• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Pelemahan Ekonomi Bertemu Era Digital

by Sandy Romualdus
6 Agustus 2016 - 00:00
9
VIEWS
0
SHARES
9
VIEWS

Ekonomi melemah di tengah merebaknya praktik digital banking. Risiko apa yang bisa muncul dari kondisi itu? Salah satunya adalah risiko dari sisi penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

Ancaman pembobolan dana nasabah di bank melalui saluran-saluran TI memang dikhawatirkan akan meningkat ketika bank sedang mengalihkan perhatiannya pada bagaimana menyelamatkan kinerja keuangan di tengah pelemahan ekonomi. Maraknya praktik-praktik layanan perbankan digital dan uang elektronik, serta meningkatnya transaksi melalui alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) membuat ancaman itu makin nyata.

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bahkan beberapa bank sudah mulai merasakannya. Salah satunya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Direktur BRI Susy Liestiowaty mengatakan pada kuartal kedua tahun ini saja, potensi kenaikan frekuensi fraud mencapai 20 persen year on year (yoy). Karena semakin banyak transaksi yang dilakukan oleh perbankan, maka potensi fraud akan semakin tinggi. “Namun bank secara umum sudah melakukan mitigasi risiko terkait hal ini, seperti dengan melakukan analisis nasabah dan proses seleksi pegawai yang ketat,” kata dia.

BERITA TERKAIT

No Content Available

Sektor TI memang tengah menjadi sasaran empuk para penjahat beberapa tahun belakangan ini. Berdasarkan data kepolisian, tiga tahun terakhir, ada sebanyak 5.550 kasus skimming di dunia. Sebanyak 1.549 kasus di antaranya terjadi di Indonesia. Skimming adalah fraud yang dilakukan dengan meng-copy data yang ada dalam sebuah kartu melalui sebuah alat yang disebut skimmer. Dengan data tersebut, penjahat bisa dengan leluasa menarik dana atau melakukan transaksi dengan kartu nasabah.

Menurut sebuah survey global yang dikutip oleh Bank Mandiri, hampir setiap industri pernah diserang oleh para penjahat cyber. Akan tetapi industri keuangan menjadi yang paling diincar oleh penjahat karena memang banyak menyimpan dana. Selain itu, faktor makin berkurangnya interaksi langsung antara bank dan nasabah membuat peluang serangan menjadi lebih besar.

Sebagai bank yang banyak memberikan layanan elektronik dan juga APMK, Bank Mandiri juga merasakan ancaman fraud yang besar tahun ini. Menurut Direktur Manajemen Risiko dan kepatuhan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Ahmad Siddik Badruddin, skimming kartu kredit dan ATM adalah modus fraud yang sering terjadi di bank, selain juga phishing di internet banking.

Memang tidak diragukan lagu penggunaan internet yang kian marak dan merambah ke berbagai sendi kehidupan telah memunculkan beragam ancaman seperti fraud di perbankan atau lebih besar lagi kejahatan dunia maya (cyber crime). Dan tampaknya dalam beberapa tahun ke depan jumlah kejahatan komputer, terutama yang berhubungan dengan sistem informasi, akan terus meningkat.

Hal itu disebabkan makin banyaknya aplikasi baik bisnis maupun permainan atau gabungan dari keduanya yang hadir dan dipergunakan masyarakat. Saat ini saja, dalam praktik perbankan sudah bermunculan aplikasi seperti online banking, e-commerce, Electronic Data Interchange (EDI), dan masih banyak lainnya.

Selain itu, sebagai imbasnya, akan makin banyak sistem –terutama di perbankan yang, membutuhkan desentralisasi server sehingga membutuhkan lebih banyak operator dan administrator yang handal atau bahkan vendor yang biasanya berasal dari pihak ketiga. Di sini akan muncul potensi pencurian data.

Jumlah kejahatan dalam sistem digital juga akan meningkat karena meningkatnya kemampuan pemakai di teknologi internet dan komputer sehingga mulai banyak pemakai yang mencoba-coba bermain atau membongkar sistem.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Terkait dengan penggunaan jasa pihak ketiga atau vendor yang biasanya disewa oleh bank, Bank Mandiri mengakui bahwa saluran tersebut menjadi salah satu pintu masuk munculnya fraud dan juga cyber attack. “Yang menjadi target dari cyber attack adalah data nasabah yang diakses oleh para sindikat tersebut. Modusnya bermacam-macam, yang paling terkenal di seluruh dunia adalah malware yaitu software jahat, kemudian phising yaitu kegiatan untuk mendapat informasi untuk mengakses data nasabah,” kata Siddik.

Meski begitu, pihaknya tidak terlampau khawatir ancaman itu akan mengganggu operasional Bank Mandiri. “Kami mempunyai strategi empat pilar retension untuk mengatasi potensi fraud. Salah satunya adalah melakukan mitigasi IT, mitigasi potensi dan melakukan audit internal sistem,” ujar Siddik.

Untuk menekan risiko hingga ke angka minimal, otoritas keuangan sudah memberi pedoman kepada bank guna menyusun strategi anti fraud yang berisi empat pilar: Pencegahan, Deteksi, Investigasi, dan Evaluasi.

Di Bank Mandiri terkait risiko penggunaan TI, kata Siddik, melakukan pencegahan bagaimana supaya tidak terjadi fraud. Dan kalau memang bisa terjadi, manajemen lewat satuan tugas manajemen risiko harus mendeteksinya. Kemudian setelah dideteksi bank akan melakukan investigasi, setelah itu terakhir baru dilakukan evaluasi.

Tetap Berinovasi

Meski ekonomi melemah dan ancaman fraud di layanan digital meningkat, tetapi hal tersebut tidak menghalangi bank untuk berinovasi teknologi. Strategi tersebut dijalankan oleh Bank BRI yang telah meluncurkan satelitnya ke orbit pada Juni lalu.

Dengan adanya orbit tersebut, terbuka lebar peluang BRI untuk memenangkan persaingan dalam layanan perbankan digital atau elektronik. Menurut Direktur Utama BRI Asmawi Syam dalam wawancara tertulis dengan Stabilitas, investasi pada satelit adalah sebuah keharusan apabila dikaitkan dengan kebutuhan jaringan komunikasi yang mampu mendukung skala operasional BRI yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dari perspektif investment decision making, secara finansial BRIsat sangat feasible, dengan NPV (net present value atau nilai sekarang dari investasi yang dilakukan -red) positif dan payback period yang relatif pendek dibandingkan dengan umur BRIsat yang bisa melebihi 15 tahun,” kata dia. (Baca selengkapnya pada rubrik Interview).

  • Baca juga: Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

Selain itu, penggunaan teknologi di bidang perbankan sangat penting dalam mempercepat inklusi finansial yang memang sedang idorong oleh otoritas perbankan. Penerapan teknologi baru diyakini mampu menekan biaya operasional dan mendongkrak jumlah nasabah serta profitabilitas. “Investasi di satelit sangat membantu BRI dalam mengembangkan teknologi untuk para nasabah,” kata Asmawi.

Saat ini, BRI merupakan bank yang efisien, seperti terlihat pada rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berada di level 67 persen, jauh di bawah rata-rata BOPO bank umum nasional yang di atas 75 persen. 

Tags: Pelemahan Ekonomi, Bertemu Era Digital
 
 
 
 
 
Previous Post

Efek Brexit Bisa Lebih Sakit

Next Post

Angin Segar di Pasar Modal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

Perlambatan Ekonomi dan Celah Pertumbuhan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance