Stabilitas.id – Raksasa asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), membukukan total pendapatan premi sebesar Rp21,1 triliun sepanjang tahun buku 2025. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang senilai Rp20,8 triliun.
Akselerasi kinerja lini atas (top-line) perusahaan asuransi joint-venture ini utamanya ditopang oleh laju pertumbuhan produk asuransi tradisional yang tumbuh agresif, meskipun Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau unitlink secara akumulatif masih mendominasi portofolio perseroan.
Chief Financial Officer Prudential Indonesia Adit Trivedi menjelaskan bahwa produk tradisional mencatatkan lonjakan pertumbuhan sebesar 16% secara tahunan (year-on-year/yoy). Di sisi lain, kinerja pemasaran produk berbasis investasi atau PAYDI cenderung bergerak moderat.
BERITA TERKAIT
“Untuk produk tradisional ada peningkatan 16% secara tahunan. Kalau produk unitlink, saya rasa stabil,” ujar Adit dalam konferensi pers Prudential Indonesia di Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).
Pergeseran Komposisi Portofolio Premi
Berdasarkan struktur penerimaan premi per 2025, produk PAYDI masih mempertahankan posisi sebagai kontributor utama dengan porsi 72% terhadap total pendapatan premi perusahaan. Sementara itu, porsi produk tradisional kini merangkak naik ke level 28%.
Jika disandingkan dengan tahun fiskal 2024, peta jalan portofolio produk Prudential mengalami pergeseran (shifting) yang cukup menarik. Kontribusi produk tradisional terkerek naik dari semula 25% menjadi 28% pada 2025, yang secara otomatis mengikis dominasi PAYDI dari level 75% ke posisi 72%.
Adit memaparkan, perubahan komposisi ini didorong oleh perubahan preferensi risiko nasabah serta strategi internal perusahaan yang gencar merilis varian produk tradisional baru. Langkah ini mencakup penguatan penetrasi pada produk perlindungan murni (pure protection) maupun produk asuransi berbasis tabungan (endowment).
Menatap prospek bisnis tahun berjalan, manajemen meyakini kedua instrumen proteksi tersebut memiliki ruang pertumbuhan yang seimbang karena menyasar segmentasi pasar dan profil risiko investor yang berbeda.
Aset Tumbuh 11%, Rasio RBC Kokoh 466%
Dari sisi indikator kesehatan keuangan dan pemenuhan regulasi prudensial, Prudential Indonesia mengantongi tingkat solvabilitas atau Risk-Based Capital (RBC) yang sangat tebal di level 466% pada akhir 2025. Rasio kecukupan modal tersebut bertengger jauh di atas ambang batas minimal yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.
Indikator kekuatan modal ini diikuti oleh ekspansi neraca perusahaan. Total aset Prudential Indonesia melesat 11% yoy menjadi Rp64,3 triliun dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp58 triliun. Dari total tersebut, pos aset investasi—termasuk di dalamnya aset kelolaan milik nasabah PAYDI—mencapai Rp54,5 triliun atau tumbuh 6% yoy.
Guna memperluas penetrasi pasar asuransi jiwa nasional yang secara makro tingkat densitasnya masih rendah, Prudential berkomitmen memperkuat jalur keagenan (agency channel) sebagai tulang punggung distribusi utama. Di samping itu, perusahaan bersiap mengeksekusi strategi ekspansi geografis secara masif ke kota-kota lapis kedua (second-tier cities) guna menjaring basis nasabah baru. ***






.jpg)










