Stabilitas.id – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat posisinya sebagai motor utama ekosistem perumahan nasional. Hingga akhir tahun 2025, bank spesialis pembiayaan hunian ini tercatat telah mencetak total 863 pengembang baru melalui program strategis “Mini MBA in Property”.
Program yang merupakan kolaborasi intensif antara BTN dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah berjalan selama satu dekade sejak diluncurkan pada 2016. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perseroan dalam memenuhi kebutuhan hunian berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menegaskan bahwa sektor properti memiliki multiplier effect yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan sektor perumahan merupakan industri padat modal yang menggunakan hampir 90 persen bahan lokal.
BERITA TERKAIT
“Setiap Rp1 triliun modal yang masuk ke sektor perumahan mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja. Ini membuktikan bahwa pengembangan properti bukan sekadar membangun fisik bangunan, tapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang sangat signifikan,” ujar Hermita dalam Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (28/3).
Program Mini MBA ini tidak hanya memberikan pembekalan teoritis, tetapi juga dukungan konkret bagi para lulusannya. Sepanjang tahun 2025 saja, para alumni program ini telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar.
Hermita menjelaskan bahwa lulusan program ini mendapatkan privilese berupa:
-
Akses Kredit Konstruksi: Dukungan modal langsung dari BTN untuk memulai proyek.
-
Pembinaan UMKM: Pendampingan bagi pelaku usaha di kluster perumahan.
-
Business Matching: Menghubungkan pengembang baru dengan pasar dan pelaku usaha di ekosistem perumahan BTN.
Transformasi 10 Tahun Kolaborasi BTN-SBM ITB
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SBM ITB, Prof. Donald Crestofel Lantu, memaparkan bahwa kurikulum selama 10 tahun terakhir telah dirancang agar sangat aplikatif. Para peserta menempuh 63 jam tatap muka yang mencakup empat pilar utama bisnis properti:
-
Business Model & Market
-
Finance & Risk
-
Project & Operation
-
Regulation & Law
“Melalui metode studi kasus dan bimbingan praktisi, kami ingin mencetak pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata—tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan,” kata Donald.
Memasuki tahun 2026, BTN berkomitmen memperkuat strategi “Beyond Mortgage”. Fokus perseroan tidak lagi hanya pada penyaluran KPR, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Sebagai langkah lanjutan, BTN dijadwalkan akan membuka Program Mini MBA in Property Batch 25 pada 11 April 2026 di Jakarta. Langkah ini diambil untuk menangkap potensi pasar properti yang terus meningkat, didukung oleh kebijakan subsidi dan pembiayaan dari pemerintah yang semakin kuat. ***
















