Stabilitas.id – PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) optimistis mampu menahan tekanan potensi lonjakan biaya dana (cost of fund) industri perbankan, menyusul keputusan mengejutkan Bank Indonesia (BI) mengerek suku bunga acuan atau BI-Rate ke level 5,50%.
Guna memitigasi risiko pengetatan margin tersebut, emiten bank digital anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ini bersiap mengencangkan strategi penghimpunan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) melalui penetrasi produk dan layanan digital.
Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra menjelaskan, perseroan telah merumuskan sejumlah langkah taktis dalam merespons perubahan arah suku bunga acuan. Kinerja solid pada awal tahun ini dinilai menjadi modal kuat bagi perseroan untuk menjaga efisiensi struktur pendanaan ke depan.
BERITA TERKAIT
“Kami terus melakukan upaya antisipasi terhadap kenaikan suku bunga. Jika melihat tren struktur CASA hingga kuartal I/2026, hasilnya cukup baik dan menjadi modal bagi kami dalam menyikapi perkembangan suku bunga ke depan,” ujar Kicky dalam pemaparan publik secara daring, dikutip Rabu (10/6/2026).
Tabungan Digital Melesat 64,3%
Berdasarkan laporan kinerja teranyar hingga kuartal I/2026, Bank Raya berhasil mempertahankan rasio CASA pada tingkat 28% dari total dana pihak ketiga (DPK). Pada periode tersebut, nilai simpanan digital (digital saving) perseroan mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 64,3% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp2,3 triliun, dibandingkan posisi kuartal I/2025 yang senilai Rp1,4 triliun.
Sementara itu, untuk total DPK secara keseluruhan, bank berkode saham AGRO ini mengantongi dana simpanan sebesar Rp8,4 triliun per kuartal I/2026, atau berada dalam posisi yang relatif stabil jika disandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu.
Kicky menegaskan, fokus utama strategi funding perseroan ke depan adalah memacu pertumbuhan kuantitas dana murah secara organik, ketimbang bertumpu pada pengendapan dana berbiaya tinggi seperti deposito reguler. Melalui produk digital saving, ekspansi simpanan akan didorong oleh akselerasi akuisisi basis nasabah baru serta peningkatan volume aktivitas transaksi harian.
“Harapannya, pertumbuhan simpanan ke depan semakin ditopang oleh dana murah sehingga struktur pendanaan menjadi lebih efisien,” tambahnya.
Pacu 111 Inovasi Fitur di Aplikasi Raya
Sebagai penopang strategi tersebut, Bank Raya agresif memperluas ketersediaan fitur pada platform digitalnya guna mengunci loyalitas nasabah. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, perseroan tercatat telah menelurkan sedikitnya 111 inovasi fitur baru pada aplikasi ‘Raya’ dan tengah menyiapkan rangkaian pengembangan teknologi lanjutan di paruh kedua tahun ini.
Seperti diketahui, Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan pada Selasa (9/6) resmi menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%. Otoritas moneter juga ikut mengerek suku bunga Deposit Facility menjadi 4,50% dan Lending Facility ke level 6,25%.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyatakan, penyesuaian suku bunga darurat ini ditempuh demi memperkuat benteng stabilisasi nilai tukar rupiah dan meningkatkan daya tarik imbal hasil portofolio domestik bagi investor global. ***

















