Stabilitas.id — PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (IDX: INTP) melakukan lompatan besar dalam mengawal agenda transisi energi di sektor industri berat (hard-to-abate sector). Emiten produsen semen merek Tiga Roda ini resmi memulai pembangunan infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan kapasitas akumulatif mencapai 71,9 megawatt (megawatt-peak/MWp) yang tersebar di tiga kompleks pabrik strategisnya.
Mega-proyek energi bersih ini akan diinstal secara paralel di Kompleks Pabrik Citeureup (Bogor, Jawa Barat), Kompleks Pabrik Cirebon (Jawa Barat), dan Kompleks Pabrik Tarjun (Kotabaru, Kalimantan Selatan). Rangkaian instalasi panel surya massal ini diklaim menjadi proyek PLTS terbesar yang pernah dibangun di sektor industri semen se-Indonesia.
Direktur Indocement Holger Mørch memaparkan bahwa lanskap industri semen modern saat ini dihadapkan pada tuntutan regulasi global yang ketat terkait pemangkasan emisi karbon dari aktivitas manufaktur.
BERITA TERKAIT
“Kami memilih untuk memimpin transformasi ini. Pembangunan PLTS terbesar di sektor semen ini adalah bukti konkret bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, serta terintegrasi langsung dengan pemenuhan kebutuhan operasional harian industri pabrik,” ujar Holger dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (26/5/2026).
Reduksi Emisi 85 Ribu Ton CO2
Dari kalkulasi teknis draf energi, jaringan PLTS Atap berkapasitas 71,9 MW ini diproyeksikan mampu memproduksi pasokan listrik ramah lingkungan sebesar lebih dari 108 juta kWh energi bersih setiap tahun.
Langkah substitusi pasokan daya konvensional ini diperkirakan dapat memotong beban emisi karbon secara signifikan, yakni mencapai lebih dari 85.000 ton CO2 per tahun. Dampak positif perbaikan ekosistem yang dihasilkan dari proyek dekarbonisasi ini diklaim setara dengan kontribusi penanaman sekitar 1,4 juta pohon baru setiap tahunnya.
Langkah taktis ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung target makro Pemerintah Indonesia untuk mencapai emisi nol bersih (Net Zero Emission/NZE) pada tahun 2060, serta mempertebal bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional.
Inisiatif penggelaran PLTS ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi pilar utama dari cetak biru (blueprint) jangka panjang perusahaan dalam mereduksi jejak karbon operasional (operational carbon footprint).
Sebagai bagian dari jaringan korporasi semen global Heidelberg Materials, Indocement menerapkan strategi keberlanjutan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) yang berkiblat pada standar internasional grup. Komitmen hijau INTP diwujudkan melalui bauran strategi integratif:
-
Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif: Mengoptimalkan penggunaan Refuse-Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar ramah lingkungan yang diproses dari hasil konversi limbah/sampah domestik.
-
Substitusi Bahan Baku Alternatif: Menggunakan material alternatif guna menekan pelepasan emisi karbon pada proses pembakaran tanur (kiln).
-
Semen Ramah Lingkungan: Agresif memproduksi dan memasarkan varian produk semen hijau (green cement) dengan indeks emisi yang jauh lebih rendah.
Gandeng SUN Energy
Dalam mengeksekusi arsitektur PLTS skala raksasa ini, Indocement menjalin kemitraan strategis dengan SUN Energy selaku perusahaan pengembang (developer) solusi energi terbarukan terkemuka di tanah air.
Director of Power SUN Energy Jefferson Kuesar menjelaskan, kerja sama ini dijalankan melalui skema komersial inovatif Sustainability-as-a-Service. Lewat skema ini, SUN Energy bertanggung jawab penuh mendesain, membangun, serta memastikan keandalan pasokan listrik surya agar dapat menopang mesin-mesin berat pabrik semen tanpa mengorbankan stabilitas daya.
“Kolaborasi bersama Indocement ini membuktikan secara gamblang bahwa proses transisi energi dapat dijalankan secara aman di sektor industri berat tanpa mengganggu produktivitas manufaktur. Langkah ini justru menjadi keunggulan kompetitif yang memperkuat daya saing dan efisiensi biaya operasional korporasi di tengah fluktuasi harga energi fosil global,” pungkas Jefferson. ***

















