Bank Mandiri (BMRI) salurkan KUR Rp 21,41 triliun hingga Juni 2026, jangkau 162 ribu UMKM. Sektor produktif dominasi 63,92%.
Stabilitas.id – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) merealisasikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 21,41 triliun sepanjang Semester I 2026. Capaian ini setara 52,21% dari total kuota target tahunan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 41 triliun.
Penyaluran pembiayaan bersubsidi tersebut telah menjangkau lebih dari 162 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh wilayah Indonesia dengan kualitas kredit yang terjaga.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, memaparkan bahwa alokasi KUR perseroan didominasi oleh sektor-sektor produktif guna memberikan nilai tambah bagi rantai pasok ekonomi daerah.
BERITA TERKAIT
“Sektor produksi menyerap 63,92% atau setara Rp 13,68 triliun, sementara sektor non-produksi menyerap 36,08% atau Rp 7,72 triliun. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,08%, disusul jasa produksi sebesar 21,75%,” ujar Saptari dalam keterangannya, Kamis (30/7).
Dari sisi perluasan basis nasabah (graduasi), emiten bersandi saham BMRI ini telah menggaet 116 ribu debitur KUR baru per Juni 2026, atau merealisasikan 52,51% dari target penambahan 220.000 debitur baru hingga akhir tahun.
Selain pembiayaan usaha, Bank Mandiri menyokong agenda prioritas Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) dari sisi demand sebesar Rp 839,99 miliar kepada 3.167 debitur UMKM untuk kebutuhan hunian produktif.
Saptari menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Bank Mandiri akan memperkuat strategi pembiayaan berbasis ekosistem tertutup (closed-loop). Skema ini menghubungkan UMKM secara langsung dengan pemasok, distributor, hingga off-taker.
Secara kumulatif sejak 2008 hingga akhir Juni 2026, total portofolio KUR yang telah dikucurkan Bank Mandiri menembus angka Rp 324,65 triliun dengan total jangkauan 3,75 juta debitur.***

















