• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

Editorial: Risk Appetite Statements

by Sandy Romualdus
22 Juli 2014 - 00:00
3.6k
VIEWS
Editorial: Risk Appetite Statements
0
SHARES
3.6k
VIEWS

Setiap organisasi selalu berhadapan dengan risiko ketika berusaha mewujudkan tujuan. Karenanya, manajemen harus selalu melakukan monitoring, pengawasan, dan evaluasi risiko-risiko yang dihadapi organisasi.

Untuk bisa melakukan tugas-tugas itu secara akurat, maka organisasi harus mendefinisikan terlebih dahulu: seberapa besar risiko yang bisa diterima organisasi dalam mewujudkan sasaran organisasi tersebut? Jawaban dari pertanyaan ini disebut dengan Risk Appetite.

  • Baca juga: Editorial 191 : Risiko Laten dan Risiko Baru 2023

Definisi dari Risk Appetite ternyata cukup beragam. Akan tetapi secara umum, istilah itu didefinisikan sebagai sejauh mana derajat ketidakpastian yang ingin diambil investor terhadap perubahan negatif terhadap bisnis dan asetnya. The Orange Book, Oktober 2004, mengatakan Risk Appetite adalah jumlah risiko dari sebuah organisasi yang ingin diambil, ditolerir, atau terekspos pada waktu tertentu. Menurut Kimball, M.S. (Econometrica 61, 589-611, 1993) dalam tulisan berjudul Standard Risk Averson, risk appetite adalah keinginan manajemen organisasi untuk mengambil risiko.

Definisi yang lebih menyeluruh disampaikan oleh the Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) yang mengartikan Risk Appetite sebagai derajat risiko, pada level manajemen organisasi, yang ingin diambil oleh organisasi atau entitas lainnya untuk mewujudkan tujuannya (goal).

BERITA TERKAIT

Editorial 191 : Risiko Laten dan Risiko Baru 2023

EDITORIAL : Ancaman Setelah Ancaman

Editorial : Perlindungan Data dan Kompetensi Pemerintah

Editorial : Evaluasi dan Ekspektasi

Dokumen COSO tentang Enterprise Risk Management (ERM) –disebut dengan Integrated framework dari ERM– secara gamblang menyatakan bahwa organisasi harus mengambil risiko dalam meraih tujuannya. Pertanyaannya, berapa banyak (besar) risiko yang ingin diambil oleh manajemen? Bagaimana perilaku manajemen terhadap semua risiko, dan bagaimana organisasi menjamin bahwa unit-unit operasional mengambil risiko sesuai dengan Risk Appetite organisasi tersebut?

Risk Appetite, tulis COSO, mencerminkan filosofi manajemen risiko sebuah entitas organisasi, dan pada gilirannya akan mempengaruhi budaya dan gaya beroperasi entitas tersebut. Risk Appetite menjadi panduan dalam alokasi sumberdaya organisasi, membantu menyelaraskan organisasi, sumberdaya manusia, dan proses dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk merespons dan memantau risiko secara efektif.

Kita semua mengetahui bahwa setiap perusahaan memiliki visi, nilai-nilai, misi, tujuan, dan strategi yang ingin dicapai. Biasanya semua hal ini ditetapkan dalam proses formulasi strategi perusahaan. Tahap berikutnya adalah fase perencanaan strategis (strategic planning), di mana perusahaan menetapkan beragam sasaran strategis (strategic objective) yang harus diwujudkan dalam berbagai perspektif (finansial dan non-finansial) sebagai penjabaran dari strategi perusahaan. Juga berbagai inisiatif strategis, program, dan anggaran dari periode waktu perencanaan strategis tersebut.

Dalam mewujudkan tujuan dan sasaran strategis tersebut, perusahaan harus mempertimbangkan semua risiko yang bisa muncul dan Risk Appetite terhadap risiko-risiko tersebut. Maka, pemahaman dan kejelasan terhadap Risk Appetite sangat penting saat organisasi menetapkan strategi, sasaran strategis, dan dalam mengalokasikan sumberdaya perusahaan. Jajaran manajemen puncak harus mempertimbangkan Risk Appetite dalam memberikan pesertujuan terhadap rencana strategis, anggaran, produk/jasa/pasar baru, dan berbagai tindakan manajemen lainnya.

Tak pelak lagi, risiko dan strategi saling berkaitan satu sama lain. Salah satunya tidak ada kalau yang lainnya juga tidak ada. Kedua-duanya juga harus dipertimbangkan secara bersamaan.Pertimbangan tentang Risk Appetite tidak hanya perlu dilakukan pada saat eksekusi strategi, tetapi – jauh sebelumnya– sudah diadopsi pada saat proses perumusan strategi perusahaan.

  • Baca juga: EDITORIAL : Ancaman Setelah Ancaman

Risk Appetite sebuah organisasi, menurut COSO, paling tidak sangat ditentukan oleh empat faktor utama: Existing Risk Profile, Risk Capacity, Risk Tolerance, dan Attitude Towards Risk. Risk Profile (Profil Risiko yang Ada) adalah level dan distribusi risiko saat ini ada pada seluruh organisasi dan pada seluruh kategori risiko. Profil risiko yang ada ini bukanlah faktor penentu Risk Appetite, tapi lebih tepatnya menjadi indikasi dari risiko-risiko yang kini harus dihadapi.

Risk Capacity (Kapasitas Risiko) adalah jumlah risiko di mana entitas organisasi mampu mendukung pencapaian sasarannya. Perusahaan harus mengetahui kapasitasnya untuk mengambil risiko ekstra dalam mewujudkan tujuannya. Risk Tolerance (Toleransi Terhadap Risiko) merupakan level variasi dari risiko yang ingin diambil entitas organisasi dalam mewujudkan sasarannya. Sedangkan Attitude Towards Risk (Sikap Terhadap Risiko) adalah sikap organisasi terhadap pertumbuhan, risiko, dan pengembalian hasil (return).

Boleh jadi masih banyak faktor lain yang mempengaruhi Risk Appetite sebuah organisasi. Perubahan lingkungan yang cepat, termasuk perkembangan teknologi, bisa juga mempengaruhi Risk Appetite sebuah organisasi. Contoh, perusahaan yang bergerak dalam pengembangan produk-produk berteknologi tinggi tentu menyadari bahwa kegagalan pengembangan produk baru akan mengancam keberlanjutan usaha perusahaan.

Otomatis, risiko perusahaan ini tinggi, akan tetapi manajemen dan seluruh karyawan yang terlibat dalam proses pengembangan memahaminya dengan baik. Paling sering terjadi, perusahaan harus mengambil pekerjaan yang berisiko tinggi karena hanya inilah strategi untuk survive atau demi mengeduk keuntungan maksimal. Bukankah high risk, high return?

Setiap perusahaan harus menetapkan Risk Appetite masing-masing. Hal yang harus diingat adalah cukup deskriptif untuk memandu tindakan dari seluruh bagian organisasi. Itu sebabnya, perusahaan perlu memiliki pernyataan Risk Appetite yang bisa dikomunikasikan (dengan jelas) kepada seluruh organisasi dan tetap relevan dalam waktu yang relatif lama.

Lainnya, ada tiga langkah yang direkomendasikan terkait pernyataan Risk Appetite tersebut. Pertama, manajemen organisasi menyusun pandangan tentang Risk Appetite organisasi secara menyeluruh. Kedua, menerjemahkah pandangan tentang Risk Appetite tersebut ke dalam format tertulis atau lisan sehingga bisa dibagikan ke seluruh bagian organisasi. Ketiga, manajemen memantau Risk Appetite sepanjang waktu, melakukan penyesuaian sesuai dengan kondisi bisnis dan operasional.

Pernyataan Risk Appetite harus memudahkan pemahaman personil dalam mewujudkan sasaran organisasi dalam limit risiko yang bisa diterima. Atas dasar kejelasan pernyataan tersebut, manajemen akan lebih mudah menyusun dan menerapkan kebijakan operasional. Sejatinya, pernyataan Risk Appetite secara efektif menentukan “penekanan” (tone) dari manajemen risiko. Tujuan strategis organisasi akan lebih mudah dicapai bilamana Risk Appetite tersebut tersambung dengan aspek operasional, kepatuhan, dan pelaporan.

  • Baca juga: Editorial : Perlindungan Data dan Kompetensi Pemerintah

COSO menyebutkan, panjang pernyataan Risk Appetite sebuah organisasi bervariasi satu sama lain. Ada pernyataan yang disampaikan dalam satu kalimat dan ada pula dalam beberapa kalimat. Berikut adalah contoh pernyataan Risk Appetite sebuah perusahaan peralatan kesehatan: Perusahaan beroperasi dalam kisaran risiko yang rendah. Risk Appetite terendah berkaitan dengan sasaran keselamatan dan kepatuhan, dan Risk Appetite yang sedikit lebih tinggi berkaitan dengan sasaran strategis, pelaporan, dan operasional. Ini berarti, mengurangi praktik berisiko dalam berbagai bisnis dan lingkungan kerja serta tetap memenuhi kewajiban hukum menjadi prioritas dibandingkan sasaran bisnis lainnya.

Prinsipnya, pernyataan Risk Appetite harus jelas namun, sekaligus, memberi inspirasi dan panduan bagi seluruh anggota organisasi.***

Tags: EditorialRisk AppetiteRisk CapacityRisk Tolerance
 
 
 
 
 
Previous Post

Manuver Si Kuda Hitam

Next Post

Menuntaskan RUU Jaminan Produk Halal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

Operasi Senyap di Gedung BNPB: KPK Amankan Sejumlah Pihak dan Gelar Perkara Kilat

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:08

KPK menggelar OTT terhadap pejabat BNPB dengan pendampingan Puspom TNI di Jakarta, status hukum pihak terperiksa diumumkan dalam 1x24 jam....

Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

Bedah RUU Perampasan Aset: Urgensi, Titik Kritis, dan Syarat Mutlak Enam Pagar Pelindung

by Sandy Romualdus
12 Oktober 2026 - 11:39

Pakar hukum merumuskan enam pagar pelindung RUU Perampasan Aset guna mencegah penyalahgunaan kekuasaan aparat dalam skema sita tanpa pidana (NCBAF)....

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

Perkuat Budaya ‘4 No’s’: KRQA-SQC Audit Sistem Anti Penyuapan di Bandara Adi Soemarmo

by Sandy Romualdus
4 Oktober 2026 - 14:49

KRQA-SQC menggelar audit surveilans ISO 37001:2025 di Bandara Adi Soemarmo Solo guna memastikan penerapan prinsip anti penyuapan 4 No's. Stabilitas.id...

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

Tempatkan 700 Awak Kapal Pesiar: PT Ships Crew Indo Jalani Audit ISO dan Sertifikasi MLC 2006

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 14:42

PT Ships Crew Indo Inc. menjalani audit ISO 9001:2015 dan MLC 2006 usai menyalurkan lebih dari 700 pelaut Indonesia ke...

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

Kendalikan Risiko ‘Black Box’ dan Deepfake, OJK Rilis Kerangka Tata Kelola AI Berbasis Prinsip

by Sandy Romualdus
25 September 2026 - 15:29

Deputi Komisioner OJK Deden Firman Hendarsyah menegaskan prinsip human-in-the-loop dan tata kelola AI perbankan berbasis risiko pada Seminar LPPI #109....

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

Preseden Buruk Iklim Investasi: Aset Rp200 Miliar Diobral Rp16 Miliar Lewat Celah Hukum Kepailitan

by Sandy Romualdus
24 September 2026 - 20:59

Tim hukum PT Kedap Sayaaq membongkar dugaan mafia legal formal di PN Niaga Surabaya. Tiga oknum hakim dilaporkan terkait obral...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Semester I, Laba BCA Tumbuh 24,2 Persen

Semester I, Laba BCA Tumbuh 24,2 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance