• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Purbaya LPS: Dari Depresi AS ke Pandemi, Soemitronomics Jadi Tameng Ekonomi RI

by Sandy Romualdus
20 Agustus 2025 - 18:42
40
VIEWS
Purbaya LPS: Dari Depresi AS ke Pandemi, Soemitronomics Jadi Tameng Ekonomi RI
0
SHARES
40
VIEWS

MEDAN, Stabilitas.id – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia terbukti mampu bertahan dari berbagai guncangan ekonomi global berkat jurus kearifan lokal atau local wisdom yang telah diperkenalkan oleh ekonom nasional Prof. Soemitro Djojohadikusumo sejak 1943.

Dalam ajarannya yang kemudian dikenal sebagai Soemitronomics, Soemitro menekankan trilogi pembangunan dengan tiga pilar utama: pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan hasil pembangunan, serta stabilitas nasional yang dinamis. Salah satu poin pentingnya adalah stabilitas perbankan, yang ia rumuskan setelah mempelajari dampak The Great Depression di Amerika Serikat terhadap ekonomi Indonesia.

  • Baca juga: Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

“Local wisdom ala Soemitro terbukti ampuh meredam krisis. Indonesia bisa melewati krisis global 2008 maupun pandemi Covid-19 dengan relatif cepat karena bertumpu pada domestic demand,” ujar Purbaya dalam LPS Financial Festival 2025 di Medan, Rabu (20/8).

BERITA TERKAIT

Jangkau 114 Ribu Siswa di 77 Kota: Cara CIMB Niaga Tanamkan Budaya Finansial Digital Sejak Dini

Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Estafet Mendadak di Lapangan Banteng: Suahasil Nazara Naik Kelas Pegang Kendali Fiskal

Ia mencontohkan, saat krisis keuangan global 2008 akibat subprime mortgage di Amerika Serikat, pemerintah mengambil langkah cepat dengan memastikan ketersediaan likuiditas. Uang beredar yang tumbuh menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan, sehingga ekonomi nasional mampu kembali tumbuh positif 4,9% pada 2009.

Situasi serupa terjadi pada pandemi Covid-19. Meskipun aktivitas ekonomi sempat terhenti, pemerintah cepat menyesuaikan kebijakan dengan pelonggaran fiskal dan moneter terbatas. Respon cepat tersebut membuat Indonesia keluar dari resesi dan segera kembali tumbuh. “Pada 2020 juga kita pakai ilmu yang sejenis, karena sudah pintar yaitu menjaga domestic demand,” kata Purbaya.

  • Baca juga: Tinggalkan Celengan Tradisional, BNI Bimbing Siswa Sekolah Rakyat Miliki Rekening Bank Formal

Namun, kondisi berbalik saat krisis moneter 1997–1998. Kala itu, menurut Purbaya, kebijakan ekonomi tidak konsisten. Suku bunga melonjak hingga 60% sementara pertumbuhan uang beredar menembus lebih dari 100%. “Dengan bunga tinggi, pelaku usaha tidak berani meminjam, sementara uang beredar yang melimpah justru dipakai menyerang rupiah. Kebijakan yang membingungkan memberi bahan bakar menyerang rupiah kita,” jelasnya.

Purbaya menekankan, dari tiga krisis besar yang dihadapi Indonesia, dua di antaranya berhasil dilewati dengan baik karena menggunakan pendekatan local wisdom. Sementara krisis 1998 meninggalkan luka dalam karena lebih banyak menggunakan resep luar. “Jadi kita sudah punya modal yang besar, tinggal di-manage dengan baik. Fokus pada diri sendiri dengan memanfaatkan domestic demand,” ujarnya.

Optimisme itu juga ia kaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi 2026 yang dipatok pemerintah di level 5,4%. Menurut Purbaya, target tersebut realistis, terutama jika potensi daerah dioptimalkan. “Ekonomi dari pasar, sawah, dan UMKM merupakan penopang ekonomi nasional,” tegasnya.

  • Baca juga: Bom Waktu Rp240 Triliun: LPEM UI Peringatkan Ancaman Kopdes Merah Putih bagi APBN

Secara khusus, ia menilai Sumatera Utara memiliki peran strategis karena didukung sektor perkebunan dan pariwisata. Kedua sektor ini padat karya sehingga mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. “Ekonomi Sumut relatif lebih kuat dalam menopang perekonomian nasional,” tambah Purbaya.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan LPS Financial Festival di Medan pada 20–21 Agustus 2025 bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Festival ini dikemas dengan memadukan edukasi dan hiburan agar lebih mudah dipahami. “Kami ingin literasi keuangan dipelajari dengan cara ringan, menyenangkan, dan dekat dengan keseharian masyarakat. Selain itu, festival ini juga menjadi cara kami memperluas jangkauan komunikasi LPS, agar masyarakat semakin mengenal peran LPS dalam menjaga simpanan dan stabilitas sistem keuangan,” katanya di hadapan ribuan pelajar dan mahasiswa. ***

Tags: #Ekonomi Indonesia#Lembaga Penjamin Simpanandomestic demandkearifan lokal ekonomikrisis 2008Krisis Ekonomi Globalkrisis moneter 1998literasi keuanganLPS Financial Festival 2025pandemi covid-19Purbaya Yudhi SadewaSoemitro DjojohadikusumoSoemitronomicsstabilitas perbankantrilogi pembangunan
 
 
 
 
 
Previous Post

Digitalisasi Ubah Peran Agen, AAJI TAA 2025 Tekankan Kompetensi dan Integritas

Next Post

BI Turunkan BI-Rate Jadi 5,00%, Fokus Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:17

Inflasi IHK September 2026 terjaga di level 3,28 persen yoy berkat konsistensi kebijakan moneter BI dan pengendalian harga pangan nasional....

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:10

Pemerintah menawarkan 76 proyek KPBU senilai US$63,45 miliar dalam PPP Book 2026 mencakup jalan tol, kereta perkotaan, hingga tanggul laut...

Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 14:08

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp31 triliun mencakup bansos beras 10 kg, BSU Rp300 ribu, dan insentif PPh 21 hingga 2027....

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 13:56

Garuda Indonesia, Kemenpar, dan Mastercard merilis program stopover bebas biaya terbang domestik guna memperluas distribusi turis asing ke daerah prioritas....

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 10:37

Penjualan motor listrik Polytron sukses menembus 75 ribu unit secara nasional. Perusahaan agresif menebar subsidi Rp6 juta pada ajang GIIAS...

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:08

Bank BTN membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 di UI dengan target 1.500 ide bisnis untuk mendukung ekosistem perumahan nasional....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BI Turunkan BI-Rate Jadi 5,00%, Fokus Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan

BI Turunkan BI-Rate Jadi 5,00%, Fokus Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance