Gandeng Unair, 21 Pekerja Ikuti Pelatihan Finance for Non Finance

TPS Gandeng Unair, 21 Pekerja Ikuti Pelatihan Finance for Non Finance

oleh Stella Gracia
12 Februari 2026 - 12:20

Stabilitas.id — PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menggelar pelatihan Finance for Non Finance bagi 21 pekerja lintas unit kerja pada...

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

BSN Fokus Dorong Ekosistem Perumahan Syariah, Developer Jadi Mitra Kunci Pertumbuhan

oleh Sandy Romualdus
8 Februari 2026 - 11:31

Stabilitas.id — Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui penyelenggaraan...

OJK Pastikan Tindak Lanjut Konkret Usai Pertemuan dengan MSCI

OJK Pastikan Tindak Lanjut Konkret Usai Pertemuan dengan MSCI

oleh Stella Gracia
3 Februari 2026 - 09:48

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan langkah tindak lanjut konkret setelah menggelar pertemuan dengan tim Morgan Stanley Capital International...

Kredit Tumbuh, Likuiditas Terjaga: OJK Ungkap Proyeksi Perbankan 2025

OJK Terbitkan Ketentuan Penyelenggaraan TI, Perkuat Keamanan Digital BPR dan BPR Syariah

oleh Stella Gracia
9 Januari 2026 - 09:40

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan ketentuan baru terkait penyelenggaraan teknologi informasi (TI) bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR)...

Ingin Punya Rumah Pertama? Ini Tips Keuangan dan KPR untuk Pasutri

Ingin Punya Rumah Pertama? Ini Tips Keuangan dan KPR untuk Pasutri

oleh Stella Gracia
8 Januari 2026 - 14:07

Stabilitas.id — Memiliki rumah pertama masih menjadi salah satu impian sekaligus prioritas utama bagi pasangan suami istri (pasutri) baru. Namun,...

Transaksi Digital Tumbuh 44%, CIMB Niaga Gaspol Pengembangan OCTO

Transaksi Digital Tumbuh 44%, CIMB Niaga Gaspol Pengembangan OCTO

oleh Stella Gracia
11 November 2025 - 04:31

Stabilitas.id — PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali memperkuat posisinya sebagai pemain utama di perbankan digital dengan meluncurkan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Tekan Risiko dan Overutilitas, OJK Terbitkan POJK 33 dan POJK 36

    Catut Nama Perusahaan Asing, Satgas PASTI Blokir AMG Pantheon dan Mbastack

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BEBS Terkuak: OJK Geledah Kantor PT MASI Terkait Goreng Saham hingga 7.000 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga BBM Oktober 2025: Pertamina Naikkan Dexlite dan Pertamina Dex, Subsidi Tetap

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skandal BPR Panca Dana Depok: Modus Kredit Fiktif Rp32 Miliar dan Bobol Deposito

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kompak Naik! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo per 2 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Transformasi BRIVolution Berhasil, Laba Anak Usaha BRI Group Melejit Rp10,38 Triliun

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Dorong Penguatan Dana Murah

Transaksi Mandiri Agen Melesat 89 Persen, Ekonomi Desa Jadi Motor Pertumbuhan

BNI Perkuat Sinergi dengan Merchant lewat BNI wondrful Iftar 2026

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

Livin’ Fest Heritage Raya: Bank Mandiri Siapkan Cicilan 0% dan Cashback Rp8,88 Juta

Seni Cadas 44.000 Tahun Tetap Lestari, Indeks Kehati Semen Tonasa Meroket

Stress Test Kemenkeu: Defisit 2026 Dijamin Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

Misi Humanising Financial Services, Maybank Indonesia Tebar Santunan Rp1,98 Miliar di 20 Kota

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Jalan Terjal ‘BPJS Kesehatan’ di AS

Jalan Terjal 'BPJS Kesehatan' di AS

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance